
Tatapan Abraham yang begitu tajam membuan Docter Ryan menaikkan sebelah alisnya
"Apaan S Bram! Kau kayak baru lihat cowok ganteng saja " ucap Docter Ryan sedikit geli melihat tatapan Abraham.
"Jelaskan gak! ucap Abraham dengan nada bicara sedikit membentak membuat nyali Docter Ryan menciut.
" Aku heran sama kamu Bram, sejak kenal sama Arthur sifat kepo Kamu kayak ibu ibu lagi Pms !" ucap Docter Ryan kepada Abraham.
" Oke kalau Kamu tidak mau nurut kamu tau sendirikan akibatnya bukan?" ucap Abraham
memberi senyum tak bermakna kepada Docter Ryan
" Aiss ! iya iya ...." ucap Ryan menggaruk garuk kepalanya sehingga membuat rambutnya menjadi acak acakan .
"Selalu de menggunakan kekuasaan untuk menekan bawahan " ucap Docter Ryan yang merasa di tekan oleh Abraham
" Na tau sendiri ! kalau Kamu tidak mau nurut ke atasan kamu maka diluaran sana tidak terhitung jumlahnya yang ingin duduk di kursi kebesaran itu ! ucap Abraham menunjuk kearah kursi yang di duduki oleh Docter Ryan saat itu
"Dasar CEO arogant" ucap Ryan sambil
memperbaiki duduknya dan menarik nafas panjang dan membuangnya dengan pelan .
"Pagi itu Aku berencana akan pergi paris untuk mengadakan pertemuan antara docter seluruh dunia. Belum juga sampai di bandara docter Vian menelponKu, katanya ada pasien kecelakaan Dia perlu operasi segera. Niat hati ingin ke paris akhirnya gagal. Aku balik arah ke rumah sakit, setibanya di rumah sakit Aku milihat Ryo terbaring diatas tempat tidur rumah sakit. Ia saat itu tidak sadarkan diri alias pingsan" ucap Docter Ryan mengigat kembali kecelakaan Ryo waktu itu.
__ADS_1
" Terus .....?" ucap Abraham yang masih memandangi Docter Ryan dengan wajah penasaran
" Iya CEO bawel " gerutuh Ryan
Ryan kembali melanjutkan ceritanya atas tekanan Abraham .
" Aku suruh perawat untuk memasukkanya ke ruang operasi
kutatapi sekujur tubunya ternyata tidak ada luka serius disana. Setelah kuteliti lebih lanjut ternyata Ryo mengalami luka dalam, benturan di bagian alat vital kejantananya sangatlah parah.
sehingga beberapa hari berikutnya baru di ketahui kalau alat produksi spermanya alias testinya terganggu dan di pastikan Ryo tidak bisa memiliki keturunan lagi alias mandul" ucap Docter Ryan dengan raut wajah prihatin atas kejadian itu
"Tapi jangan kuatir bram ubi talasnya masih hidup kok ? ucap Ryan sambil senyum senyum melihat kearah Abraham .
"Siapa tau ! ha ha ha .." ucap Docter Ryan sembari tetawa terbahak bahak .
" Sial ! Dasar Docter Aneh......." umpat Abraham
Lama mereka berdua diam Docter Ryan yang sedarita tadi hanya melihat Abraham termenung kemudian mengangkat bicara ..
" Hari dimana tes itu keluar istri Ryo datang
aku menceritakan semuanya, tapi sial silumun betina itu mengancamku supaya tidak membuka rahasia ini kepada siapa pun" ucap Ryan mengingat Viona mengancamnya kala itu .
__ADS_1
"Terus kenapa Kamu cerita ke Aku ? ucap
Abraham yang kini menatapnya tajam .
" Sial ! Kau yang mengancamku tadi" ucap
Ryan sambil memukul Abraham dengan map yang ada di hadapanya ..
Abrahan terbahak bahak dibuatnya wajah tampanya memerah bukan karna marah tapi jawaban dan expresi yang di berikan Ryan seolah oleh menggelitikinya sampai kedalam jantungnya.
" kalau Ryo mandul terus anak gadis yang dulu bersamanya sewaktu memukuli Arthur siapa kira kira ? ucap Abraham mengingat gadis seumuran Arthur bersama Ryo kala itu dan sempat memanggilnya daddy.
Ryan yang sedang membereskan mejanya saat itu sontak mendongak mendengar perkataan Abraham.
" Anak orang dong masa anak Robot ! ucap Docter Ryan dengan asal coplos.
Abraham yang mendengar jawaban dari Ryan hanya menggelengkan kepalanya.
👉Oke kawan kawan aku sudah up nich
like ,coment , dan favorite jangan lupa
trimah kasih ....
__ADS_1