DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
202. TIBA DI INDONESIA.


__ADS_3

Hanya butuh waktu 1 jam 30 menit. Kini pesawat yang di tumpangi Ryo dan Arthur sudah lending di negara tercinta ini.


Mereka segera keluar dari bandara dan menuju mobil dimana Leon sudah sedari tadi menunggui mereka berdua.


"Sore Tuan!" ucap Leon sembari menundukkan badanya kepada mereka berdua.


"Sore,sore paman" ucap Ryo dan Arthur secara bersamaan.


Leon membukakan mereka pintu dan mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam mobil.


Tidak lama kemudian mobil mereka menjauh meninggalkan bandara menuju ke Mension dimana Rita sudah menunggui kedatangan mereka berdua.


Mobil mewah yang mereka kendarai sudah berbelok memasuki halaman bangunan mewah itu.


Nampak dari depan pintu Rita berjalan menghampiri mereka sembari tersenyum menyambut kedatangan mereka berdua.

__ADS_1


"Arthur......Nenek kagen" ucap Rita sembari menghamburkan pelukanya kepada Arthur yang baru saja keluar dari dalam mobil.


"Nenek Alay dhe!Tadi pagi juga keteMu kok kangenya seperti 5 aba lama tidak perna berjumpa" ucap Arthur cengegesan dengan tingkah Rita yang kegennya melampaui batas.


"Kau ini! Di kangenin juga! O ya...Oleh oleh Nenek mana! Masa dari Luar Negri kau tidak membawah satu pun kenang kenangan dari Negeri singa putih itu" ucap Rita sembari memandangi tangan Arthur yang tak menenteng satu benda pun di sana.


"Tenang tenang! Arthur pasti ingat tapi, biarkan kami masuk dulu oke" ucap Arthur sambil membulatkan jarinya membentuk hurup O.


Ryo tersenyum melihat keakrapan antara Ibunya dan anaknya yang dulu seperti, Anjang dan Kucing yang setiap bertemu pasti ingin saling membunuh.


"Ayo makan dulu, kalian bertiga pasti lapar bukan! Nenek sudah masak, masakan spesial untuk kalian" ucap Rita sembari mendudukkan tubuhnya diatas kursi.


"Ah ..! Ibu yang masak semua ini! perasaan sejak Ryo mulai dewasa, Ryo tidak perna melihat Ibu masak sampai Ryo punya anak segede ini" ucap Ryo heran sambil mengacak acak rambut Arthur.


"Jangan salah, Ibu ini ratunya memasak cuman dulu Ibu gensian jadi Ibu tidak melakukanya, Tapi, sekarang Ibu akan mulai melakukanya karna Ibu mau memanjakan lidah cucu Ibu" ucap Rita begitu bangga dengan dirinya.

__ADS_1


"Benarkah Nek! Kalau begitu Arthur tidak mau makan di luar lagi. Setiap pulang kerja Arthur akan segera balik Mension dan mencicipi masakan Siratu masakan ini" ucap Arthur sambil mencolek dagu Rita.


Semuanya tertawa riang sambil menikmati masakan Rita yang enaknya tak kalah dengan menu masakan Hotel bintang lima.


Tidak butuh waktu yang lama kini, mereka selesai menyantap makanan yang ada di meja makan dan menuju ke ruang tamu untuk bercanda gurau seperti biasa mereka lakukan saat sore menjumput malam.


"Art ...! Nenek tadi ke rumah sakit menyenguk Ibu dan adik adikMu, Kedua adikMu itu sangat menggemaskan sekali.Andai saja IbuMu tak keberatan, Nenek ingin sekali membawah mereka ke Mension ini dan merawat mereka berdua seperti cucu Nenek sendiri"ucap Rita memulai pembicaraan.


"Iya Nek Arthur mengerti perasaan Nenek! Ayah juga tadi bilang seperti itu pada Arthur. Kalian berdua pasti merasa bersalah bukan, karena tidak merawat Arthur sejak bayi hingga dewasa layaknya cucu dan anak kalian berdua, Tapi, Nenek dan Ayah jangan kuatir suatu saat adik adik Arthur yang menggemaskan itu Arthur akan bawah kemari supaya kalian berdua puas bermain dengan mereka, gimana Oke!" ucap Arthur sambil merangkul pundak Rita.


"Benarkah!"ucap Rita dan Ryo dengan antusias mendengar ucapan Arthur.


Arthur mengangguk pelan sembari tersenyum lebar kepada mereka berdua.


Sementara Leon yang sedari tadi mendengar percakapan mereka ikut tersenyum melihat mereka tersenyum.

__ADS_1


đŸ‘‰terus beri like, coment, vote dan rate bintang 5 ya trimah kasih.


__ADS_2