DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
67 . IBU DILAMAR


__ADS_3

Pagi itu kegelisahan muncul lagi di hati maya sudah hampir 30 menit ia hanya mondar mandir di depan kamar arthur .


Maya menarik nafas dalam dalam dan membuangnya dengan sangat pelan. maya memberanikan diri mengetuk pintu kamar anaknya itu .


Tock ..tock ...tock....


Tiga kali maya mengetuk pintu tersebut dan berdiri mematung di sana .tidak lama kemudian suara pintu pun terbuka. arthur yang kelihatan sudah rapi membuka pintu untuk ibunya .


" pagi sayang " ucap maya kepada anak semata wayangnya itu .


" Pagi ibu cantik " ucap arthur membalas ucapan maya .


" boleh tidak ibu masuk ucap maya " sambil menatap anaknya .


" ha ha ha ibu ini kayak orang lain saja ! ya tentu saja boleh asal ibu jangan mengacak acak isi kamarnya arthur saja " ucap artur sambil menarik tangan maya masuk.


Mereka berdua pun duduk diatas ranjang tapi kaki mereka di biarkan bergelantungan .


"kalau boleh tau ibu mau ngomong apa ke arthur " ucap arthur membuka pembicaraan mereka saat di dalam kamar tersebut .

__ADS_1


Maya masih diam dia hanya meremas remas kedua jarinya .


"Ayolah bu jangan bikin arthur lumutan menunggu satu dua kata dari bibir manis ibu " ucap arthur sengaja menggoda ibunya .


" Kau ini ..baiklah tapi ibu malu " ucap maya sambil menatap lekat pada arthur .


" ibu ini sama anak sendiri juga " ucap arthur membalas perkataan ibunya .


Maya menarik nafas dan memulai memasang wajah serius


"bismillah " ucap maya dalam hati


"Arthur harus janji tidak akan menertawakan atau pun marah atau apalah saat mendengarkan perkataan ibu " ucap maya .


"kalau begitu ibu tidak jadi cerita " ucap maya sambil ingin beranjak pergi tapi arthur segera menahanya .


" iya iya arthur janji " ucap arthur sambil menaikkan kedua jarinya membentuk hurup V


Maya kembali duduk pada posisi semula dan menarik nafas dalam dalam dalam .

__ADS_1


" arthur kalau seandainya nich ya ada pria yang ingin melamar ibu apa arthur tidak akan keberatan " ucap maya sambil tegang menunggu eskpresi anaknya .


Mendengar kata ibunya sontak arthur menutup mulutnya dengan kedua buah tanganya dan memplototkan matanya kearah ibunya , seakan akan dia tak percaya apa yang barusan ibunya katakan .


Melihat eskpresi dari arthur ada sedikit rasa kecewa pada dirinya tapi tetap mengusahakan tersenyum .


" Tapi kalau arthur tidak setujuh ibu tidak apa apa kok !' hidup bersama arthur dan nenek sudah sangat cukup kok bagi ibu kita tidak harus menambah anggota baru lagi di keluarga kita " ucap maya sambil mengelus pundak anaknya .


" Ye ...siapa bilang arthur tidak setuju . asal ibu mencintai dan dia mencintai ibu dengan senang hati arthur menerimanya.tadi arthur hanya merasa kaget, kok tiba tiba ibu mau menikah sedangkan selama ini arthur tidak pernah melhat ibu dekat dengan seorang pria " ucap arthur pada maya .


"iya ini juga secara tiba tiba dia melamar ibu " ucap maya masih malu malu menyebut kata lamar .


" Kalau boleh arthur tau siapa pria yang beruntung mendapatkan hati ibuku yang cantik ini ?" ucap arthur sambil mencolek wajah ibunya .


" iii kau ini ...! dia adalah abraham " ucap maya yang tak berani memandang arthur .


" apa .....ayah !" ucap arthur antara kaget dan merasa senang .


Maya hanya menganggukkan kepala .

__ADS_1


👉***hay silessurang ogiku dan kawan kawanku sebangsa dan setanah air author sudah up lagi nich kini giliran kalian memainkan jari manisnya like , coment ,favorite , vote , rate bintang limaya yang banyak ..trimah kasih banyak .👈**


@bersambung*@.


__ADS_2