DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
211. AKU AKAN MELIHAT MEREKA DARI ATAS LANGIT.


__ADS_3

Mereka berempat terus masuk kedalam bangunan tua untuk mencari keberadaan Teos. Tapi sama sekali belum ada tanda tanda keberadaan pria parubaya itu.


Mereka sangat kesulitan mencari keberadan Teos, Karena bangunan tersebut terbilang luas dan memiliki 4 lantai serta bilik kamar yang hampir ribuan jumlahnya.


Bangunan Tua yang dulunya di gunakan sebagai tempat peristirahatan sekaligus rumah bagi para karyawan penambang emas dan penambang batu batu.


"Baiknya Kita berpencar. Kalau kita bersama seperti ini peluang Kita untuk mendapatkan bajig4n itu akan kecil" ucap Ryo .


"Ide yang bagus! Ayo kita berpencar masing masing orang mengambil perlantainya. Jo kamu lantai satu yang kita tempati sekarang ini, Leon Kamu lantai dua, Aku lantai tiga dan Kamu Ryo lantai empat atau lantai paling akhir" ucap Abraham memberi tugas masing masing kepada satu orang dalam satu lantai.


"Baik" ucap Ryo, Leon dan Jonatansecara bersamaan.


"Baiklah ! Ayo kita mulai pencarian" ucap Abraham berlari duluan naik kelantai tiga di susul dengan yang lain berlari ke lantai dimana mereka sudah ditugaskan.


Kembali mereka menyusuri lorong dan memeriksa setiap kamar dalam bangunan itu.


para pasukasan yang baru saja menyelesaikan tugas menaklukan anak buah Teos turut membantu dalam pencarian.


Hampir tiga puluh menit mereka mencari keberadaan Teos, dan tiba tiba suara tembakan terdengar di lantai paling atas dimana Ryo sedang berada.


Abraham, Leon dan Jonatan yang mendengar tembakan itu segera berlari kelantai empat, lantai paling puncak dari gedung itu.


"Ternyata Kamu disini tua bangka! Serahkan Anak itu padaku cepat!" ucap Ryo setelah menembak salah mati semua anak buah Teos yang ada disana.


"Ryo kenapa Kamu memusuhi AyahMu sendiri! dan berpihak kepada musuh yang nyata nyatanya sudah merebut perusahaan NenekMu" ucap Teos yang sedang menggendong Raymmond yang saat itu dalam keadaan tertidur pulas.


"Ayah macam apa Kau itu! manusia Iblis sepertiMu tidak layak di sebut Ayah! Kau relah menghalalkan segala cara demi mencapai tujuanMu! Cepat serahkan Raymond padaKu dan lagi pula, apa Kau tidak kasihan pada bayi itu. Bayi yang sama sekali tidak tahu apa apa Ikut kau siksa juga dalam mencapai ambisiMu" bentak Ryo sambil menyodorkan tangannya kedepan meminta Teos menyerahkan Raymond padanya.


"Tidak semudah itu Aku menyerahkan bayi mungil ini kepadaMu, sebelum Ibunya dan Ayahnya menderita seperti apa yang Aku alami selama ini" ucap Teos sembari mendekat kearah Hellicopter yang sedari tadi terparkir di di sampingnya.


Tidak lama kemudian muncul Abraham, Leon dan Jonatan dari arah tangga dan berlari mendekat kearah Ryo.


"Hay! tua bangka serahkan putraKu padaku! putraku tidak ada urusannya dengan masalah Kita" ucap Abraham yang ingin mendekat kearah teos, tapi segera di cegah oleh Ryo.


"Bram, Jangan dekati Dia, bom sudah Ia pasang di tubuhnya! Sekali Kamu mendekat maka Raymond akan ikut meledak bersamanya" Cegah Ryo kepada Abraham.


Abraham segera menghentikan langkahnya mendengar ucapan Ryo.


"Kenapa tidak maju, Apa Kamu takut putraMu yang imut ini akan kuledakkan hingga hanya tinggal nama tinggal kenangan" ucap Teos bersandar di badan Hallicopter.


"Terus Maumu apa bajing4n" bentak Abraham.


"Sudah dari awal pasti kalian semua sudah tahu! tujuanKu apa bukan? Aku ingin Kau serahkan AMANDA grup padaKu dan semuanya akan beres. Kau mendapatkan putraMu, dan Aku mendapatkan AMANDA grup adil bukan ha ha ha" ucap Teos sambil terawa terbahak bahak.


"Kau memang Iblis berwujud Manusia Teos! sudah bau tanah tapi tetap saja kelakuanMu melebihi binatang" ucap Abraham.


"Terserah apa kataMu yang jelas, Aku ingin AMANDA grup jadi milikKu satu satunya kalian paham"ucap Teos masih dalam posisi yang sama.

__ADS_1


Tidak lama kemudian dari arah tangga muncul Maya, Rita dan Arthur.


Maya berlari menghampiri Abraham disusul oleh Rita dan Arthur dari belakang.


"Teos Aku mohon serahkan bayiKu!" ucap Maya berlutut dan memohon agar Teos menyerahkan Raymond putranya.


"Serahkan dulu AMANDA grup padaKu baru, Aku menyerahkan bayiMu ke padaMu" balas Teos.


Lama mereka terdiam, hingga Maya kembali bangkit.


"Baiklah! Semua sahamKu dan SuamiKu akan kuserahkan padaMu hari ini, Kami berdua akan menandatanganinya di sini dan saat ini juga! Tapi ingat Kau harus tepati janjiMu menyerahkan bayiKu padaKu" ucap Maya dengan nada lantang.


"Oke Aku setuju! cepat Ambil surat suratnya dan buat pernyataan, kalau kalian tidak ada hak lagi di AMANDA grup. Dan semuanya berbalik nama atas namaKu," balas Teos sedikit maju kearah mereka.


"Baik! Jo Kamu pulang dan ambil semua surat surat penting dalam brankaa dan bawah kemari! " ucap Maya kepada Leon.


"Baik! Nyonya" ucap Leon dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


Hampir lima puluh menit mereka menunggui Leon akhirnya secretaris AMANDA grup itu muncul juga di ujung tangga sambil membawa beberapa map di tanganya.


"Bram, Maya jangan" ucap Ryo sedikit memelas.


"Tidak Ryo, ini adalah jalan satu satunya untuk mendapatkan putraKu kembali" ucap Abraham sambil mengambil map yang ada di tangan Leon dan menandatanganinya, lalu disusul oleh Maya ikut menandatangani kertas dalam map tersebut.


Setelah dianggap cukup Abraham maju kedepan.


"Diam disitu, dan letakkan diatas lantai lalu mundurlah." ucap Teos mencegah Abraham untuk mendekat kearahnya.


"Pintar sekali ular ini" ucap Abraham dalam hati sambil meletakkan map itu di atas lantai dan mundur pelan pelan.


Setelah Abraham mundur tiba tiba Rita maju dan melakukan tepuk tangan.


"Akhirnya semuanya kembali ke tangan Kita sayang! AMANDA grup akhirnya jadi milik kita lagi ha ha ha" ucap Rita mengambil map yang tergeletak diatas lantai dan membawahnya kearah Teos.


Teos tiba tiba mengeryitkan dahinya kemudian tersenyum kearah Rita.


"Sayang Akhirnya Kamu sadar juga! mari kita membangun kembali perusahan yang memang milik kita" ucap Teos merangkul tubuh Rita dengan tangan kirinya sembari tersenyum sedangkan tangan kananya merangkul Raymond yang sedang tertidur pulas.


"Iya sayangku! balas Rita sambil nyandarkan kepalanya di dada Teos.


"Mom......!Kenapa kamu lakukan ini pada Kami. Ryo kira Mom sudah sadar ternya Mom ada niat di balik ini semua" ucap Ryo yang begitu kecewa melihat Ibunya.


"Nenek ..! Kenapa Nenek lakukan semua ini Pada Arthur. Arthur sudah sangat menyayangi nenek tetapi nenek menghianati semuanya! kenapa nek kenapa!" ucap Arthur dengan mata berkaca kaca memandang kearah Rita.


"Persetan dengan kalian berdua! yang penting sekarang AMANDA grup sudah menjadi milik kami. Bagai mana sayang,?" ucap Rita menatap wajah Teos.


"Benar sayangKu" balas Teos sambil mencium pucuk kepala Rita.

__ADS_1


Dari kubuh Abraham, semua saling memandang. Mereka tidak percaya kalau selama ini di bohongi oleh wanita yang pura pura baik kepada mereka.


"Tua bangka semuanya sudah kuserahkan padaMu. Sekarang tepati janjiMu. Serahkan PutraKu sekarang" ucap Abraham.


"Tidak segampang itu! betulkan sayang" ucap Teos pada Rita.


" Betul sekali sayang" balas Rita.


"Kalian benar benar Iblis" Geram abraham.


"Sayang Ayo pergi ucap Teos mengajak Rita untuk naik keatas Hallicopter.


"Baik Sayang! Kemarikan Bayinya biar Aku menggendongnya takut Ia mengganggumu dalam mengemudikan hallinya" ucap Rita.


Tanpa berpikir panjang Teos langsung memberi Raymond kepada Rita.


kesempatan itu tidak disia siakan oleh wanita parubaya itu. Ia lansung mengambil Raymond dari tangan Teos dan menendang keras perut pria parubaya itu hingga terpental ke badan Hallicopter dan berlari membawa raymond menjauhi Teos.


"Perempuan Sial! Ternyata Kau menipuKu" ucap Teos sambil bangkit dari lantai dan bergegas menaiki Hallicopter.


Melihat hal itu Ryo segera mengambil bom yang sedari tadi Ia sembunyikan dalam bajunya.


Ryo segera berlari ke arah Hallicopter yang baling balingnya mulai berputar tanda sebentar lagi benda itu akan terbang.


"Bram tolong jaga Arthur" ucap Ryo sambil berlari.


Tapi belum juga Dia menjauh Abraham segera merampas bom dari tangannya dan melompat memegangi tangga Hallicopter yang sudah mulai terbang.


"Ryo tolong jaga Istri dan anak AnaKu! sayangi mereka sepenuh hati dan jiwamu" ucap Abraham yang sedang bergelantungan di badan Hallicopter.


"Aku mohon jangan Bram" teriak Ryo sambil bersujud di lantai.


Abraham sudah tidak mendengarnya lagi. Abraham terus bergelantungan di badan Helli copter yang terus membawahnya naik.


Setelah perjuangan sangat panjang Akhirnya Abraham masuk kedalam tubuh Hallicopter dan mendapati Teos sedang mengemudi Hallicopter tersebut dengan wajah panik.


"Mau apa Kau" ucap Teos yang sudah tidak fokus lagi mengemudikan Hellicopternya.


"Aku mau ini"ucap Abraham membuka pelatuk bom rakitan itu dan memasukkan kedalam mulut Teos.


Abraham tersenyum dan memandang kearah bawah melihat Istrinya dan seluruh sahabatnya dari atas sana.


"Ryo tolong Jagakan Istri dan anak anakku. Aku akan terus memantau mereka dari atas langit" ucap Abtaham sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian bom itu meledak dan menghancurkan seluruh body Hallicopter.


đŸ‘‰terus beri like, coment, vote dan rate bintang limanya ya trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2