DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
176. AYAH.....


__ADS_3

Ryo mendorong Arthur menuju bilik yang tak jauh dari bilik Ia dirawat.


Sepanjang jalan Ia sangat merasa senang bisa berduaan dengan Anak kandungnya itu.


Tak lama kemudian mereka sudah tiba di bilik VIP yang termasuk besar di rumah sakit itu.


Ryo mengetuk pintu terlebih dulu dan mendorongnya hingga pintu itu benar benar sudah terbuka lebar.


Nampak seorang pria tampan sedang duduk diatas tempat tidur sambil menyandarkan tubuhnya di punggung tempat tidur dan menyilangkan kedua kakinya kedepan.


Pria itu nampak sibuk membaca majalah bisnis dan tidak menyadari kehadiran dua orang yang sedang mendekatinya.


"Ayah ......." ucap Arthur berdiri dari atas kursi roda dan menghamburkan pelukanya kepada pria tersebut.


"Arthur ......." ucap Abraham membalas pelukan Arthur dan menciumi seluruh wajahnya.


"Ayah maafin Arthur" ucap Arthur dalam pelukan Abraham sambil terseduh seduh.


"Sudah sudah kau jangan cengen seperti ini! Malu sama dinding" ucap Abraham melepas pelukanya dan menghapus bulir Air mata di pipi putranya.


Ryo yang melihat Itu merasa gembira dan juga sedih. Gembira karna Abraham menyayangi Arthur begitu tulus dan sedihnya Arthur tak peduli sama sekali dengan dirinya setelah bertemu dengan Abraham.


"Nak bagai mana keadaanMu" ucap Abraham membelai rambut Arthur.


"Arthur sudah lebih baik Ayah! Ayah sendiri bagai mana" ucap Arthur memandangi Abraham.


"Lebih baik dari dirimu he he he" ucap Abraham sambil tertawa.


"Ayah ini ...ditanya serius malah bercanda" ucap Arthur


"Ayah juga sehat Nak! Ibu dan nenek dimana " ucap Abraham yang heran tidak melihat Maya dan Naomi tidak bersama dengan Arthur.

__ADS_1


"Ibu dan Nenek ada di bilik sebelah tidak lama lagi pasti mereka kemari" Balas Arthur.


Betul kata Arthur tidak lama kemudian nampak Maya dan Naomi muncul di balik pintu.


Kedua wanita itu langsung mendekat kearah Abraham.


"Bram ! ucap Maya menghamburkan pelukanya kepada suaminya sambil menangis terseduh seduh.


"Sudah sudah kau jangan menangis! Kasihan dede bayi di dalam kandunganMu" ucap Abraham sambil mengelus elus pundak Istrinya itu .


"Kok Kamu tau kalau Aku sedang mengandung" bahas Maya melepas pelukanya.


"Docter Ryan cerita kepada Babang! Babang sangat senang akhirnya sebentar lagi kita akan punya dede bayi! Trimah kasih sayang Kau sudah memberiKu hadiah terindah dalam hidup Babang" ucap Abraham sambil mencium pucuk kepala Istrinya.


"Tapi maafin Aku ya ! Aku sudah sangat berdosa padamu menuduhMu yang bukan bukan" ucap Maya memegangi tangan Abraham dan meneteskan air mata.


"Iya sayang Aku sudah memaafkanMu sebelum Kau meminta Maaf kepadaKu! jadi sudah ya jangan menangis lagi" ucap Abraham menyeka Air mata Istrinya.


"Bram Ibu juga minta maaf sudah berkata kasar kepadamu juga Jonathan! jadi tolong maafin Ibu ya" ucap Naomi yang saat itu berdiri di pinggir tempat tidur.


"Iya bu Abraham maafin" ucap Abraham tersenyum sambil memegang tangan Naomi.


"Trimah kasih bram kau benar benar pria baik tak salah bila Maya memilihmu menjadi suaminya! Tapi ngomong ngomong Jonathan di mata kok Ibu tidak melihatnya ada di sini bersamaMu" ucap Naomi mengarahkan pandanganya ke segala penjuru mencari Jonathan keberadaan Jonathan.


"Jonathan baru saja pamit Bu! rencana hari ini Dia dan Diana akan meninggalkan negara ini! dan menetap di negara dimana Ia di besarkan" ucap Abraham ikut sedih karna Jonathan meninggalkanya dan memilih menetap di negara orang.


"Apa....! Apa Dia akan kembali ke Amerika! balas Naomi .


Abraham hanya mengangguk dengan wajah sedih . Berpuluh puluh tahun Ia bersama Jonathan tetapi hari ini Ia meninggalkanya.


"Leon boleh antar Aku ke bandara" ucap Naomi memandang kearah Leon.

__ADS_1


"Dengan senang hati Nyonya" balas Leon.


Keduanya pergi dari tempat itu setelah berpamitan pada Maya dan Abraham.


Sementara Itu Ryo dan Ibunya yang merasa terasinkan oleh mereka bergegas pula meninggalkan tempat itu.


Ryo mendorong kursi roda Ibu menuju pintu keluar dengan pandangan kosong. Arthur benar benar tidak mau membuka pintu maaf bagi mereka berdua.


"Ayah mau kemana" ucap seseorang di belakang mereka.


Seketika Ryo terhenti. Dunianya yang kala itu hancur lebur kini kembali utuh seperti sedia kala.


Ryo berbalik wajahnya yang tampan kini dihiasi dengan butir butir air mata di pipinya.


Ryo sungguh tak percaya kalau Arthur memanggilnya dengan sebutan Ayah.


"Coba ucapkan sekali lagi Nak! Ayah ingin mendengarnya lebih jelas" ucap Ryo dengan Air mata yang sudah memenuhi wajahnya.


"Ayah............" ucap Arthur sambil merentangkan kedua tangsnya .


Ryo segera berlari dan memeluknya dengan sangat erat.


Doanya akhirnya terkabul. Putra yang selama ini membencinya kini memanggilnya dengan sebutan Ayah.


"Ayah sagat menyayangiMu! ucap Ryo mencium wajah arthur secara bertubi tubi.


Abraham dan maya saling melempar pandang sembari tersenyum melihat Ryo dan Arthur sudah berbaikan.


"Oma..."ucap Arthur mendekat kearah Rita dan duduk bersimpuh di hadapanya.


Rita tak bisa berkata kata, Air matanya terus menetes membasahi wajahnya. Sesekali Ia mengusap dan membelai lembut rambut cucu kandungnya itu.

__ADS_1


👉tetap beri like ,vote ,coment dan rate bintang lima trimah kasih.


__ADS_2