
Suara tepuk tangan membuat ketiganya berpaling menghadap kearah datangnya suara.
"Arthur ......" ucap Abraham dan Ryo secara bersamaan.
Sementara itu Leon mulai pucat, posisinya saat itu benar benar tidak menguntungkan baginya. Ia takut kalau Arthur salah paham dengan dirinya dan mengira Ia berkomplot dengan salah satu dari mereka itu.
"Siang Tuan Muda" ucap Leon sambil memberi hormat kepada Arthur.
Arthur tidak menjawab sama sekali, Arthur malah berjalan mendekat kearah Abraham dan Ryo yang menbuat Leon semakin merasa takut kalau Arthur bakalan membencinya sama seperti Ia membenci Abraham dan Ryo.
"Astaga ...Apes betul nasibKu" ucap Leon dalam hati sambil mengikuti langkah Arthur dari belakang.
"Nak ...." ucap Abraham dan Ryo kembali bersamaan dan saling mendorong satu sama lain untuk mengambil hati Arthur saat itu.
__ADS_1
"Anak ...ha ha ha! Kalian berdua betul tidak ada malunya! kalian berdua masih memanggilKu dengan sebutan itu setelah apa yang telah kalian perbuat kepadaKu dan juga Ibuku! Aku sendiri merasa jijik memanggil kalian dengan sebutan Ayah, Lo kenapa kalian masih betah memanggilKu anak! Betul betul kalau manusia bersifat ular otomatis urat malu mereka sudah tidak di fungsikan dengan baik"ucap Arthur menatapi mereka satu satu sambil menyandarkan bokongnya ke pinggir meja.
Abraham dan Ryo hanya menunduk tak bisa berbuat apa apa di hadapan Arthur.
"Kau Abraham! upss Maaf Aku tidak bisa menambahkan Kata Tuan di depan nama Anda karna memang Kau tak layak dengan gelar itu! Aku peringatkan kepadaMu kau jangan mengusik keluarga kami lagi khususnya IbuKu. jalinan keluarga kita sudah putus sejak kedok kebusukanMu terbongkar" ucap Arthur memandang sinis kepada Abraham.
Abraham yang mendengar hal itu merasa hatinya hancur berkeping keping mungkin kalau tidak ada orang saat itu mungkin Ia sudah menagis histeris di tempat itu.
"Mana ada maling mau ngaKu maling! Sudalah kalau manusia dari awalnya tamak ya sampai kapan pun dia akan tamak seperti diriMu ini! Dan ingat Abraham kalau kau masih ingin menguasai AMANDA grup dan menguasai saham Ibuku mulai hari ini hentikanlah niatMu saat ini juga, kau tau kenapa? Karna Aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi kau camkan itu! ucap Arthur masih dengan tatapan sinisnya.
"Kalau kau tidak percaya silahkan! Susah Ayah menjelaskanya kepada kalian saat kalian masih dalam keadaan emosi seperti ini, tapi suatu saat Ayah akan membuktikan kalau yang kalian dengar waktu itu semuanya tidak sepenuhnya benar dan ingat sampai kapanpun Ayah tidak akan memutuskan jalinan keluarga diantara Aku, kau dan Ibumu! walau pun ada hama besar yang mau menerobos masuk seperti orang ini. Kalau begitu Ayah pulang tolong jagakan IbuMu selama Ayah tidak bersamanya" ucap Abraham melangkah menuju pintu keluar.
Perasaan Arthur berkecamuk ada sesuatu yang menjanggal di dalam hatinya setelah mendengar penuturan dari Abraham
__ADS_1
Tidak lama setelah kepergian Abraham, Ryo memberanikan buka mulut setelah lama ia tertegun di tempatnya.
"Nak maafkan Ayah! mungkin kesalahan Ayah sudah sangat fatal dan sulit untuk Kau maafkan, tetapi ayah mohon bukalah pintu maaf itu walau hanya sebesar biji sawi itu sudah membuat Ayah bahagia" ucap Ryo dengan mata berkaca kaca memandangi Arthur.
"Sudalah! Aku tidak mau berhubungan lagi dengan manusia manusia seperti kalian itu. jadi, tolong jauhi Aku dan keluargaKu" ucap Arthur sambil ingin melangkah dari tempatnya berdiri.
Tapi belum juga Ia melangkah kembali Ryo memanggilnya.
"Baiklah Nak! kalau Kau masih belum mau memaafkan Ayah, Ayah mengerti tapi tolong jeguk NenekMu dirumah sakit Ia sangat ingin berteMu denganMu dan juga IbuMu. Ini adalah permintaan seorang anak buat menyenangkan Ibunya yang sedang sakit parah! sama sepertiMu, Ayah sangat menyayangi NenekMu seperti kau menyayangi Ibumu" ucap Ryo sambil mengepalkan kedua tanganya di depan dadanya.
Arthur cuman terdiam dan melangkah meninggalkan Ryo. Kembali hatinya berkecamuk mendengar permohonan dari Ryo barusan.
👉tetap beri like , vote dan comentnya ya supaya authornya juga semangat nulisnya....trimah kasih sebelumnya.
__ADS_1