DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
138.KUMENANGIS MEMBAYANGKAN.


__ADS_3

Meeting pagi ini berjan dengan lancar dan memberi hasil yang memuaskan.


Tadinya para direksi dan staff AMANDA tivi ragu ragu dengan kepemimpinan Arthur tetapi setelah melihat dan membuktikan sendiri mereka kini mulai yakin kalau di bawah kepemimpinan Arthur AMANDA tivi bisa lebih maju dari sebelum sebelumnya.


"Tuan Arthur benar benar hebat ..bisa memimpin rapat kali ini! Saya mulai yakin perusahaan pertelevisian kita ini pasti akan mendapat Rating yang cukup tinggi di bawah kepemimpinan Tuan" ucap Tono menberi selamat kepada Arthur.


Arthur menyambutnya dengan senyum .


"Trimah kasih...Tapi Arthur belum ada apa apanya pak Tono! Arthur harap Bapak bisa memberi bimbingan dan nasehat bila Aku melakukan kesalahan nantinya" Ucap Arthur dengan ramah kepada Tono.


Pak Tono hanya tersenyum dan mengangguk kemudian meninggalkan tempat itu.


"Diana Apa kau lapar? ucap Arthur yang membereskan bahan meeting yang sedikit berantakan di hadapanya.


"Iya Aku lapar ...Ayahku pasti sedari tadi menungguku untuk makan bersama" ucap Diana sambil membantu Arthur membereskan beberapa kertas yang berserakan diatas meja.


"Kau sangat sayang AyahMu! Dan Apa Dia menyayangimu sama dengan Kau menyayanginya?ucap Arthur dengan mimik sedikit sedih .


Diana mengerutkan dahinanya dan seketika menghentikan kegiatanya.

__ADS_1


Lama Diana temenung dan mengingat kebersamaannya bersama Ayahnya.


"Aku sangat menyayangi AyahKu! Sejak IbuKu meninggal karna dibunuh bersama saudaraKu beliaulah yang merawatKu sampai dewasa seorang diri.


Setelah kejadian itu Ayahku begitu menderita, Mati segan hidupun tak mau.


Beliau mencoba menyembunyikan kesedihanya dariKu agar aku tidak ikut sedih sepertinya.


Ayahku tetap memberiku kasih sayang penuh sama halnya dengan anak yang memiliki orang tua lengkap pada umumnya.


Beliau sangat frustasi dengan kejadian yang menimpah keluargaku.


Beliau berperan sebagai orang Tua tunggal, Ayah sekaligus menjadi ibu bagiKu.


Beliau mencoba memanjakanKu dengan menemaniku berbelanja atau memasak dirumah supaya Aku tidak kekurangan kasih sayang seorang Ibu.


Ayahku segalanya bagiKu ....Andai Aku disuruh memilih menyerahkan nyawaku atau melihat Ayahku bahagia ...maka tanpa berpikir panjang Aku akan menyerahkan nyawaKu asalkan Aku bisa melihat Beliau bahagia walau dari atas sana" ucap Diana dengan deraian air mata yang jatuh di pipinya.


Lama mereka terdiam ....sampai akhirnya Arthur mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Kau dan Aku satu alur tapi beda cerita! sejak kecil Aku tidak tau rasanya kasih sayang yang namanya Ayah.


Menyebut nama Ayah saja Aku tak pernah! aku hanya tau nama Ayah dari mulut teman teman sekolahku atau teman sepergaulanKu.


AyahKu membuang kami sejak ibu mengandungKu.


Aku sering menangis dan mengutuki diriKu di dalam kamar saat ibu dan Nenekku sudah tertidur pulas. Aku tidak mau mereka mengetahuiku sedang bersedih.


Aku mencoba menutupi kesedihanKu dengan cara tersenyum walau hati ini menangis.


Hinaan sebagai anak haram sering sekali di lontarka orang orang kepadaKu.


Aku tidak bisa berkutip atau membelah diri karena bukti memang ada dari Aku lahir sampai Aku lulus sekolah mereka tak perna melihat Ayahku.


Untungnya Aku memiliki seorang ibu yang kuat, tegar dan menyayangiku dengan sepenuh hati.


ditambah dengan Nenekku yang selalu saja menghiburku di saat Aku terpuruk.


mereka berdua tidak henti hentinya memberiku kasih sayang sepenuh hati dan sepenuh jiwa mereka hingga Aku benar benar melupakan kalau di dalam dunia ini ada namanya kasih sayang seorang Ayah " ucap Arthur dengan matanya berkaca kaca.

__ADS_1


👉😥😥😥 like , coment ,vote ,favorite ya ...yang banyak gratis kok ..makasih.


__ADS_2