
Sementara itu di perusahaan AMANDA grup, Abraham, Maya, Arthur, Jhonatan serta Diana berada dalam ruangan kerja Abraham.
Abraham yang sedari tadi melihat Arthur hanya merenung mencoba membuka bicara padanya.
"Nak Apa yang sedang kau pikirkan" ucap Abraham menepuk pundak Arthur.
Arthur yang mendapat serangan tiba tiba begitu dari Abraham segera tersentak dan mendongakkan kepalanya.
"Uhm...Ayah ini bikin kaget saja! Arthur tidak lagi mikirin apa apa kok" kilah Arthur walau sebenarnnya saat itu ada hal yang mengganggui pikiranya.
"Kau jangan berbohong Ayah tau kau memikirkan sesuatu! Bicaralah Ayah akan dengarkan" ucak Abraham menepuk nepuk punggung Arthur .
Lama Arthur terdiam dan mencoba menarik nafas dalam dalam.
"Arthur lagi mencari model untuk mempromosikan AMANDA tv tetapi Arthur belum juga mendapatkan orang yang tepat yang bisa menjadi icon untuk menarik minat masyarakat menikmati Acara acara di pertelevisian kita itu" ucap Arthur memandangi kearah Abraham.
Lama mereka terdiam dan tiba tiba terdengan suara dari sampin kiri Abraham, siapa lagi kalau bukan Maya.
"Begitu saja Kau sudah pusing tujuh keliling! padahal Apa yang kau cari sudah ada di depan mata" ucap Maya santai sambil membolak balik kertas dalam map yang sedari tadi ada di tanganya.
Seketika mereka semua mengeryitkan dahinya memandang satu dengan yang lain.
"Maksud kamu apa sayang!" ucap Abraham memandang kearahnya.
Maya berdiri dari tempat duduknya dan meletakkan map itu diatas meja kerja Abraham dan kembali duduk di dekat mereka.
"Iya..! Kenapa bukan AyahMu saja yang jadi modelnya. Coba perhatikan Dirinya selain gagah, pintar, kaya juga terkenal dan di ganrungi banyak orang baik kalangan Abg maupun orang Tua pasti dengan cepat perusahaanMu itu akan melejit seketika"ucap Maya yang membangga banggakan suaminya.
Abraham seketika berbunga bunga dibuatnya rasanya Ia ingin terbang seketika kelangit ke tujuh mendengar ucapan Istrinya yang begitu menyanjungnya di depan orang.
"Ternyata Istri cantik Babang diam diam begitu terpesona dengan ke gagahanKu ini" Ucap Abraham sambil menyentol dagu milik istrinya.
Seketika Ruangan itu menjadi ramai oleh gelak tawa mereka berempat, beda halnya dengan Maya wajahnya memerah mendapat perlakuian seperti itu dari Suaminya.
__ADS_1
"Betul sekali kata Nyonya! Tuanlah yang pantas menjadi model perusahaan itu, para pebisnis pasti tertarik dengan adanya Tuan Abraham sebagai Icon disana dan jarang jarang kan Tuan Abraham di ekspost media jadi pasti menambah minat mereka untuk stay di siaran AMANDA tv." ucap Jonathan yang sangat setuju dengan usulan itu.
"Baiklah baiklah Ayah akan jadi modelnya tapi dengan 1 syarat" ucap Abraham sambil mengangkat kedua Alisnya memandang keaeah Arthur.
Mereka kembali saling menatap satu sama yang lain ketika Abraham meminta satu syat kepada Arthur.
"Katakanlah Ayah kalau Arthur sanggup pasti Arthur Akan terimah" ucap Arthur dengan tegas.
"Janji ya .." ucap Abraham menaikkan jari kelinkingnya.
"Oke Arthur janji" balas Arthur.
"Kalau begitu kapan Acara pengambilan gambarnya dimulai" ucap Abrahan sangat Antusias.
"Kalau Ayah tidak keberatan nanti sore! Makin cepat makin bagus bukan" Balas Arthur .
Abraham menatap kearah Maya dan dapat anggukan pelan darinya.
"Baiklah! Aku bersama IbuMu sore ini Akan ke perusahaanMu itu" balas Abraham sambil menggenggam tangan istrinya.
Setelah Arthur, jonathan dan Diana pergi kini tinggal Abraham dan Maya saja yang ada di dalam ruangan itu.
Abraham terus memandangi wajah istrinya tanpa berkedip sama sekali yang membuat Maya sangat risih dibuatnya.
"Ada apa! kenapa memandangiKu seperti itu"ucap Maya sambil memandangi sekujur tubuhnya jangan jangan ada yang tidak beres dengan penampilanya.
"Kau cantik sekali sayang" ucap Abraham sambil mendekat kearah Maya.
"Kau ini! setiap hari kau terus memujiku seperti itu, Apa Kau tidak bosan " ucap Maya melempar pandanganya ke arah lain.
"Mana mungkin Aku bosan denganMu sayang. Kau bagai candu bagiKu sekali kuhirup Babang Akan selalu ketagihan lagi dan lagi" ucap Abraham mengeser sedikit lagi tubuhnya agar lebih rapat dengan Maya.
"Iih ...gelih kedengaranya" balas Maya yang mencoba berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
Tapi seketika tubuhnya terasa terbang keudara! Abraham langsung mengendongnya dan membawahnya ke bilik yang masih ada di dalam ruangan itu.
"Awoo...Bram lepasin.." ucap Maya sambil merontah di gendongan Abraham.
'Enak saja lepasin! Sudah dua hari ikan lele Babang belum kau kasih makan sayang" ucap Abraham mendorong pintu menggunakan pinggulnya dan membawa Maya memasuki ruangan Rahasia itu.
Maya memutar kedua bola matanya Ia tau betul arti ikan Lele yang Abraham sebut tadi.
"Tapi ini di kantor sayang! nanti ada yang melihat" ucap Maya sambil membelai wajah tampan suaminya.
"Tidak ada yang berani masuk sayangku! kita nikmati siang ini ya! Supaya adik Arthur cepat lahir" ucap Abraham meletakkan tubuh Maya diatas pembaringan.
Maya hanya mengangguk pelan walaupun Ia menolok tetap saja suami mesumnya itu akan melakukan berbagai macam cara supaya ikan lelenya bisa makan.
"Bram tapi pelan pelan ya! takut memble lagi seperti kemarin kemarin" ucap Maya sedikit takut mengingat peristiwa kemarin.
"Iya tenanglah sayang ikan lelenya sudah tidak pake helm lagi jadi kau Aman kali ini" ucap Abraham melucuti seluruh pakaian Maya dan melemparkanya di segala Arah.
Desahan demi desahan keluar dari bibir Maya menambah bringas Abraham untuk menuntaskan hasrat kelelakianya.
"Sayang tahan ya ikan lele mau menerobos masuk" ucap Abraham mengarahkan kej4ntananya ke arah benda sensitif Maya.
Maya menggigit bibir bagian bawanya seketika mendapat serangan dari ikan leleh beringat milik Abraham.
"Oh ..Oh ..Oh ...." hanya itu yang bisa keluar dari bibir kedua insan yang sedang memadu kasih itu .
Peluh keringat membasahi sekujur tubuh mereka berdua. Hampir sudah 1 jam Abraham menggarap Tubuh Maya dengan penuh nafsu hingga keduanya mengeluarkan erengan yang cukup Dasyat secara bersamaan.
"Ohh.............
Puluhan benih lele telah tertanam dalam rahim Maya tinggal menunggu waktu saja sampai benih itu dubuahi.
"Yang Tidurlah....Babang Akan menjagaMu" ucap Abraham meletakkan kepala Maya diatas dadanya
__ADS_1
Maya hanya mengangguk, semua tenaganya sudah terkuras habis oleh pertarungan barusan.
👉tetap like, coment ,vote ya ..jangan malu malu gratis kok.