
Ryo terus berjalan sempoyongan menujuh arah mobilnya dengan tubuh lunglai dan mata mulai sayup Ia membuka pintu mobilnya dan menutupnya dengan kasar .
Ryo menjalankan mobilnya dengan sedikit oleng kekiri dan kekanan untung saja waktu itu sudah menunjukkan pukul 4 dini hari jadi sudah tidak ada kendaraan yang lalu lalang.
Karna sudah tidak bisa fokus mengendarai mobilnya karena mabuk di sertai ngantuk Ryo menepihkan kendaraannya di sudut trotoar di pinggir jalan. Ryo menyandarkan kepalaya di stir mobilnya sambil memejamkan mata.
Tidak lama kemudian adzan subuh mulai terdengar ternyata tanpa Ryo sadari Ia memarkir mobilnya di depan sebuah mesjid.
Ryo membuka pelan matanya Ia memandangi bangunan mesjid itu dengan sangat lekat. Rio menyandarkan tubuhnya di jok mobil sambil menutup matanya mendegarkan merdunya suara Adzan.
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya 'alashshalaah (2x)
Hayya 'alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)
Tidak terasa Air matanya berlinang kumandan Adzan terdengar sangat merdu di telanganya seakan akan mencabit cabit perasaannya yang kelam.
__ADS_1
"TUHAN sehina ini kha aku di hadapanMU! dan Apa aku masih layak menuju jalanMu setelah apa yang kuperbuat selama ini ?ujarnya dengan sangat lirih sambil menghapus air matanya dengan telapak tanganya.
Ryo membuka pintu mobilnya perlahan dan melangkah menuju kearah mesjid. Ryo berencana membasuh wajahnya agar rasa mabuk serta ngantuknya sedikit hilang dan bisa kembali melanjutkan perjalan.
Setelah berada dalam lokasih mesjid matanya memandang ke dalam ada rasa ingin memasuki tempat itu tapi diurungkan karena bau alkohol yang sangat menyengat dari dalam mulutnya.
Lama Ryo berdiri di situ hingga melanjutkan niatnya kembali untuk membasuh wajahnya pada tempat biasa orang mengambil air wuduh.
"Ah ..segar " ucapnya setelah membasahi seluruh kepalanya.
Ryo megibas ngibaskan rambutnya agar air yang melekat disani berkurang.Setelah merasa cukup Ryo bergegas untuk kembali kearah mobilnya .
Belum juga ia melangkah seorang pria parubaya menghentikan gerakanya.
Ryo hanya menggeleng tanda bahwa ia tidak ikut sholat bukanya tidak sopan Ryo hanya menghindar karna saat itu bau Alkohol masih sangat terasa dalam mulutnya.
Ryo bergegas pergi meninggalkan pria parubaya itu untuk menghindari banyak pertanyaan darinya .
Baru tiga kali ia melangkah! kembali suara dari pria parubaya itu kembali terdengar.
"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" ucap Pria itu memberi salam.
Ryo sejenak berhenti mematung dan menjawab salam tersebut dengan sedikit terbata bata.
"waa....laikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap Ryo sambil berjalan tanpa memandang kearah pria tersebut.
__ADS_1
Pria parubaya itu cuman menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Ryo.
Ryo kembali memasuki mobilnya ia tersenyum mengingat kejadian barusan
seumur umur baru kali ini dia menjawab salam dari seseorang walau Ia sendiri tidak tau Artinya
Ryo kembali menjalankan mobilnya sambil senyum senyum sendiri mengingat peristiwa tadi.
Tidak butuh waktu lama Ryo kini tiba di depan pagar rumah miliknya.
Mendengar suara mobil dari Tuanya Ambo Tuo berlari kecil membukakan pintu.
setelah benar benar terbuka Ambo Tuo mempersilahkan Ryo masuk sambil menundukkan kepalanya tanda penghormatan kepada majikannya .
Ryo menjalankan mobilnya sangat pelan dan berhenti pas di depan Ambo Tuo sedang berdiri.
"Assalamu’alaikum" ucap Ryo sedikit tersenyum dan menjalankan mobilnya memasuki halaman rumah miliknya.
Ambo Tuo mendogak dan memutar mutar kedua bola matanya Ia seakan akan tak percaya apa yang barusan ia dengar dari mulut seorang Ryo.
"waa....laikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucapnya terbata bata sambil menepuk nepuk kedua pipihnya berkali kali.
Ambo Tuo menutup kembali pagar besi itu sambil mengorek telinganya dengan ibu jarinya.
👉Bagi Vote nya teman teman ....trimah kasih.
__ADS_1