
Sementara itu Ryo!semenjak pulang dari rumah sakit hidupnya sudah tidak karuan lagi, sudah satu pekan ini dia habiskan di Bar untuk minum minuman keras.
Entah sudah berapa banyak minuman telah dia habiskan malam ini. Mata dan wajahnya memerah akibat pengaruh dari minuman beralkohol itu.
"Nak maafkan Ayah !" ucapnya sambil menjatuhkan kepalanya diatas meja.
"Tuan bangunlah Anda sudah terlampau banyak minum" ucap waiters yang sedari tadi berdiri untuk menuangkan minuman pada gelasnya.
Dengan gaya mabuk Ryo menegadah matanya sayup memandang ke arah waiters tersebut.
"Mabuk katamu ha..ha.. Aku tidak mabuk aku hanya rindu pada Anakku Arthur! aku sangat berdosa padanya menelantarkanya sejak dia masih dalam kandungan ibu dan setelah dewasa aku beberapa kali hampir membunuhnya masih pantaskah aku di panggil Ayah baginya."ucap Ryo sedikit cegukan dan matanya berkaca kaca mengingat setiap peristiwa dengan Arthur
"Pasti Anak Tuan baik dan tampan tentunya seperti Tuan"Ucap waiters itu sedikit menghiburnya .
Mendengar orang lain menyanjung anaknya sontak Ryo bersemangat ingin menceritakan tentang Arthur walau hanya sedikit saja ia tentang Arthur.
"Anak saya tu baik ya mungkin karna didikan dari ibunya tidak seperti denganku yang hanya di didik untuk mencari uang dan uang tanpa belaian kasih sayang dan tak perna sekalipun di kenalkan dengan ilmu agama" ucap Ryo menyorot kedepan dengan tatapan kosong
Lama Ryo terdiam dan melanjutkan kembali ceritanya.
"Anak saya tampan ya sebelas dua belaslah dengan aku he he he" ujarnya sambil sedikit cengengesan membandingkan dirinya dengan Arthur.
Waiters ikut tertawa dengan tingkah lucu Ryo saat mabuk, coba saja saat tidak mabuk kau menertawainya seperti itu maka sudah di pastikan hancur hidup kau.
__ADS_1
Dari arah pintu nampak tiga wanita sedang memasuki ruangan itu mereka bercanda gurau dan sesekali mengeluarkan lelucon untuk menari perhatian para pengunjung.
Seorang dari mereka memandang kearah Ryo dari jarak jauh, beberapa kali matanya di kucak seakan akan tidak percaya kalau yang duduk disana itu adalah Ryo.
Sakin penasaranya wanita itu mendekati Ryo dan tersenyum manis .
"Sayang...." ucap wanita itu sambil memeluk Ryo erat dari Arah samping .
Ryo yang sedari tadi termenung mengingat Arthur sontak kaget karna seseorang tiba tiba memeluknya dan mencium pipinya.
Ryo berbalik dan melihat siapa gerangan yang berani memeluknya dan tiba tiba Amarahnya memuncak.
"Wanita J4lang ...pergi kau dari sini" ucap Ryo sambil mendorong tubuh Viona hingga terjatuh di lantai.
Tapi sayang tidak sedikitpun Ryo bergeming atau memandangnya Ryo asyik meneguk minumanya dari dalam gelasnya.
"Awas kau " ucap Viona dalam hati sambil berdiri dari duduknya.
"Boleh saya menemanimu minum sayang untuk malam ini saja" ucap Viona sedikit memohon.
Ryo tidak menggubris ucapan Viona Ryo hanya memandang kedepan dengan tatapan kosong dan sesekali Ia menyebut nama Arthur Anaknya.
"Arthur Anak Ayah " ucap Ryo diiringi cegukan karna pengaruh minuman itu.
__ADS_1
Viona yang mendengar Ryo menyebut Arthur anaknya melotot dan hampir saja bola matanya itu keluar lantaran kagetnya bendengar ucapan Ryo.
"Apa Arthur anak Maya adalah anakmu juga sayang bagaimana bisa?" ucap Viona memegangi bahu Abrahan dan mengguncangnya berkali kali untuk mendapatkan kepastian.
Ryo menepis dengan keras tangan Viona yang memegangi bahunya.
"Jangan menyentuhku lagi Aku jijik di sentuh wanita g4tal sepertimu" ucap Ryo sambil berdiri dan bergegas pergi meninggalkan Viona.
"Masa Ia Arthur itu anaknya Ryo dengan Maya ! kalau memang benar kecilah sudah harapanku untuk membalas wanita iblis itu,
pasti Ryo dan Abraham tidak akan tinggal diam. Sunggu beruntung Wanita itu dilindungi oleh dua pria yang sangat di takuti di negri ini" ucap Viona frustasi .
Tidak lama kemudia dia melangkah bergabung dengan kedua kawanya tadi.
"Kok mangsa kamu kau biarkan lepas Vio" ucap Fitry teman sejawab Viona .
Viona hanya terdiam ia terus memikirkan ucapan Ryo tadi .
"Kok melamun si mana bisa kau dapat pelanggan kalau wajahmu kau tekuk seperti itu" ucap Fitry lagi sambil tertawa bersama rekanya yang satu.
" Sial loe" ucap Viona memukuli mereka berdua.
Sejak Maya mencabut dana dan memutuskan kontrak dengan perusahaan milik keluarga Viona tidak butuh hitungan hari perusahaan keluarganya langsung bangkrut dan gulung tikar, dengan terpaksa Viona menjadi kupu kupu malam di Bar tersebut untuk menyambung hidup.
__ADS_1
👉satukan VOTE ya kawan kawan trimah kasih.