DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
151.MERAWAT RITA.


__ADS_3

Sementara itu dirumah sakit, seorang pria tampan sedang mendorong sebuah kursi roda yang diatasnya ada seorang wanita parubaya yang nampak sedang sakit keras.


Siapa lagi kalau bukan Ryo, sejak peristiwa itu Ryo hanya fokus merawat dan menjaga ibunya dirumah sakit.


Rita yang di vonis lumpuh oleh docter nampak sangat memprihatinkan sekali. Coba saja bayangkan perempuan yang dulunya berpenampilan modis kini terpuruk diatas kursi roda tanpa bisa berbuat apa apa lagi selain duduk manis disana.


Ryo membawa Ibunya jalan jalan mengelilingi area rumah sakit supaya Ibunya tidak merasa jenuh saat berada di rumah sakit untuk menjalani pengobatan.


"Apa mom senang hari ini! ucap Ryo terus melangkah sambil mendorong kursi roda Ibunya.


Rita hanya mengangguk karna saat ini kemampuan bicaranya juga sudah sangat berkurang bila pun Ia berbicara akan terbata bata kedengaran.


"Kalau begitu Ryo akan setiap hari mengajak mom jalan jalan! tapi mom harus janji harus menjalani pengobatan dan mendengar semua omongan docter disini"ucap Ryo sambil menundukkan kepalanya memandan ke wajah ibunya.


Rita berpaling memandanginya sambil tersenyum dan mengangguk.


"Oke kalau begitu ayo berangkat" ucap Ryo kembali mendorong kursi roda ibunya menyelusuri lorong rumah sakit.


Semua orang yang melihat kedua orang itu pasti tersenyum bahagia melihat keakraban antara ibu dan anak.


"Sore Nyonya Rita " ucap Docter Vian setelah berpapasan dengan mereka.


"So...le Doc ....vi....an " ucap Rita terbata bata menjawab salam dari Docter Vian.

__ADS_1


"Tumben mak lampir ini menjawab salam dari docter Vian! Dulu waktu sehat mana mau Ia menjawab, melihat kami saja Ia merasa jijik. Mungkin setelah sakit baru Tuhan memberinya hidayah! Syukurlah Tuhan masih memberinya kesempatan untuk merenungi kesalahanya." ucap Perawat dalam hati yang sedari tadi mengikuti Docter Vian dari belakang.


"Tuan Ryo! Silahkan lanjutkan jalan jalan sorenya bersama Nyonya Rita, kami berdua mohon pamit mau memeriksa pasien lain" ucap Docter Vian kepada Ryo.


"Iya Docter Vian! selamat menjalankan Tugas" Balas Ryo .


Docter Vian melangkah meningggalkan mereka berdua diikuti perawat yang sempat sempatnya mengedipkan mata kearah Ryo.


Ryo yang melihat hal itu membuatnya mengedipkan bahunya merasa geli.


Kembali mereka melanjutkan perjalananya hingga mentok di aula rumah sakit.


Aula rumah sakit sore itu lumayan ramai karena pihak rumah sakit memasang televisi ukuran jumbo untuk menghibur para pelawat atau pasien yang bosan hanya berada di dalam bilik terus.


Rita lagi lagi hanya bisa mengangguk sambil menatap layar tivi yang ada di hadapan mereka saat itu.


Dan tiba tiba keduanya melotot ketika melihat Arthur muncul di layar tivi sedang melakukan wawancara dengan para reporter.


"Mom Arthur mom! Anak Ryo" ucap Ryo melompat kegirangan saking rindunya dengan anaknya itu ..


"I...y...a ......Att...hu...." balas Rita tersenyum sambil bertepuk tangan gaya orang kena strock.


Semua mata memandangi mereka berdua tapi sama sekali tidak dihiraukan oleh Ryo dan Rita mereka terus saja meneriaki Arthur yang ada didalam sana.

__ADS_1


"Tuan Arthur! Kenapa Anda begitu cepat mengganti Tuan Abraham sebagai Icon AMANDA tivi" tanya seorang reporter kepada Arthur saat itu.


"Aku menggantinya karna lebih banyak lebih menarik dan lebih ke kinian di banding Abraham" ucap Arthur dengan tegas.


"Kira kira siapa yang menjadi kandidat Anda selanjutnya setelah menggantikan Tuan Abraham sebagai Icon" kembali seorang wartawan meluncurkan pertanyaanya kepada Arthur.


"Mungki Aku kali" ucap Arthur sambil berlalu meninggalkan para reporter dan para wartawan.


Ryo mengerutkan dahinya ada hal aneh yang menjanggal dalam hatinya. Setiap jawaban Arthur seakan akan tak suka dengan Abraham.


"Apa yang terjadi antara Arthur dan Abraham" ucap Ryo yang di penuhi dengan tanda tanya besar.


"Mom Ayo masuk bilik sebentar lagi Mom harus minum obat supaya Mom lekas sembuh" ucap Ryo sambil melepas kedua rem kursi roda milik ibinya.


"T..a.pi ..Att..hu..Mo.m ..Ma ..u Mi..nta ma ..af " ucap Rita terbata bata memandang kearah Ryo.


"Iya nanti Ryo ajak Arthur kemari ya! tapi Mom harus sembuh supaya Arthur tidak sedih melihat Neneknya sakit" ucap Ryo memegang tangan Rita.


"L..y o ..jan.. ji .." ucap Rita masih terbata bata.


Ryo tersenyum lebar sambil mengangguk


"Aku harus ketemu Leon, Dia pasti tau semuanya" ucap Ryo sambil terus mendorong Ibunya menuju kearah bilik.

__ADS_1


👉sudah puas bukan Ayo beri like, coment ,vote yang banyak ka gratis ji kodong ....upss besok libur ....tapi up di Novel Anak terbuang dan ceo dingin ..kalau ada waktu mampir ya.....makasih.


__ADS_2