DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
141. ANCAMAN RITA.


__ADS_3

Sementara itu di perusahaan AMANDA grup, Abraham dan Maya sudah sedari pagi ada di perusahan megah itu.


Maya ikut Abraham karena ada rapat mendadak yang diadakan oleh para pemegang saham untuk membahas pembagian keuntungan di antara para pemegang saham di AMANDA grup.


Ryo juga ikut dalam rapat tersebut karna Ia termaksud pemegang saham terbesar setelah Maya.


"Trimah kasih semua atas kehadiranya!


maaf sebelumnya rapar bulanan kali ini terpaksa diadakan secara mendadak karna ada diantara pemegang sahan tidak menerima hasil pembagian keuntungan yang telah kita sepakati bersama" ucap Abraham membuka acara rapat siang itu.


Para pemegang saham saling memandang satu dengan yang lain, mereka masing masing merasa heran karna sejak berdirinya AMANDA grup baru kali ini ada yang protes tentang pembagian keuntungan yang di dapat masing masing pemegang saham.


"Tuan Abraham bisa beri tau kepada kami siapa orang yang tidak menerima kebijakan yang telah kita sepakati sebelumnya" ucap pak Rudy selaku pemegang saham paling senior di AMANDA grup.


Alama Abraham berpikir dan seketika menghembuskan dengan kacar.


"Pak Rudy bisa tanya sendiri kepada Ryo" ucap Abraham memandang kearah Ryo.


Ryo yang tadinya sibuk dengan kertas yang ada di depanya itu segera mengangkat kepalanya memandang kearah Abraham.


"Apa maksud Kau menyebutKu seperti itu" ucap Ryo yang tidak terimah disebut orang yang tidak menerimah hasil keputusan rapat yang telah disepakati bersama.


"Iya Kau pasti tau kalau Nyonya Rita telah menulis surat kepadaKu bukan! Dan Ia tidak terimah dengan hasil pembagian keuntungan AMANDA grup yang telah kita sepakati bersama"ucap Abrahan begitu santai.


"Kau pasti bohong mana mungkin ibuku berani melakukan itu tanpa memberi tauku terlebih dulu " balas Ryo yang tidak terimah kalau ibunya dikatai seperti itu.


"Kau bisa baca sendiri ini! Leon berikan surat ini kepada Ryo" Ucap Abraham kepada Leon sambil menyodorkan Amplop putih berisi surat yang Rita kirim langsung ke padanya.

__ADS_1


Leon mengambil Amplop surat itu dan menyerahkannya kepada Ryo. Ryo segera mengambil Amplop surat dari tangan Leon dan langsung membacanya.


Tiba tiba matanya terbelalak melihat isi surat dari ibunya itu.


"Mom! Kau sungguh sudah sangat keterlaluan! Apa mom belum puas juga dengan harta yang selama ini kita dapatkan dari perusahaan Nenek AMANDA" gumam Ryo dalam hati setelah membaca isi surat dari ibunya itu.


Ruangan itu terasa begitu hening walau nampak banyak orang di dalamnya..


"Para rekan rekan sekalian atas nama Ibuku Saya mohon maaf sedalam dalamnya kepadakalian semua" ucap Ryo berdiri dan menundukkan kepalanya.


Para pesarta rapat dibuatnya tertegun, selama sejarah hidup mereka baru kali ini mereka melihat dan mendengar sendiri seorang Ryo meminta maaf langsung kepada mereka.


Ryo yang dulunya CEO arogan, dingin dan pantang minta maaf kepada orang lain kini tertunduk lemas dihadapan mereka.


Kembali suasana hening, mereka semua sibuk dengan pikiran mereka masing masing.


Mulai dari pemilik saham terbesar, Ryo harus terdepak jadi CEO di gantikan Abraham, keluarga Ryo sedikit demi sedikit tersingkir dari AMANDA grup dan perusahaan perusahan yang ingin menekan AMANDA grup semuanya tidak berkutip oleh kepemimpinan Abraham dan Maya yang notabene adalah pemilik saham terbesar di perusahaan itu.


Tidak lama kemudian keheningan pecah oleh suara gaduh yang terdengar dari arah luar ruangan rapat.


"Biarkan Aku masuk ! Aku ingin menemui Abraham dan wanita iblis itu!" ucap seorang wanita paruh baya yang berteriak teriak di luar ruang rapat sehingga sangat jelas terdengar dalam bilik ruang rapat itu.


"Maaf Nyonya! Anda tidak boleh masuk karna di dalam sedang diadakanrapat penting, Jadi mohon pengertianya untuk tidak mengganggu jalanya rapat" Ucap seoran staff yang terus mencegah Rita untuk menerobos masuk kedalan ruang rapat itu.


Sementara di dalam ruang rapat mendengar suara Ibunya, Ryo langsung bergegas berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menuju arah pintu keluar.


Dengan tergesah gesah Ryo membuka daun pintu itu dan melihat Ibunya sedang merontah rontah karna di halangi seorang staff pria untuk masuk kedalam ruanga.

__ADS_1


"Mom..! cukup jangan membuat kegaduhan di tempat ini" ucap Ryo sambil mendekati Ibunya itu.


"Apa kataMu kegaduhan! Ryo coba lihat Abraham dan wanita iblis itu sudah menipu kita dengan mengambil sebagian keuntungan dari saham yang kita pegang sekarang ini" ucap Rita membentak Ryo karna tidak terimah dengan hasil keuntungan yang iya terimah untuk bulan ini.


"Cukupkanlah kegilaan mommy itu! Abraham dan Maya sama sekali tidak melakukan kecurangan sedikitpun seperti yang mommy tuduhkan! Bulan lalu kami mengadakan rapat! setiap keuntungan dari pemegan saham bulan ini akan di sumbangkan 5 % untuk membantu bencana di negara kita ini dan itu Ryo sudah setujui jadi bagian mana coba yang menurut Mommy merasa tertipu oleh mereka berdua" ucap Ryo menerangkan secara panjang lebar kepada Rita.


"Kau ini sudah berpihak kepada mereka berdua! Guna guna apa yang mereka berikan kepadaMu sehingga Kau kini sudah berani menentang Mommy Ah! Atau jangan jangan Karna anak haram kalian berdua itu sehingga kini Kau sudah tidak mengganggap Aku sebagai ibuMu lagi" ucap Rita begitu emosi kepada Ryo karna Ia merasa Ryo sudah tidak berpihak denganya lagi.


Artuh yang sedari tadi tiba bersama Jonathan dan Diana di tempat itu sangat geram mendengar Rita menyebutnya anak haram. kedua tanganya di kepalkanya lurus kebawah menahan amarah.


"Cukup Mom! Arthur itu anak sah bukan anak haram! Dia sudah Ada sebelum cerai, jadi bagian mana lagi yang ingin Mommy pungkiri" Ucap Ryo membela Arthur.


"Bisa saja kan Ia berhungungan dengan pria lain sebelum berhubungan denganMu" balas Rita yang tidak mau kalah.


Maya yang baru tiba bersama Abraham dan pemegang saham lainya di tempat itu sangat geram mendengar ucapan dari Rita.


"Hentikan ucapMu itu Nyonya Rita! jangan Kau coba coba bandingkan Aku dengan Viona menantu kesayanganMu itu, yang relah memberikan tubuhnya untuk di garap oleh suamiMu sendiru" ucap Maya dengan emosi.


Semua orang yang baru mendengar kabar itu kembali riuh dibuatnya, Ada yang merasa jijik ada pula yang hanya saling melemparkan mata sebagai ungkapan heran.


"Sunggu berani Kau menentangKu wanita iblis dan mempermalukanKu di tempat ini! Ryo tarik semua saham kita yang ada di perusahan ini supaya mereka tau berapa besar kekuatan kita di perusajaan ini" ucap Rita kepada Ryo dan tersenyum sinis di hadapan mereka semua.


Kembali pemegang saham di bikin heboh oleh ucapan Rita barusan mereka saling menatap dan mengedipkan bahu.


"Kalau Ryo menarik sahamnya di AMANDA grup kemungkinan besar kita mengalami krisis modal yang cukup banyak dan entah dimana kita akan mencari pengusaha yang bisa membantu menanamkan modalnya keperusahan AMANDA grup? Ucap salah satu pemegang saham kepada pemegang saham lainya.


"Iya betul kataMu! Dan lagian siapa yang mau menanamkan modalnya yang terbilang sangat besar seperti yang dimiliki Ryo ."Balas pemegang salam satunya.

__ADS_1


👉hay silessurang ogiku dan teman yang ada di seluruh indonesia jangan lupa ya like, coment dan vote masih selalu author tunggu trimah kasih.... gratis kok


__ADS_2