DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
164. KE TKP.


__ADS_3

Abraham terus berlari menuju pintu lift pria itu sangat emosi saat pintu lift lama sekali terbuka.


"Sial ! ucap Abraham sambil menendangi pintu lift tersebut.


"Sabar Tuan! Ptoses bukanya memang sepersekian detik" ucap Jonathan yang melihat Abraham yang sudah tidak sabar lagi ingin turun ke bawah.


Tidak lama kemudian pintu lift terbuka , Abraham dan Jonathan langsung memasuki lift tersebut hingga lift mambawa mereka mentok di lantai dasar.


Pintu lift terbuka dengan sendirinya dan mereka berdua langsung keluar dan berlari menuju pintu keluar AMANDA grup.


Benturan demi benturan dengan orsng lain sudah mereka tak hiraukan lagi pokoknya diotak mereka harus cepat sampai di lokasi dimana Diana sedang berada di sana.


Abraham membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi. Sebenarnya , Jonathan ingin mencegahnya mengemudi disaat kondisi pikiranya saat itu tidak stabil tapi, apa boleh buat Ia hanya bisa diam dan pasrah dari pada Dia tidak di izinkan untuk Ikut.


Abraham melajukan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi, Ia tak peduli lagi dengan keselamatanya saat itu, yang ada di pikirannya saat ini bagaimana menyelamatkan Arthur yang sekarang ini dalam bahaya.

__ADS_1


Klakson mobilnya berbunyi bising di sepanjang jalan yang mereka lewati, Ibalat mobil Ambulance membawa pasien yang sedang sekarat.


Mendengar klakson mobil Abraham semua pengendara lain langsung menyingkir. Jonathan hanya berpegangan kuat di sudut mobil sambil berdoa. Nyawanya sekarang di ujung tangan Abraham.


Polisi yang saat itu sedang bertugas memberi peringatan kepada Abraham tapi sama sekali tidak di gubrisnya, Abraham terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh andai saja gas mobil masih ada mungkin masih Ia menambah kecepatan mobilnya tersebut tapi, sayang gasnya sudah mentok hanya sampai di situ saja.


Tak lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi sudah berbelok memasuki jalan seroja. Nampak dari jauh Diana sudah tak berdaya diatas aspal. Gadis itu tengah meringis kesakitan memegangi jarinya yang di injak preman tadi.


Abraham menghentikan mobilnya dan segera turun dari dalam mobil.Jonathan pun melakukan hal yang sama di lakukan oleh Abraham.


"Nak Apa yang terjadi? ucap Jonathan mengangkat tubuh anaknya dari atas aspal.


"Kira kira siapa yang berani mengusik keluargaKu. Apa Dia sudah tidak sayang dengan Nyawanya lagi.? Kalau begitu bawah Diana kerumah sakit kemudian hubungi Leon tapi jangan sampai Maya tau Aku kuatir Dia akan berbuat di luar kendali kalau mendengar anak kesayanganya diculik. Aku akan tunggu kalian Di markas" ucap Abraham menarik gagang pintu mobilnya.


Tiba tiba dua mobil polisi mendekati mereka.

__ADS_1


"Ada apa lagi ini" ucap Abraham menundukkan kepalanya dengan geram dan menendang ban mobil sportnya.


"Siang Tuan Tuan ...!" ucap Polisi tersebut kepada mereka.


"Iya siang ..! Ada apa ? ucap Abraham mengangkat kepalanya menghadap ke arah para polisi yang sudah berdiri di dekatnya.


Semua polisi saat itu tercengang dan melotot ketika melihat siapa yang berdiri di depanya saat itu.


"Eh Tuan Abraham kami mohon maaf! Kalau begitu kami undur diri dulu karena masih banyak yang harus kami kerjakan" Balas para polisi itu dan berlalu meninggalkan mereka bertiga.


Sungguh kekuatan dan ketenaran seorang Abraham mengalahkan segalanya hingga aparat pemerintah sekali pun segan untuk menyentuhnya! tapi bagai mana dengan Maya apa Ia bisa berkutik di hadapan wanita cantik itu, mari kita buktikan nanti?


Abraham kembali menjalankan mobil mewahnya menuju gedung rahasia yang mereka sebut dengan markas rahasia.


Sedangkan Jonathan berbalik arah menuju rumah sakit terdekat untuk mengobati luka Diana.

__ADS_1


Catatan: bagi yang mau gabung dalam grup chat silahkan author nunggu di sana ada pertanyaan author akan balas disana oke sapai jumpah disana author tunggu sambil kenalan satu sama lain makasih.


👉tetap bagi like, comen ,rate bintang 5 juga vote ya ..gratis kok ntar malam baru di lanjut lagi ya ....trimah kasih.


__ADS_2