
Abraham terus saja mengendarai mobilnya terkadang pertanyaan silih berganti dalam benaknya kenapa Mia dan Mitha tumben tumbenya ke Indonesia.
"Ada hal apa sampai tante dan Mitha ke indonesia! setau Aku tante Mia itu menjalankan bisnis Almarhum suaminya di Amerika sana! Apa beliau membentangkan bisnisnya di negara ini juga?" ucap Abraham sambil fokos melajuhkan mobilnya kearah bandara.
Tidak lama kemudian mobil yang Ia tumpangi kini memasuki area bandara. Suasana bandara saat itu terlihat sangat ramai. Hilir mudik penumpang, pilot dan karyawan bandara terlihat memenuhi area bandara.
Abraham mematihkan mesin mobilnya setelah memarkirnya di tempat yang aman, Abraham mengambil kaca matanya dan menggantungnya di selah kacing bajunya dan barulah Iya keluar dari dalam mobil.
Dari kejauhan nampak Mia dan Mitha melambaikan tangan kearah Abraham.
Abraham melangkah dan mendekati mereka berdua.
"Kenapa lama sekali si kak! ucap Mitha manja kepada Abraham.
"Ini juga sudah termasuk cepat" ucap Abraham santai.
"Sudah sudah Ayo kita ke hotel milikMu! tante sudah sangat lelah seharian naik pesawat! ucap Mia menghentikan perdebatan ringan mereka berdua.
Ketiganya melangkah menuju arah mobil dan masuk kedalam mobil sana.
Tidak lama kemudian Abraham melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju hotel miliknya.
Sementara itu Maya dan Naomi sedang menuju suatu tempat untuk menemui seseorang dengan menggunakan taxi online yang di pesan khusus oleh Maya melalui aplikasi dalam handponenya.
Hanya butuh waktu 20 menit saja mereka sudah tiba di sebuah hotel megah yang berdiri tegak di pertengahan kota.
__ADS_1
Mereka berdua keluar dari dalam taxi dan melangkah menuju pintu masuk hotel tersebut.
"Bu sebenarnya kita mau bertemu siapa di hotel ini! ucap Maya.
"Ada de, pokoknya ikut saja nanti juga kau tau" ucap Naomi melangkah masuk kedalam hotel.
Kini mereka memasuki lift dan lift membawah mereka naik keatas. Tidak lama kemudian lift berhenti dan membuka otomatis pintunya.
Kembali keduanya melangkah menuju kesebuah kamar bernomorkan 107.
Setelah tiba di depan pintu Naomi mengetuk daun pintu dan tak lupa mengucap salam.
Dari arah pintu seorang gadis cantik kira kira berumur 27 tahun sedang mengintip sebelum membukakan mereka berdua pintu.
"Nyonya Naomi ...! Silahkan masuk" ucap sang wanita itu sambil membukakan mereka pintu.
"Kenapa Nak Tiara ada di kota ini! dan Di mana Bi Ina? Kenapa Beliau tidak nampak ada disini ! ucap Naomi memandang lekat pada wanita manis yang sedang meremas jari jarinya yang di letakkan diatas pahanya.
Masih ingat bukan dengan Bi ina, pengasuh Naomi di Amerika dulu dan kemudian kembali ke indonesia tepatnya di sulawesi barat (topoyo). Na Tiara ini adalah anak gadis beliau, kalau kalian melompati part Naomi dulu pasti bertanya tanya siapa Bi ina jadi author jelasin edikit disini...ayo lanjut lagi.
"Ibu sudah meninggal Nyonya" ucap Tiara dengan bola mata berkaca kaca.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" ucap Maya dan Naomi bersamaan.
"Astaga kenapa Nak Tiara tidak memberi kabar kepada Ibu" ucap Naomi
__ADS_1
"Maaf Nyonya ! Saya benar benar lupa kala itu pasalnya Aku binggung mengurus pemakaman Ibu dan suamiKu seorang diri" Balas Tiara dengan berlinang Air mata.
"Sebenarnya apa yang terjadi! Kenapa kebetulan begitu Ibu dan suamimu meninggal secara bersamaan? ucap Naomi sambil membelai belai punggung wanita malang itu.
Lama Tiara terdiam, Gadis itu menghirup nafas dalam dalam dan menghempaskanya dengan pelan.
"Meraka berdua kecelakaan, Daeng Rizal suamiku, mengantar Ibu ke pasar pagi itu menggunakan kendaraan bermotor tapi naas, sebuah truck bermuatan kelapa sawit menghantam meraka berdua ketika ingin menyembrangi jalan. keduanya meninggal di tempat saat itu juga" ucap Tiara terisak.
"Astaga Naas betul nasib gadis ini!" ucap Maya dalam hati sambil memandang lekat kearah Tiara.
Lama mereka bertiga terdiam hingga Naomi kembali mengeluarkan suara.
"Sudalah Nak! Kau jangan larut dalam kesedihan! Alm. Ibu dan suamiMu pasti merasa sedih di atas sana bila melihatMu seperti ini" ucap Naomi membelai rambut panjang gadis Itu.
Tiara menggangguk pelan mendengar ucapan dari Naomi.
"Terus apa rencana Nak Tiara sekarang" ucap Naomi lagi.
"Aku tidak Tau Nyonya! Apa lagi saat ini Tiara sedang mengandung memasuki usia 3 bulan! Tiara benar benar binggung" ucap Tiara sambil menundukkan kepalanya.
Maya dan Naomi saling menatap satu sama lain mendengar ucapan Tiara kalau dirinya sekarang ini sedang dalam keadaan mengandung 3 bulan.
"Begini saja! sore nanti Nak Tiara bersiap siap! seseorang akan mejemputMu untuk mengantarkanMu ke rumah Ibu" ucap Naomi kepada Tiara.
"Trimah kasih banyak Nyonya" balas Tiara.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Maya dan Naomi meninggalkan tempat itu.
👉Like , coment dan votenya masih Author tungguin ...gratis kok jangan pelit pelit ya ....makasih banyak.