
Malam kini semakin larut , maya saat ini tidak bisa memejamkan mata , bayangan bayangan abraham seperti film yang setiap saat bisa ia putar.
"hufff...... kenapa wajah bram dan bram terus yang ada di hadapanku seolah olah dia berdiri nyata disana ! Apa pria itu main dukun ha ha ha " ucap maya asal sambil cengengesan sendiri .
Maya bangun dari tempat tidur dan berjalan mengambil segelas air yang tergeletak atas nakas.
Setelah dahaganya terobati maya kembali ke tempat pembaringan , tapi sekarang dia tidak menidurkan tubuhnya kembali tapi malah memposisikan dirinya duduk diatas kasur dan menggantung kedua kakinya.
maya mengambil handpone yang sedari tadi tergeletak diatas kasurnya dan mencoba menyalakan . ia berencana menghubungi abraham tapi gensinya mengalahkan ke inginanya.
Maya memati hidupkan handponenya entah sudah berapa kali kejadian yang sama itu dia lakukan.
"H.a.hhh ......." ucap maya yang merasa frustasi
Maya kembali mengambil mesin pipih miliknya itu dan menarik napas dalam dalam dan mengeluarkanya dengan kasar .
Maya mencari nama abraham dan menekan tombol panggil, tidak berapa lama bunyi tut ..tut..tut...sudah kedengaran disana .
__ADS_1
Disaat kata hallo keluar dari mulut si penerima maya langsung memutuskan sambungan handponenya ..
" h ..ah ..malu banget malu malu malu " ucap maya sambil membaringkang tubuhnya diatas kasur lalu berguling kesana kemari .
Tidak lama kemudian kini gilirang handponenya berbunyi , maya mengambil benda itu yang sengaja di letakkan di dekatnya untuk mempermudah ia mengambilnya sewaktu waktu .
Di layar handpone tersebut tertera nama abraham yang sedang memanggil.
Maya menarik nafas dalam dalam kemudian menekan tombol hijau .
"Hallo ada apa bram ? kok malam gini nelpon " ucap maya yang tak merasa bersalah .
"Adu maaf bram tadi salah pencet " ucap maya gugup sambil sesekali memukul jidadnya .
" Oh tidak apa apa kok jangan sungkan menelpon bila ade butuh seseatu tetapi Kalau suatu saat nanti kamu rindu padaku, maukah kamu memberitahuku? Agar aku bisa langsung berlari menemuimu.โ ย ucap abraham sambil cengengesan .
mendengar kata itu maya hanya menutup wajahnya dengan selimut , rasa malunya kini di level level akhir.
__ADS_1
" bukan itu bram ! saya hanya ingin bilang kalau besok kau tidak sibuk , aku akan ke kantor untuk menandatangani berkas yang terlupa disaat rapat tahunan waktu itu " kilah maya yang tidak tau harus bicara apa lagi ke abraham .
" iya datanglah aku akan menunggumu dengan senang hati tapi tolong bawahkan aku ......!?" ucap abraham menggantung ucapanya .
"bawahkan apa bram?" ucap maya yang sangat penasaran .
" tolong bawahkan aku pecahan hatimu agar pecahan hatiku yang hilang dapat kusatukan dengan pecahan hatimu yang kau bawah sendiri untukku, sehingga hati kita bisa kita padukan dalam satu hati " ucap abraham yang masih senang merayu maya .
Maya yang mendengar rayuan rayuan maut abraham langsung mematikan panggilan , iya kembali menutup wajahnya dengan selimut tapi satu matanya masih bisa kelihatan .
Maya mencoba memejamkan matanya tapi tetap saja tidak bisa .
" Oh TUHAN apa ini benar benar rindu atau cuman sekedar mengagumi saja " guman maya sembari menutup matanya .
tidak lama kemudian suara nafasnya mulai teratur , mungkin karna kecapean atau sudah kenyang dengan rayuan maut abraham, maya kini sudah masuk di dalam alam bawah sadarnya dengan sangat lelap.
๐hallo silessurang ogiku dan kawan kawan dimanapun kalian berada jangan lupa like, **coment, vote , favorite dan rate bintang lima yang banyak ya ....gratis kok ...makasih ๐
__ADS_1
@Bersambung**@