DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
84 . D K J


__ADS_3

Naomi tiba tiba masuk membawa tiga gelas minuman Ia meletakkan minuman di atas meja dan menyuguhkan kearah Abraham dan Maya sedangkan yang satunya untuk dirinya sendiri .


"Silahkan di minum Nak Bram " ucap Naomi mempersilahkan Abraham .


"Trimah kasih Bu " ucap Abrahan sambil mengangkat gelas kecil itu dan menyerupnya dengan sangat pelan .


"Gimana nich kesepakatanya ? ucap Naomi memandangi keduanya .


" Kesepakan Apa maksudnya Bu?" Ucap Maya yang tidak mengerti maksud dari Naomi .


" Hem.....Menyatukan KDJ! " ucap Naomi sambil ikut meminum kopi miliknya .


"DKJ ...?" ucap Abraham dan Maya serentak .


Noami hanya tersenyum melihat kekompakan mereka berdua .


" Iya DKJ ...duda ketemu janda he ..he ..he ! ucap Naomi sambil sengegesan .


Ucapan Naomi kembali membuat pasangan yang tidak berpacaran itu tapi mau menikah dibuatnya malu .


Dari Arah tangga Arthur melangkah mendekat keruang tamu , matanya tertujuh pada sosok pria tinggi besar sedang bercengrama dengan ibu dan neneknya .


Arthur mempercepat langkahnya setelah mengetahui Abraham sedang ada disana .


"Ayah Abraham....." ucap Arthur yang masih jarak 5 meter dari mereka beriga .


Mendengar seseoran memanggilnya Abraham membalikkan tubuhnya dan tersenyum kepada sang pemanggil .


"Kemarilah Ayah kangen ...." ucap Abraham merentangkan tanganya .

__ADS_1


Melihat Abraham merentangkan tangan Arthur ikut merentangkan tangan keduanya kini saling berpelukan erat .


"Aku rinduh ayah ...." ucap Arthur dengan mata berkaca kaca .


"Ayah juga merindukanmu " balas Abraham sambil membelai lembut rambut arthur .


Melihat hal itu Maya dan Naomi tersenyum melihat jalinan kasih Antara anak dan ayah walau tidak sedarah .


Arthur memerlukan figur seorang ayah dan Abraham merindukan seorang anak bisa dibilang mereka berdua saling melengkapi .


" hem ..Arthur sudah melupakan Ibu padahal Ibu loh yang melahirkan dan membesarkan Arthur hingga saat ini " ucap Maya yang merasa Arthur lebih memilih memeluk Abraham dari pada dirinya .


Mendengar hal itu Abraham dan Arthur melepas pelukanya mereka berdua saling memandang satu sama yang lain sambil menaikan bahu masing masing tanda tidak mengerti atas ucapan maya .


" Ibu ini cemburuan bangat masa peluk Ayah saja tidak boleh " ucap Arthur sambil melangkah diduduk di samping Maya dan memeluknya dari samping.


Melihat tingkah Arthur , Maya cuman tersenyum dan mengelus rambut anaknya itu dengan kasih sayang


" Ayah kenapa berdehem Apa ayah juga cemburu jika Arthur memeluk ibu ? ucap Arthur memandangi Abraham .


Abraham merasa sangat malu sepertinya Ia harus membuang rasa posesif yang tidak beralasan itu .


" Ah masa shi dengan Arthur saja aku harus semburu " ucap Abraham dalam hati sambil menggaruk garuk lehernya dengan tujuan menetralkan kembali rona mukanya .


Naomi hanya menggeleng geleng kepala melihat drama korea yang sedang siaran langsung dihadapanya .


"Ibu ke dapur Ah ibu takut terkena virus bucin" ucap Naomi berdiri dan melangkah kearah dapur .


"Bu hari ini Arthur mau kerja! Arthur bosan tinggal dirumah badan Arthur seakan ingin remuk bila tidak melakukan aktifitas sama sekali " ujar Arthur memecah keheningan sambil menatap ke arah Ibunya

__ADS_1


"Tapi apa kondisimu sudah membaik Nak ? ucap Maya menatapi anaknya


" Iya bu Arthur sudah pulih seperi sedia kalah coba ibu perhatikan ? ucap Arthur sambil melakukan gerakan lari di tempat melompat lompat dan menggerak gerakkan tubuhnya kiri dan kanan


Melihat kelakuan Arthur Maya dan Abrahan ketawa terpintal pintal .


" Baiklah ibu izinin asal Arthur jaga kesehatan dan pola makan teratur ya ! ucap maya .


" Oke bu siap laksanakan " ucap Arthur sembari meminta izin mengambil tasnya di bilik kamarnya .


Kini tinggal Maya dan Abraham berdua di ruang tamu tersebut .


" Dek entar malam babang hubungi ya kita video call" ucap Abraham dengan rada rada berbisik .


" Tidak bisa Bram saya pake kartu GSM beda dengan kamu punya takut ongkosnya akan mahal ! ucap Maya yang menolak halus keinginan Abraham .


" Kalau kita beda kartu GSM, itu tidak masalah bagi Babang asalkan nantinya nama Babang dan Ade ada di kartu Keluarga yang sama" ucap Abrahan cengegesan .


" Ayah Babang itu Apa ? ucap Arthur yang baru tiba di tempat itu dan mendengar sekilas Abraham menyebut kata babang .


" Ea..Anu ..........." ucap Abraham tidak tau harus berkata apa .....


" Babang itu Aki Aki yang kena puber stadium akhir " ucap Maya memotong ucapan Abraham sambil cengegesan melihan tingkah Abraham yang salah tingkah .


" Na itu maksud Ayah! ......Tegah banget si ade "ucap Abrahan sangat pelan tapi masih bisa di dengar oleh Maya


Arthur cuman mengangguk entah mengerti atau tidak ucapan Ayah dah ibunya itu .


👉 Ayo kawan kawan budayakan

__ADS_1


Like , vote , comen serta rate bintang lima


yang banyak ya .....makasih .


__ADS_2