DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
159. MAKAN BERSAMA DI CAFE ANDY.


__ADS_3

Maya dan Naomi melangkah tanpa memperdulikan teriakan dari Abraham. Keduanya terus melaju meninggalkan tempat itu.


Kini mereka berdua sudah berada dalam sebuah taxi menuju ke kediaman mereka .


"Nak kau tidak apa apa bukan? ujar Naomi setelah mereka berada dalam taxi.


"Iya Bu Maya tidak apa apa kok! jadi Ibu tenang saja, bukankah Ibu sendiri sudah tau beraoa beratnya penderitaan yang selama ini Maya hadapi. jadi, Masalah yang tadi cuman sepercikan debu saja buat Maya! ucap Maya sedikit tersenyum kepada Naomi menandakan dirinya itu baik baik saja sekarang ini.


Noami mengangguk pelan walau Ia tau kalau wanita yang ada di hadapaya sekarang ini tak mungkin akan baik baik saja.


Wanita yang mana si yang tidak akan sakit hati bila melihat suaminya dengan wanita lain keluar dari dalam bilik hotel?.


Keduanya terdiam! hening terasa dalam mobil itu, hanya suara mesin mobil yang kedengaran dari dalam mobil serta klason kendaraan lain sesekali menghiasi pendengaran teliga mereka.


Tidak lama kemudian, handpone milik Maya bergetar dalam tas yang di letakkan diatas pangkuanya.


Lamunan Maya seketika buyar dengan bunyi yang berasal dari handpone dalam tasnya.


Maya mengambil handpone tersebut dan melihat nama sang pemanggil.


"Arthur ! Hallo Nak ada apa kau menelpon Ibu? ucap Maya setelah mengangkat panggilan dari Arthur.


"Bisa Ibu dan Nenek ke cafe Andy sebentar, Sudah lama kita tidak perna makan bersama" balas Arthur dari ujung habdpone.


"UM..gimana ya! Tunggu Ibu tanya Nenek dulu" ucap Maya.


"Ibu bagaimana! Apa ibu mau ke tempat Arthur? ucap Maya sambil menutup micropone handponenya dengan telapak tanganya.


Naomi cuman mengangguk menandakan setuju.

__ADS_1


"Baiklah kami akan kesana! Tunggu kami barang 10 menit kami akan segera tiba disana" ucap Maya .


"Baiklah Bu! Arthur akan menunggu kalian, Assalamu alaikum" balas arthur .


"waalaikum salam" ucap Maya sambil menutup panggilannya.


"Pak bisa bapak mengantarkan kami ke tempan ini?" ucap Maya memberikan sebuah kertas dari dalam tasnya kepada pengemudi taxi.


"Tentu Nyonya dengan senang hati" ucap sang supir tanpa mengalihkan pandanganya karna lagi fokus mengemudi.


Kini taxi yang mereka tumpangi berbalik arah menuju ke cafe Andy di mana Arthur sedang menunggui mereka berdua.


Tidak butuh waktu lama dari kejauhan kini gedung yang bertuliskan Andy cafe sudah terlihat dari dalam taxi.


Sang pengemudi taxi segera membelokkan taxinya kedalam halaman cafe tersebut.


"Tapi ini lebih Nyonya! ucap sang pengemudi.


"Ambillah sebagai ucapan trimah kasih kami" balas Maya .


"Kalau begitu trimah kasih banyak Nyonya! semoga amal ibadah Nyonya di terimah disisi Allah subahana wataala...Aamiin" ucap sang supir dengan riang .


Maya dan Naomi tersenyum dan melanjutkan langkahnya memasuki gedung cafe milik Andy.


keduanya Melayangkan pandangan kesana kemari untuk mencari sosok Arthur. Maklum suasana cafe Andy memang selalu ramai apalagi pas hari minggu, Semua kalangan baik muda maupun tua selalu memenuhi cafe tersebut.


Dari kejauhan nampak Arthur dan Diana mengangkat tangan mereka.


Maya dan Naomi tersenyum dan melangkah menuju kearah mereka.

__ADS_1


"Siang Nyonya! ucap Leon dan Diana bersamaan berdiri dan menundukkan kepala.


"Siang Leon, Diana" Silahkan duduk kembali.


Maya dan Naomi duduk bersamaan setelah Arthur menarik kursih dan mempersilahkan dua wanita kesayanganya itu untuk duduk.


Tidak lama kemudian semua pesanan mereka sudah datang. Nampak tiga pelayan meletakkan beberapa jenis makanan dan minuman diatas meja mereka.


"Silahkan Tuan dan Nyonya serta Nona menikmati hidanganya, Bila ada yang masih Anda Anda butuhkan bisa hubungi salah satu diantara kami yang ada disini" ucap Pelayan itu dengan ramah.


"Kak Susi gabung dong! sudah lama Arthur tidak mendengar canda gurau dariMu" ucap Arthur kepada Susi teman sekaligus kakak buat Arthur sejak Ia bekerja di cafe itu.


"Mana bisa Arthur! Kakak ini lagi kerja apa kata teman teman yang lain nantinya jika aku berleha leha dengan pria tampan sepertiMu disini, bisa bisa kakak kena cibiran mereka" balas Susi dengan meneluk Nampan di dadanya.


"Kakak ini pandai sekali menolak" balas Arthur memanyun mayunkan bibirnya.


Semua orang yang ada disana terbahak bahak mendengar pertengkaran kecil diantara Arthur dan Susi.


Kembali suasana di meja mereka terasa hening hanya garpu dan sendok sering beraduh hingga menimbulkan gemercik bunyi di telinga mereka.


Tak lama kemudian, kini acara makan makan mereka sudah selesai itu terlihat dari masing masing mereka melap bibir mereka dengan tissu untuk menghilangkan sisa makanan dan minuman di sekitaran bibir mereka.


"Maya Ibu ke toilet sebentar" ucap Naomi kepada Maya.


"Apa Ibu mau Maya temanin" balas Maya.


"Tidak usah Ibu bisa sendiri! Kau disini saja temani mereka Ibu cuman sebentar Kok! ucap Naomi dan berdiri dari tempat duduknya kemudian melangkah menuju kamar kecil.


👉iya maaf Author lambat upnya karna sibuk dengan acara pilkada he he he .....tapi tetap beri like ,vote dan coment ya ..kalau tidak ada halangan entar malam up lagi tapi ...makasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2