DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
163. ARTUR DI CULIK.


__ADS_3

Sementar di dalam gedung AMANDA tivi. Arthur sedang memimpin rapat dan sedang berbcara kepada para staffnya.


"Proyek kita ini harus barjalan sesuai target dan tepat waktu jangan sampai ide ide cemerlan kita ini sampai bocor ke stasion tivi lain. Kalau sudah tidak ada pertanyaan atau usulan, kita akhiri rapat pagi ini! Wabillahit taufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat pagi" ucap Arthur mengakhiri rapat pagi itu.


Semua staff sudah meninggalkan Ruan rapat kini tinggal Arthur dan Diana yang berada di ruangan itu.


"Din agenda selanjutnya apa? ucap Arthur sambil memunguti halai demi helai kertas yang berserakan diatas meja rapat.


"Pagi ini peresmian panti asuhan kasih Ibu jadi Tuan di harapkan datang di sana untuk meresmikan panti asuhan tersebut" balas diana sambil ikut membersihkan beberapa helai kertas di atas meja.


"Okelah! Lepas ini kita akan berangkat kesana jadi, Kau persiapakan saja apa yang kita butuhkan disana nantinya" balas Arthur memasukkan lembaran kertas kedalam tas miliknya.


"Baik Tuan" balas Diana dengan singkat.


Tidak lama kemudia keduanya keluar dari ruang rapat dan berjalan menuju lift.


Setelah pintu lift terbuka mereka segera masuk dan membawa mereka ke latai dasar AMANDA tivi.


Keduanya kembali melangkah menuju pintu keluar. Suasana AMANDA tivi pagi itu terlihat sangat ramai sejak Arthur duduk sebagai CEO disana banyak acara baru khusus pencarian bakat Ia selenggarakan. Jadi, wajar saja kalau setiap harinya perusahaan tersebut terus ramai oleh beberapa kalangan anak muda yang memiliki bakat terpendam.


Setelah tiba di depan mobil Arthur langsung duduk di kursi pengemudi sementara Diana, membuka pintu khusus buat penumpang.


Arthur mengeryitkan dahinya dan belum ada tanda tanda Ia akan menghidupkan mesin kendaraanya.


"Tuan kenapa belum berangkat! takutnya kita telat tiba disana ! ucap Diana dengan heran


"Kau ini ! cepat duduk di depat entar orang orang mengataiKu supir pribadiMu"ucap Arthur dengan tatapan kedepan.

__ADS_1


"Iya maaf maaf! ucap Diana sambil memukul mukul jidatnya .


Mumbuat Arthur terkekeh kekeh dibuatnya.


Tidak lama kemudian kini mobil mereka melaju menuju panti asuhan kasih Ibu.


"loo ...kenapa kendaraanya oleng Tuan? ucap Diana sambil berpegangan pada sisi mobil.


"Iya Aku juga tidak tau Din! mungkin bannya bocor kalie "ucap Arthur sambil menepikan kendaraanya di pinggir trotoar.


Arthur mematikan mesin mobilnya dan keluar dari dalam mobil tersebut .


Belum juga sepenuhnya Ia keluar dari dalam mobil sebuah balok besar mengenai lehernya hingga tubuhnya tersungkur diatas aspal.


Diana yang melihat itu segera berteriak dan menarik baju sang pemukul.


"Woy kau apakan TuanKu" ucap Diana keluar dari mobil sambil memukul mukul bahu pria tinggi besar itu.


"Aku tidak akan pergi sebelum Kau melepaskan Dia" ucap Diana sambil menarik jas milik Arthur .


"Hay kau bereskan gadis kecil ini" ucap pria kumis itu kepada salah seorang temanya.


"Baik bos " ucap pria yang satunya.


Pria tersebut langsung menarik Diana dan membenturka wajah gadis itu di tubuh mobil dengan kasar.


Tubuh diana langsung terpental hingga darah keluar dari kedua lobang hidungnya.

__ADS_1


Tanpa menyerah gadis itu menari kaki pria yang ingin membawa arthur pergi


"Tahan juga gadis kecil ini! rasakan yang ini " ucap pria berkumis itu dan menginjak jari jari Diana diatas Aspal.


"Awo.."ringis Diana begitu Pilu.


"Ayo pergi.... ucap pria kumisan itu mengajak kawawannya sambil membopong tubuh Arthur yang tak berdaya pergi dari tempat Itu.


Diana masih terus merangkak untuk mengejar mereka tapi sayang, tenaganya sudah tidak mampu lagi.


"Tolong ...ucap Diana tetapi tidak ada yang mendengarkanya. Maklum jalanan yang mereka lalui saat itu sepi tak ada pengendara lain selain mereka.


Sementara itu di AMANDA grup ! Abraham dan Jonathan sedang selesai mengadakan rapat tiba tiba bunyi handpone dalam saku celana Jonathan bergetar.


Jonathan merogoh benda pipih miliknya itu dan menatap layar LCDnya.


"Diana ...! Tumben anak ini menelpone? Hallo Nak ada Apa ? ucap Jonathan lembut.


"Ayah Tuan Arthur di culik!" ucap Diana sambil terseduh seduh dari dalam handpone.


"Tuan Muda di culuk! kau di mana sekarang Nak" ucap Jonathan sedikit berteriak.


Abraham yang mendengar Arthur di culik segera merampas handpone milik Jonatan.


"Diana coba bicara yang jelas kalian dimana sekarang ! ucap Abrahan tidak kalah kuatirnya dengan Jonatahan


"Saya di jalan seroja Tuan! jalan menuju panti asuhan kasih ibu! sedangkan Tuan Muda di bawa pergi oleh beberapa preman " balas Diana.

__ADS_1


"Kurang ajar berani beraninya mereka menculik putraKu! Kau tunggu disana Aku dan Ayahmu akan menyusul kesana"ucap Abraham sambil mematikan handpone milik Jonahtan dan segera berlari keluar gedung disusul oleh Jonathan di belakangnya.


👉Terus beri like, coment ,vote dan rate bintang 5 ya ...jangan pelit pelit dong ...gratis kok trimah kasih.


__ADS_2