DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
143.STROCK.


__ADS_3

Ryo terus berlari keluar Gedung diikuti oleh Leon. Leon segera mengambil alih kemudi sementara Ryo membawa ibunya masuk kedalam mobil bagian belakang.


"Mommy bertahanlah! Mommy jangan tinggalin Ryo, cuman mommy dan Arthur yang membuat Ryo bertahan untuk hidup jadi kumohon Mom jangan tiggalin Ryo" ucap Ryo terus menatap kearah ibunya yang terkulai lemah tak berdaya.


Leon yang mendengar ucapan Ryo saat itu merasa ibah dengan mantan majikanya itu! seumur umur baru kali ini melihat Ryo terpuruk seperti itu.


Pria yang dulunya tegar, keras, sombong dan Arogan kini kembali ke titik Nol.


"Kasih sekali kau Tuan Ryo! mungkin kalau Aku di posisi Tuan saat ini, mungkin Aku tidak akan sanggup menghadapi dan menjalani semua cobaan yang Tuan tanggung ini" ucap Jonathan dalam hati dan sesekali memandang Ryo dari dalam kaca spion yang terus membelai lembut wajah ibunya.


"Leon tolong dipercepat sedikit! Kasihan kasihan mommy, Ia sudah sangat lemah" ucap Ryo kepada Leon.


"Baik Tuan" ucap Leon sambil menambah kecepatan mobilnya.


Tidak lama kemudian, kini mobil


mewah yang mereka tumpangi sudah memasuki halaman rumah sakit yang terbilang paling mewah dan paling lengkap di kota itu.


Leon memarkirkan mobilnya sementara di depan pintu masuk Rumah sakit dan keluar dari dalam mobil dan berlari kecil membukakan pintu untuk Ryo.


Para perawat segera berlari sambil membawa Brankar mendekat kearah mobil mereka.


Ryo segera keluar dalam mobil dan meletakkan Ibunya diatas Brankar kemudian ikut mendorong ibunya bersama dengan para perawat.

__ADS_1


"Tuan tunggu diluar saja" kami akan memberi pelayanan yang teebaik untuk pasien"ucap Docter Vian mencegah Ryo untuk masuk ke dalam ruangan unit Gawat darurat.


Ryo hanya pasrah dan mengangguk pelan. Ryo melangkah menuju kursi yang ada di depat kamar UGD yang di khuskan untuk para penjeguk.


Ryo nampak uring uringan wajahnya yang tampan diusapnya dengan kasar.


"Tuhan Aku mohon selamatkanlah mommyKu! janganlah mengambil lagi harta yang tersisa dariKu ya TuhanKu! cukupkanlah sudah siksa batin yang kau berikan kepadaKu ini ! sekiranya berilah kebahagian padaKu Tuhan walau hanya beberapa menit saja, itu sudah sangat berharga bagiKu" ucap Ryo terduduk sambil merautkan kedua tanganya di depan dada dan menegada keatas.


Leon yang baru tiba disana tertengun untuk kedua kalinya rasanya ingin sekali Ia menangis melihat mantan majikanya itu.


Leon melangkah mendekati Ryo dan duduk tepat di samping kananya.


"Tuan harus kuat! Ingatlah Tuhan tidak akan mencobai hambanya melebihi kemampuanya.


"Trimah kasih Leon! Dan maaf atas kesalahkesalahKu yang dulu dulu baik yangku sengaja dan tidak Aku sengaja" ucap Ryo mendogakkan kepalanya dan menatap sayup kepada Leon.


Leon mengangguk pelan dan tersenyum sangat manis di hadapan Ryo.


Tidak lama kemudian pintu UGD terbuka nampak Docter Vian muncul dari balik pintu.


Ryo dan Leon segera bangkit dan mendekat kearah dokter Vian.


"Bagaimana keadaan MommyKu Dok?" ucap Ryo dengan terburu buru.

__ADS_1


"Nyawa beliau masih bisa diselamatkan ..tapi...! ucap Dokter Vian menggantung ucapanya.


"Tapi Apa Dokter cepat katakan ...? balas Ryo sambil mengguncang guncangkan Tubuh Dokter Vian.


Lama Dokter Vian terdiam, Tidak lama kemudian Ia menarik nafas dalam dalam dan sangat pelan menghempaskanya.


"Ibu Tuan mengalami Strock berat! Tubuhnya Mati sebelah kemungkinan besar beliau Akan lumpu dan susah untuk berbicara seperti sedia kala." ucap Dokter Vian sambil memegangi pundak Ryo.


Seketika Tubuh Ryo terasa disambar petir! Tubuhnya melorot turun kelantai dunianya kini benar benar hancur tak tersisa lagi, hanya gerakan tanganya yang memukul mukul lantai rumah sakit yang nampak kau dia masih tersadarkan diri.


"Ayo Tuan Anda harus tegar! Mommy Tuan pasti sedih bila melihat Anda seperi ini" ujar Leon mengangkat tubuh Ryo dan mendudukanya diatas kursi yang mereka tempati sabelumnya.


"Leon kenapa hidupku dan keluargaKu sehancur ini! Apa Tuhan belum bisa memaafkanKu dengan dosa dosa yang Aku perbuat selama ini"ucap Ryo menundukkan kepalanya dan menutupnya dengan kedua telapak tanganya.


"Tuan jangan berkata seperti itu! Tuhan itu maha pengasih dan penyanyang! Yakinlah di balik semua peristiwa yang Tuan alami ini ada hikma dan kebahagian menanti Anda disana?ucap Leon memberikan semangat kepada Ryo.


"Kebahagian seperti Apa Leon" balas Ryo.


"Mungkin Arthur akan memaafkan Tuan nantinya " ucap Leon memberi semangat.


"Betulkah Leon" Ucap Ryo memegang pundak Leon dan menggoyang goyangkanya.


Leon tersenyum sambil mengangguk membuat Ryo ikut tersenyum.

__ADS_1


👉masih author tunggu like, comen , vote nya ya gratis kok ...trimah kasih.


__ADS_2