DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
206. RAYMOND HILANG.


__ADS_3

Abraham dan Maya segera keluar dari dalam bilik dan menemukan seorang Babysitter yang sedang berdiri di depan pintu dalam keadaan panik dan bercucuran keringat dingin.


"Kenapa dengan anaKu! ucap Maya yang begitu panik.


"Anu...anu nyonya, Tuan Muda Raymond!Tuan Muda hilang " ucap Babysitter itu terbata bata dengan raut wajahnya begitu pucat.


"Apa ......Raymond Hilang!" ucap Abraham dan Maya secara bersamaan.


Babysitter itu hanya mengangguk pelan dan menunduk sakin takutnya kepada Maya dan Abraham.


Setelah mendapat anggukan dari Bi Darmi. Maya dan Abraham berlari menuju kamar bayinya yang terletak di samping kamar mereka.


Mereka tiba di kamar itu dan mendapati satu ranjang bayi kosong dan hanya mendapatkan Alea bayi perenpuabya sedang tertidur pulas disana.


"Kenapa sampai bisa RaymonKu hilang ah! Ucap Abraham tersulut api Amarah memegangi lengan Darmi sang Babysitter.


"Tenangkan diri Mu Bram" ucap Maya sambil mengusap punggung suaminya itu dan melepaskan genggaman Abrahan di lengan Bi Darmi.


"Coba ceritakan apa sebenarnya yang terjadi Bi ?" ucap Maya dengan lembut sambil memegangi kedua lengan Bi Darmi.


"Tadi Saya berniat membuatkan Mereka susu Nyonya, tapi Karna persediaan susu mereka habis, maka Saya ke dapur untuk mengambil persedian susu yang ada disana. Pas saya balik Tuan Muda Raymond sudah tidak ada. Hanya tinggal Nyonya Muda Alea yang tertidur pulas di pembaringanya." Balas Bi Darmi sambil menundukkan kepanya.


"Bram bagai mana ini?" ucap.Maya kepada Abraham dengan wajah pucat dan mata berkaca kaca.


"Tenanglah dulu Sayang! Babang akan menghubungi Leon dan Jonathan untuk menyelidiki khasus in" ucap Abraham menenangkan Istrinya.

__ADS_1


Maya hanya mengangguk lesu. Separuh nyawanya terasa hilang seketika melihat tempat pembaringan putranya kosong.


Abraham merogoh kantong celanyanya dan mengeluarkan handponenya dari dalam sana.


"Leon cepat kemari dan ajak juga Jo ikut bersamaMu, karna ada hal penting yang harus kalian selidiki"ucap Abraham setelah panggilannya tersambungan dengan Leon.


"Baik Tuan" balas Leon singkat dan memutuskan panggilanya dari sana.


Abraham kemudian mengalihkan panggilanya ke nomor lain.Ternya kali ini Ryo lah yang Ia hubungi.


"Ryo Kamu dimana?" ucap Abraham ketika sambungan telpon mereka terjalin.


"Aku di perusahaan bersama Arthur! Ada masalah apa sampai Kamu menghubungiKu sepagi ini?balas Ryo dari dalam sudut lospeker handpone milik Abraham.


"Kalau bisa Kamu kemari! Putra Aku Raymond hilang! " ucap Abraham lagi kepada Ryo.


"Iya cepatlah kemari! Aku sangat memerlukan bantuanMu kali ini" ucap Abraham dengan nada sedikit lesu.


"Baiklah tunggu Aku disana! Aku akan mengajak Arthur juga ikut bersamaKu" ucap Ryo sambil menutup panggilannya


Abraham terus menenangkan Maya yang tak henti hentinya terisak dengan kehilangan putranya.


"Sayang tenanglah Babang akan berusaha menemukan putra kita dalam keadaan selamat" ucap Abraham yang terus mencoba menenangkan Istrinya.


"Tapi Bram siap yang tega menculuk RaymondKu! Iya masih kecil Bram. Ia belum tahu apa apa? Apa Ia di beri makan atau tidak oleh si penculik!" ucap Maya menangis sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Abraham.

__ADS_1


"Aku yakin Raymond Kita baik baik saja sayang! Dia anak yang kuat, jadi kita kena berusaha mencarinya dan tak lupa berdoa supaya Yang Maha Kuasa melindunginya dan menunjukkan jalan bagi Kita untuk menemukanya kembali" balas Abraham sambil mengusap lembut kepala Maya.


Tidak lama kemudian dari Arah pintu muncul Jonathan dan Leon yang tergesah gesah berjalan mendekati mereka berdua.


"Apa yang terjadi Bram ! kenapa penjagaan Mension ini bisa di bobol oleh penculik" ucap Jonathan mendekat kearah Abraham.


"Aku juga tidak tau jo! Tapi baiknya sekarang Kamu dan Leon periksa CCTV yang ada di mension ini, siapa tahu di sana kita bisa dapat petunjuk siapa yang melakukan penculikan putraku "ucap Abraham memandan Jonathan dan Leon tapi tanganya terus membelai pucuk kepala lembut Maya.


Tidak begitu lama. Muncul pula Ryo, Arthur serta Naomi dari arah pintu.


"Ibu Ayah kenapa Dede Raymond bisa hilang! ucap Arthur mendekat keatah Abraham dan Maya.


"Ayah dan Ibu juga tidak tahu nak! Kejadianya begitu cepat! Ayah dan Ibu di dalam bilik sedangkan Adik adikMu ada di ruangan ini bersama Bi Darmi" ucap Abraham kepada Arthur.


Sementara itu Naomi langsung mendekat kearah Maya dan memberikanya pelukan.


"Nak Kamu harus kuat! Ibu percaya Raymond Kita akan baik baik disana" ucap Naomi sembari mengusap punggung Maya yang berada dalam pelukanya saat ini.


Maya hanya mengangguk pelan dengan linangan air mata.


"Ayo kita periksi CCTV yang ada di Mension ini. semoga disana kita bisa mendapatkan petunjuk siapa dalang penculikan di balik ini semua" ucap Ryo mengajak mereka ke ruang pengontrolan CCTV.


Abraham, Ryo, Arthur, Leon dan Jonathan bergegas kearah ruang pengontrol CCTV yang ada di mension Abraham.


Sedangkan Maya tinggal di dalam bilik di temani oleh Naomi.

__ADS_1


👉beri like, coment ,vote dan rate bintang limanya ya .


trimah kasih.


__ADS_2