
Mobil Abraha kini sudah memasuki halaman cafe Andy Arthur membuka pintu dan keluar dari mobil , seperti yang di lakukan Arthur Abraham juga melakukan hal yang sama .
Mereka berdua berjalan dan sesekali tertawa riang .
Arthur menarik telinga pintu yang terbuat dari besi dan mempersilahkan Abraham untuk masuk .
"Ayah mau minum apa biar Arthur yang pesanin" ucap Arthur kepada Abraham setelah mereka duduk di kursi kosong .
" Ayah pesan juice alpokat tapi tidak pake gula takut ayahmu ini terlampau manis " ucap Abraham tersenyum sendiri karna ucapannya .
" Pantas ibu menolak ayah karna ayah narsisnya minta ampun " ucap Arthur ikut cengegesan
" Bukan di tolak Arthur cuman belum diterima " ucap Abraham yang tak mau dirinya di katai ditolak oleh Maya .
" Hum ...sebelas dua belas saja Ayah " ucap Arthur berdiri dan melangkah mengambil pesanan Abraham .
Abraham menggeleng geleng kepalanya mendengar jawaban dari Arthur .
__ADS_1
Sembari menunggu pesanannya datang Abraham memainkan handpone miliknya dan membuka aplikasi galery , Abraham mencari sebuah poto yang selalu membuat hatinya tak karuan .
Abraham senyum senyum sendiri jika mengingat raut wajah Maya yang malu malu kepadanya .
Abraham memaju mundurkan layar hendponenya untuk membuat layar handpone seakan akan poto Maya benaran bergerak dan berdiri nyata di depan matanya .
" Gemes ...gemes ...gemes " ucapnya dengan spontan
Abraham memandangi layar tersbut terus menerus tanpa menyadari seorang pria sudah berdiri dihadapanya dan ikut memandangi poto menggemaskan itu .
Mendengar ucapan dari Ryo sontak Abraham mendongakkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke arah Ryo .
" Ha .ha .ha ...mantan istri Ryo! kau ini rada rada amnesia juga ya ? ucap Abraham menekan kata mantan .
" Terserah apa katamu yang jelas Arthur itu anakku jangan sesekali kau berpikir ingin mengambilnya dariku" ucap Ryo sambil mendudukkan bokongnya di kursi kosong .
__ADS_1
" Arthur sendiri yang suka relah memanggilku dengan Sebutan Ayah sedangkan kau memanggilmu ayah saja ia sudah merasa jijik ? ucap Abraham mumukul telak perkataan Ryo .
" Kau ...! ucap Ryo sambil mengepalkan tanganya ingin memukul Abraham tetapi di urungkan karena mendengar suara Arthur dari arah belakang .
" Ini pesanan ayah " ucap Arthur meletakkan gelas juice di atas meja depan Abraham tanpa memperdulikan orang yang sedang membelakanginya .
Mendengar Arthur memanggil ayah pada Abraham Ryo menundukkan kepala dunianya terasa hancur hatinya begitu remuk harusnya panggilan itu di sandangkan kepadanya tapi apa boleh buat semua itu hanya isapan jempol belaka buatnya .
" Terimah kasih Nak ayah sangat menyayangimu " ucap Abrahan dengan nada yang sengaja dibesarkan .
"Sama sama Ayah ! Kalau begitu silahkan ayah menikmati kalau ayah butuh sesuatu boleh ayah memanggilku! ucap Arthur sambil membalikkan Badannya untuk kembali ketempatnya semula .
Tapi belum melangkah Ryo mensngkap pergelangan tanganya dan menatapnya dengan padangan sayup...
Arthur yang merasa tangannya di pegangi seseorang berbalik kembali dan memandang kearah Ryo .
" Arthur ini ayah Nak bukan dia " ucap Ryo dengan mata berkaca kaca sambil menunjuk kearah Abraham .
__ADS_1
Melihat orang yang memegangi pergelangan tanganya adalah Ryo , Arthur dengan cepat menghempas tangan itu supaya terlepas tapi sayang tidak bisa tangan Ryo yang besar memeganginya dengat kuat .
👉 kok makin hari makin kurang like dan votenya ...karna authornya sudah semangat upnya maka kawan kawan juga semangat dong beri like, vote dan coment ...makasih .