DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
196. BAYI KEMBAR.


__ADS_3

Maya yang tadinya terbahak oleh ucapa Naomi tiba tiba meringis kesakitan.


"Awow........" ucap Maya sambil memegangi perutnya.


Semuanya sontak berhenti tertawa dan memandang kearah Maya.


"Sayang, Kau kenapa" Ucap Abraham memegangi tangan Maya dan mengelus elus pucuk kepalanya.


"Bram sakit...." ucap Maya yang terus merinngis kesakitan.


Abraham yang tak tegah melihat Istrinya meringis kesakitan segera menyuruh Jonathan untuk memanggilkan Docter buat Maya.


"Jo tolong panggilin Docter! Aku tidak bisi meninggalin Maya dalam keadaan seperti ini" ucap Abraham tanpa memandang kearah Jonathan sakin paniknya dengan kondisi Maya.


"Baik Bram!" Ucap Jonathan sambil melihat kearah Naomi dan dapat respon balik dari Istrinya dengan anggukan tanda setuju.


Jonathan berlari keluar ruangan. Tak lama kemudia Tiga orang berpakaian putih putih masuk kedalam, di susul dengan Jonathan yang mengekorinya dari belakang.


"Permisi Tuan! Boleh Anda menyingkir sebentar"ucap Wanita parubaya yang di ketahui sebagai Docter kandungan.


Abraham mengangguk, berdiri dan mundur kebelakang sejajar dengan yang lainya.


"Air ketuban Nyonya sudah pecah! Saya Mohon Kalian keluar dulu! Kecuali suaminya boleh tetap berada bersama dengan Kami dalam ruangan ini" ucap Docter Dewi .


Naomi, Jonathan dan Bi Mini segera keluar dari tempat itu.Sementara Abraham tetap tinggal sambil terpaku melihat Istrinya yang meringis kesakitan.


"Bram......" ucap Maya memanggil Abraham dengan nada yang begitu memilukan.

__ADS_1


"Iya sayang Babang ada disini" ucap Abraham duduk di kursi sambil memegangi tangan Maya.


"Sakit....." ringis Maya.


"Tahan Sayang! Kau harus kuat.." ucap Abraham mencium pucuk kepala Maya dan terus memberinya semangat.


"Nyonya Tarik nafas dalam dalam dalam keluarkan pelan pelan sambil ditekan" ucap Dakter Dewi memberi arahan.


Maya yang dipenuhi dengan keringan diwajahnya terus mencakar cakar sprey serta bagian tubuh Abraham yang sempat Ia raih.


"Ini sudah pembukaan sembilan jadi Nyonya harus harus mengejan dengan kuat" ucap Docter Dewi.


Docter menggunting daerah perineum untuk memberi ruang supaya bayi cepat keluar dari rahim Maya.


Sayatan dari gunting terdengar ditelingan Abraham hingga membuat pria itu membentak Docter Dewi.


"Hay ..hati hati jangan sampai kau menyakiti istriKu" ucap Abraham dengan nada tinggi hingga Docter dewi dan kedua perawat yang ada di dalam ruangan itu menatapnya.


"Ayo nyonya sebentar lagi! mengejanlah yang Kuat Nyonya" ucap Docter Dewi yang terus memberi arahan kepada Maya.


Tak lama kemudian sebuah tangisan pertama membuat legah penghuni dalam bilik itu.


"Oek.......oek......oek.......


"Anak pertamanya laki laki" ucap Docter dewi memberika Bayi laki laki yang masih berlumuran darah kepada perawat untuk di bersihkan.


"Anak pertama maksud Docter!" ucap Abraham yang heran dengan ucapan

__ADS_1


"Anak Tuan dan Nyonya kembar"balas Dewi kembali memberi intruksi sepada Maya agar mengejan kembali untuk memudahkan anak keduanya cepat keluar


Abraham dan Matya saling memandang tanpa berkata apa apa! Entah, apa yang ada di pikiran kedua orang Tua bayi itu.


Maya kembali mengejan, Tidak sesulit yang pertama, Bayi keduanya dengan mudah keluar dari rahimnya.


Docter Dewi dan lainya heran melihat bayi perempuan yang mungil dan cantik hanya tersenyum melihatnya tanpa mengeluarkan tangisan seperti kakanya bahkan bayi bayi pada umumnya.


"Selamat Nyonya! Anda melahirkan sepasang bayi kembar yang tampan dan cantik dengan kondisi sehat dan sempurna" ucap Docter dewi yang begitu gemas melihat bayi perempuan yang sama sekali tidak mengeluarkan tangisan seperti kakanya.


"Alhamdulillah........" ucap Abraham dan Maya begitu legah mendengar ucapan Docter dewi.


Sementara itu di luar ruangan Naomi yang sedari tadi kegirangan mendengar tangisan bayi dari dalam ruangan, tak henti hentinya memeluki Jonathan mencium pipi Jonathan.


Entah apa yang membuat wanita parubaya itu kegirangan mendengar tangisan seorang bayi.


"Sayang kapan kita mempunyai bayi mungil seperti Abraham dan Maya" ucap Naomi yang tak melepaskan pelukanya dari tubuh Jonathan.


"Semua ada waktunya sayang! jadi kita perlu berdoa dan usaha! usaha dalam arti kura kuranya harus terus di beri makan sesering mungkin" ucap Jonathan tersenyum.


"owek.....owek.......


"Kau kenapa sayang ...." ucap Jonathan dengan nada prihatin melihat melihat keadaan Istrinya.


"Tiba tiba Aku merasa mual mendengar Kau menyebut kura kuraMu" ucap Naomi sambil menutup mulutnya.


"Mumpung kita dirumah sakit baiknya Kau periksa sayang! Aku takut kau ada apa apa!" ucap Jonathan .

__ADS_1


Naomi hanya mengangguk dan melangkah meninggalkan Bi Mini sendiri yang sedang duduk di kursi panjang khusus untuk penjeguk rumah sakit.


👉beri like, comen, vote, dan rate bintang lima ..jangan pelit dong trimah kasih.


__ADS_2