DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
107. DI USIR LAGI .


__ADS_3

Abraham dan Maya berlari kecil memasuki gedung rumah sakit. Setelah mendapatkan informasi dari ruang informasi rumah sakit kini mereka bergegas menuju Ruang VIP tempat Arthur berada .


Kini mereka berdua sudah berada di depan pintu ruangan dimana Arthur sedang berada.


Maya memutar gagang pintu kamar itu, dan melihat Arthur yang masih tertidur pulas akibat pengaruh obat yang di berikan oleh doctor dan Ryo yang tertidur di kursi sambil meletakkan kepalanya diatas kasur tempat Arthur berbaring kini .


Mereka berdua memasuki ruangan itu dan mendekati pembaringan Arthur.


"Nak bangunlah! jangan buat ibu kuatir seperti ini! ucap Maya sambil menangis dan mencium punggung tangan Arthur.


Sementara itu Ryo yang mendengar suara tangisan dengan pelan mengangkat kepalanya dan mengucak kedua matanya.


"Maya........" ucapnya pelan sambil menatap kearah Maya.


"Kau apakan anakku? Apa kau tidak puas selama ini telah menyakitinya! ucap Maya sambil mengayunkan tanganya ingin memukul Ryo tapi belum sempat tangannya menyentuh tubuh Ryo Abraham segera menarik tubuhnya ke belakang .


Ryo hanya terdiam terpaku dia sadar semua yang terjadi pada Arthur adalah karna ulahnya.


Hening......


Hening.......


Tidak lama kemudian terdengar rintihan kecil dari Arthur " Aau......."ucapanya sambil memegangi pergelang tanganya .


" Nak ...Jangan banyak bergerak dulu tanya pada Ibu apa yang kau butuhkan? ucap Maya sambil mengelus pucuk kepa Arthur dengan Lembut .

__ADS_1


"Ibu Arthur dimana? ucap Arthur dengan nada lirih.


"Arthur dirumah sakit sekarang sayang" balas Maya.


Arthur mencoba mengingat kembali kejadian sebelum Ia berada di rumah sakit ini. tetapi belum juga ingatanya selesai mengingat kejadian yang menimpahnya matanya terbelalak melihat seseorang yang sedang duduk di samping tempat tidur.


"Apa yang kau lakukan disini pergi! ucap Arthur sedikit membentak Ryo .


"Nak tenangkan dirimu! " ucap Ryo sambil memegangi tangan Arthur tapi di tepis dengan kasar oleh Arthur .


"Pargi ! " ucap Arthur teriak sambil meronta .


"Pergilah Ryo dia tidak membutuhkan kehadiranmu disini malah membuatnya semakin stres" ucap Abraham .


"Kau jangan ikut campur! ini urusan saya dengan Anak saya kau tidak punya hak untuk ini! ucap Ryo sambil memberi tatapan tajam kepada Abraham .


Abraham hanya diam dia tidak ingin menambah keruh suasana.


"Sudah kukatakan kepadamu Aku ini bukan anakmu Andai bisa memilih Antara kau dengan ayah Abraham untuk menjadi Ayah kandungku dengan senang hati aku akan memilih beliau" ucap Arthur memandang sinis pada Ryo .


Hati Ryo kembali terpukul mendengar ucapan dari Arthur, Sungguh dalam hatinya ingin sekali memutar ulang waktu agar bisa menyayangi Arthur sepenuh hati.


"Kalau begitu Ayah permisi dulu jangan lupa minum obatmu dan istirahatlah yang cukup! Ayah menyayangimu Nak walau kau tidak menyukaiku" Ucap Ryo sambari mengangkat tangannya untuk membelai pucuk kepala Arthur tapi lagi lagi di terpis oleh Arthur .


"Pergi.........kataku! ucap Arthur kembali meronta ronta

__ADS_1


Ryo berdiri dari tempat duduknya dan berbalik arah untuk melangkah, baru tiga lahkan Ia berhenti dan berbalik menegok kembali kebelakang untuk melihat Arthur setelah benar benar puas Ia melanjutkan langkahnya hingga hilang dari balik pintu.


Tidak beberapa lama docter yang menangani Arthur masuk dalam ruangan itu, sebelum memeriksa terlebih dulu meminta izin kepada Abraham dan Maya .


Tidak lama kemidian akhirnya proses pemeriksaan terhadap Arthur selesai dan menyimpan Stetoskop di saku bajunya.


"Bagai mana Kondisi anak saya dok? " ucap Maya pada saat sang docter sudah selesai memeriksa Arthur .


"Anak Nyonya baik baik saja besok juga sudah bisa pulang kok" ucap sang docter


"Trimah kasih banyak dok! ucap Maya yang sedikit legah.


"Sama sama Nyonya kalau begitu saya undur diri dulu mau memeriksa pasien lain! ucap docter sambil melangkah pergi .


Maya duduk di kursi bekas tempat duduk Ryo tadi Ia mengelus lembut kepala anaknya . kemudian menatap suaminya yang terduduk di atas tempat tidur dan menggantung kakinya kebawah tanpa menyentuh lantai .


"Bram kalau kau mau pulang pulanglah biar saya yang menemani Arthur disini! lagi pula besok kan kau bekerja " ucap Maya sambil memandang lekat kearah Abraham.


Abraham megeryitkan dahinya menatap kearah Maya .


"Sayang kita sama sama jaga Arthur disini! lagi pula semua urusan perusahaan Leon dan Jhonatan bisa diandalkan! ucap Abraham sambil mengusap usap pucuk kepala istrinya sambil tersenyum .


Maya membalas senyumanya sembari menutupi setengah tubuh Arthur dengan selimut .


👉Maaf lamabat Up Author lagi sibuk he he he.......Author minta VOTE nya .....yang banyak supaya rangking novel ini naik....trimah kasih sebelumnya...

__ADS_1


__ADS_2