
Mereka kini berada di ruang tamu. Nomi hanya termenung perempuan parubaya itu mungkin merasa troma dengan kejadian yang baru saja menimpanya.
Maya terus saja mengusap usap punggunya untuk memberi rasa nyaman padanya.
"Bu sebaiknya kita pindah ke Mension milikku, disana fasilitas keamanyanya sangat tinggi jadi orang yang mau berbuat jahat kepada keluarga kita akan berpikir 3 kali untuk melakukanya" ujar Abraham memecah keheningan saat itu .
"Benar bu ...Atau kita ke mension milik Ibu Amanda di sana juga struktur pengamananya bisa di percaya sama halnya dengan mension milik Bram jadi ibu akan merasa aman tinggal disana"Lanjut Maya meyakinkan Noami .
Naomi tidak menanggapi satu pun ucapan dari mereka Ia hanya memandangi setiap sudut ruangan itu rasanya Ia tidak tega meninggalkan rumah kediamanya yang sudah bertahun tahun Ia tempati itu.
Lama Ia terdiam..dan....
"Baiklah terserah kalian saja ..tetapi rumah ini setiap minggu harus di bersihkan ibu tidak mau rumah ini nantinya jadi sarang dedemit" ucap Naomi memandangi mereka berdua.
"Memangnya Nenek pernah lihat sarang dedemit? ujar Arthur yang penasarang dengan ucapan Naomi.
"Kau ini ....mana bisa mahluk begitu dilihat dengan kasat mata hanya orang orang tertentu saja yang bisa melihat mahluk astral seperti itu" ucap Noami sedikit menjelaskan kepada Arthur.
__ADS_1
Sudah sudah Ayo kita siap siap keburu siang kalian bawahlah barang seperlunya saja Nanti sisanya biar Jonathan yang bereskan! Jo tolong bereskan semuanya dan tata rapi kembali seperti sediakala" ucap Abraham memandang kearah Jonathan.
"Baik Tuan dengan senang hati " Balas jonathan .
Tidak lama kemudia mobil yang di kemudikan Abraham tiba di Mension milik Nyonya Amanda, Setelah berdebat sedikit dengan Maya Abraham akhirnya mengalah dengan keputusan istrinya untuk tinggal di Mension ini bukan di mension miliknya.
Para pelayan menyambut mereka dengan antusias mereka turut bahagia atas kedatangan mereka berempat.
"Tuan Tuan fan Nyonya Nyonya selamat datang di Mension! kami turut bahagia Akhirnya Tuan dan Nyonya bersedia tinggal disini setelah lama Mension ini tak bertuan"ucap Niko pria parubaya yang bekerja sebagai kepala pelayan di Mension itu.
"Trimah kasih ...pak Niko" Ucap Maya yang sudah mengenal Niko sejak dulu sewaktu Ia masih tinggal di mension itu.
Tidak begitu lama kini mereka sudah berada di kamar. Abraham dan Maya di kamar utama , Naomi dilantai bawah dengan alasan punggungnya sakit menaiki tangga sedangkan Arthur di lantai dua yang menghadap kearah pantai.
"Sayang ........"Ucap Abraham sambil memeluk Maya dari belakang.
Maya seketika merotasikan matanya Ia heran dengan sikap manja suaminya itu .
__ADS_1
"Huummm..." ucap Maya sambil membereska barang bawaan mereka tadi.
"Ikan lelenya minta jatah....ucap Abraham sambil mencium leher Maya dengan lembut.
"Bram kau jangan aneh aneh ini masih pagi tau ..kalau Arthur atau ibu datang kemari dan menemukan kita sedang melakukanya ..Betapa malunya kita" ucap Maya merasa geli kalau benar benar itu terjadi.
"Tenang sayang semua sudah Babang atur dengan baik! coba lihat pintu sudah di kinci rapat rapat! suara ******* kita tidak bakalan kedengaran karena ruangan ini kedap suara jadi bila mereka berdua datang kita pura pura saja tidak mendengarkanya dan kata orang bila melakukannya di pagi hari kita akan cepat dapat momongan" ucap Abraham yang terus meraya istrinya.
Maya menghentikan Aktifitasnya dan berbalik menghadap suaminya kedua tanganya menyentuh wajah Abraham yang di tumbuhi dengan bubu bulu halus yang menambah ketampanan suaminya itu .
"Baiklah tapi cuman sekali ya ..." ucap Maya sambil tersenyum manis pada suaminya itu .
Abraham dengan sigap mengangkat tubuh istrinya ke ranjang dan meletakkanya dengan sangat hati hati.
"Babang tidak bisa janji sayang karena kamu itu candu buat babang,".
Pertempuran pagi pun terjadi hingga sore hari .
__ADS_1
👉like coment ...terus ya ..votenya tolong di simpan untuk esok ...makasih