
Abraham melajukan mobilnya kearah rumah Maya , ia berencana membahas apa saja yang harus di persiapkan untuk menghadapi rapat tahunan dan pemilihat CEO.
" Ryo kali ini harus lenser dari posisi CEO , dia harus merasakan apa yang di rasakan keluarga kami dulu
sehingga kedua orang tuaku meninggalkanku karna malu dan meninggal dengan tragis .
akan kupora porandakan keluarganya dan mengambil alih AMANDA GRUP
karna itu juga adalah perusahan nenek moyangku tentu dengan bantuan Maya" ucap Abraham sembari tersenyum bahagia membayangkan keluarga Ryo akan luluh lanta di tanganya.
Abraham kini melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata lagu" KUTAK BISA" dari band tanah air mendayu dayu di telinganya.
Hanya butuh 20 menit saja kini dia sudah berada diarea perumahan maya.
mobilnya kini di parkir di bawah pohon depan rumah sederhana itu .
Belum sempat memasuki halaman rumah itu dua perempuan telah keluar dari arah pintu rumahitu siapa lagi kalau bukan Novi dan Eky yang sudah dari tadi di berada di rumah itu untuk menjeguk Arthur juga bergosip ria dengan Naomi .
"Pagi bram " ucap mereka bersamaan
" bagi bu..." sapa Abraham balik
" kok ibu si ..." ucap Eky ketus .
" Terus ....! Abraham menaikan kedua alisnya .
" Dinda kek...ince kek !" jawab Eky rada rada
ngambek.
" Iya iya pagi ..MONA " jawab Abraham sambil memberi senyuman manis kepada mereka berdua .
__ADS_1
"Na gitu dong ...pangeran tampan" ucapa Eky
"Masuklah bram, Maya dari tadi gelisah menunggumu he. he .he kami duluan assalamualaikum...." ucap Novi yang sedari tadi hanya dism .
"Waalakum salam....Ha.ha.ha dasar nenek aneh di bilangi MONA mereka bangga padahal kepanyanganya Monyet NAkal" ucap Abraham terkekeh dan melangkah lebih masuk kedalam rumah itu .
Abaram kini pas di depan pintu belum juga mengetuk pintu Maya sudah berdiri disana membukakan pintu .
"Bapak sudah sampai silahkan masuk "ucap Maya mempersilahkan Abraham untuk masuk .
"Trimah kasih manis! Upss salah ucat ee ..ucap , makasih Maya" ucap Abraham menjaili Maya .
Maya yang mendengar ucapan Abraham hanya tersipu malu
Abraham dan Maya melangkahkan kakinya menuju bilik Arthur yang berada di lantai dua rumah itu .
Maya menarik gagang pintu dan menyuruh Abrahan untuk masuk .
Arthur yang mendengar pintu terbuka segera mengalihkan pandanganya ke arah pintu , matanya berbinar hatinya sungguh bahagia melihat pria tampan menuju kepadanya
"Kenapa tidak kabari kalau Ayah mau datang " ucap Arthur sambil melepaskan pelukan .
"Kalau di beri tau bukan kejutan dong " ucao Abraham sambil mengusap kepala Arthur .
Maya hanya bisa terdiam memaku sembari memperhatikan dua pria tampan di hadapanya itu Maya bisa melihat betapa
Sayangnya dan tulusnya Abrahan kepada Arthur .
"Semoga dengan adanya pak Abraham di hari hari Arthur , Arthur dapat merasakan kasih sayang seorang ayah yang tak perna dia rasa sejak lahir " ucap maya dalam hati .
Setelah bercanda gurau Cukup lama , kini Abraham minta izin ke Arthur untuk untuk membahas sesuatu hal penting dengan ibunya .
" Nak ayah minta izin dulu ada hal penting yang harus ayah bicarakan dengan ibumu " ucap Abraham sambil mengelus pucuk kepala Arthur .
__ADS_1
" Iya tapi ! ayah jangan merayunya ..Arthur tidak mau kasih sayang ibu terbagi untuk yang lain" ucap Arthur manyun .
" Kau ini ..posesif sekali he he he " ucap Abraham sambil melangkah ke luar kamar .
Di ruang tamu kini Abraham dan Maya duduk diatas sofa
Abraham yang mencobo membuka tas yang sedari tadi di letakkan diatas meja
" Coba baca dan pelajari " ucap Abraham memberikan map berisi beberapa lembaran kertas.
Maya membaca dengan seksama , cukup membutuh waktu 20 menit Maya meletakkan kertas itu diatas meja dan menyusun rapi.
" Pak jadi apa yang harus Maya lakukan " ucap Maya setelah merapikan kertas tadi
" Upzz di bilangi jangan panggil bapak ,
emang muka saya sudah kayak bapak
bapak ya "ucap Abraham rada ketus sambil menatap tajam kearah Maya
Maya yang mendapat tatapan tajam dari Abraham merasa grogi .
"Ee..e..tidak kok ! ucap Maya yang agak terbata bata.
"Makanya panggil bram saja biar lebih manja kedengaran! ucap Abraham kini dengan senyum manis .
" Baiklah Bram ...terus apa yang harus aku lakukan nantinya ? ucap mays kini sudah mulai berani.
" Bagus anak pintar " pertama kita harus bikin taktik menghadapi Ryo ntar Jo secretaris saya yang akan memberi tahunya ke padamu " ucap Abraham .
" Baiklah yang kedua dalam pemilihan CEO nantinya , barang siapa memiliki saham terbanyak dialah yang akan jadi CEO, otomatis disini Mayalah yang memegang saham terbanyak , jadi maya sendiri bisa jadi CEOnya atau menunjuk orang lain...sampai disini mengertikan " ucap Abraham rada tegas .
"Ah sebenarnya saya bosan dengan keadaan pura pura ini " ucap Abraham dalam hati .
__ADS_1
👉Budaya like vote dan coment ya ...mskasih .