DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
62. SAUDARA TIRI


__ADS_3

Suasana diantara mereka bertiga mencekam , padahal mereka berada di pusat keramaian .


"Kemana saja kau selama ini " ucap Mia kepada Naomi saat itu .


"Kau tak perlu tau dan semua tentangku tidak ada lagi urusan dengan kalian " ucap Noami dengan sinis .


"Betul gak ada urusanya dengan keluarga kami dan mana mungkin juga kami mengurusi wanita yang telah mempermalukan keluarga kami " ucap Mia dengan menyungginkan bibirnya .


Jonathan hanya diam tak mengerti apa yang mereka bicarakan .


"Ayo jo kita pulang tidak usah mempedulikan wanita ini " ucap Naomi sambil berlalu .


Sementara Jo mendengar ucapan Naomi langsung mengangguk tanpa mengeluarkan suara.


Tapi belum sempat melangkah Mia merahi pergelangan tangan Jo dan membuatnya seketika berhenti .


"Jo tunggu sebentar aku mau bicara " ucap Mia menghentikan langkah jonathan .


"Maaf Nyonya tak ada lagi yang harus kita bicarakan " ucap Jonathan membalas ucapan Mia .


" Jo kenapa kau tak kembali ke Amerika setelah suamiku meninggal! apa kau tidak mengingat janjimu kepadaku dulu " ucap Mia menatap Jo dengan sayup.


" Maaf nyonya semua yang terjadi diantara kita sudah berakhir, dan ingatnya kau lebih memili laki laki lain dahulu dibanding diriku " ucap Jonathan melepas genggaman tangan Mia dan berlalu meninggalkan mia.


" Jo ...." ucap Mia tapi tidak di pedulikan sama sekali oleh Jonathan .


Sementara itu Naomi yang sedari tadi keluar menunggu Jonathan di samping mobil yang mereka tumpangi.


Noami menyandarkan tubuhnya di badan mobil sambil melipat kedua tanganya di depan dada.

__ADS_1


Dari arah pintu tubuh tinggi Jonathan keluar dengan meneteng barang belanjaan Naomi.


Jonathan begitu tampan dan berwibawah walau diusianya sudah tak muda lagi.


Ia berjalan mendekat ke arah Naomi .


"Maafkan saya Nyonya membuat Anda menunggu lama" ucap jonathan yang menampakkan wajah penyesalan .


"Tidak apa apa jo !' ayo kita pulang " ucap Naomi sambil membuka pintu mobil


" Baiklah Nyonya" ucap Jo sambil membuka pintu belakang dan memasukkan barang barang belanja mereka di kursi penumpang .


Kini mobil mereka melaju ke arah timur menuju kediaman Naomi .


Tidak ada percakapan yang keluar dari mulut mereka berdua, hanya suara mesin dan lagu " angin mamiri ku pasang "yang mendayu dayu diatas mobil tersebut .


Sontak membuat Jonathan kaget dan merem mobil secara mendadak.


" Ada apa Nyonya! kenapa menyuruhku berhenti secara tiba tiba " ucap Jo tak mengerti apa yang membuat Naomi tiba tiba ingin berhenti.


"Ayo kita ke taman itu " ucap Naomi sambil menunjuk ke arah taman di tinggir jalan yang mereka lalui .


Jo hanya mengangguk tapi hatinya masih bertanya tanya.


Mereka berdua melangkah menuju taman , dan mendudukkan tubuh mereka di kursi panjang yang disediakan oleh pengelolah taman.


Kehening terjadi di antara mereka, mereka hanya memandang lampu yang menghiasi bangunan bagun tinggi yang terlihat dari arah taman tersebut.


Lama mereka saling diam kemudian Naomi mengluarkan suara .

__ADS_1


"Jo apa kau mengenal Mia! dan Apa hubunganMu denganya? " ucap Naomi yang masih tetap mengarahkan pandanganya ke gudung bertingkat yang ada di hadapannya .


Lama Jo terdiam matanya juga masih fokus ke tempat semula yaitu memandang ke depan gedung pencakar langit.


"Huff...hum..." tarikan nafasnya sangat keras terdengar di telinga dan menghempaskasnya dengan lembut.


" Iya Nyonya ...Mia adalah mantan kekasih saya! sewaktu saya masih bekerja di keluarga


charles ayah dari Tuan Abraham " ucap Jo dengan raut wajah sedih


" Apa katamu .." ucap Naomi kaget dan memandang kearah Jonathan.


" Tapi kenapa saya tidak pernah melihatmu bersama Mia " sambung Noami masih terus menatap Jonathan.


"Kami berdua merahasiakanya, karna Mia malu memperkenalkan saya kepada keluarganya " ucap Jonathan yang tak berani memandang kearah Naomi.


Mereka terdiam kembali, bayangan bayangan masa lalu mereka seakan akan sedang terputar di hadapan mereka berdua.


"Terus apa hubungan Anda dengan nyonya Mia " ucap Jonathan memecah keheningan .


lama Naomi termenung air matanya kini menetes di pipinya .


"Maaf Nyonya! kalau pertanyaan saya telah melukai Anda " ucap jonathan dengan rasa bersalah .


" Mia adalah ...adik tiriku " ucap Naomi sambil menghapus air matanya dengan kedua telapak tanganya .


jawaban Naomi membut Jonathan tersentak, apa yang diucapkan Noami saat itu membuatnya benar benar sulit untuk Ia percayai


👉 Hai siulu dari enrekang dan tanah toraja serta kawan kawan sebangsa dan setanah air maaf lambat up nya karna sibut persiapin pesta pernikahan teman author ... tapi kawan kawan tetap semangat ya beri like yang banyak , coment , favorite , dan rate bintang lima yang banyak ...kalau ada waktu nanti malam author up lagi ..makasih " 👈*

__ADS_1


__ADS_2