DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
69 . ANDAI SAJA BISA MEMILIH


__ADS_3

Azura ...suara teriakan dari Teos dan viona saling bersautan diluar pintu gerbang. Entah sudah berapa lama mereka teriak teriak tanpa henti .


Di dalam rumah Rita dan Ryo sudah jengah dengan teriakan mereka, kini mereka berdua keluar dari dalam bilik dan menuju kepintu keluar rumah tersebut .


Kini posisi mereka sudah saling berhadapa adapan hanya besi pagar saja yang saat itu menghalangi mereka berempat, melihat majikannya keluar Ambo tuo juga ikut nimbrung disana .


" Ada apa lagi kalian kesini " ucap Rita sambil menyilangkan kedua tanganya di depan dada .


" Sayang maafkan aku, ini tidak sesuai dengan apa yang kau lihat dan dengar " ucap Teos sambil ingin meraih tangan Rita tapi tidak kesampaian karna terhalang juruji besi pagar tersebut .


Mendengar kata Teos, Rita menyeringitkan dahinya sebelah bibirnya dan di tariknya keatas .


" Apa sayang ! tidak sesuai dengan apa yang kulihat dan ku dengar ?" Teos Teos, Aku ini bukan orang bodoh dan jangan sekali kali menyubut kata sayang padaku karna Aku jijik mendengarnya " ucap Rita dengan sinis .


" Tapi ...kami cuman melakukannya satu kali saja, itupun demi menyelamatkan harta kita kedepanya supaya tidak jatuh dari tangan orang yang bukan dari keluarga kita " kilah Teos membalas ucapan Rita.


Ryo dan Viona hanya saling diam tanpa memandang satu sama lain.


" Cuman satu kali saja hah ! kau benar benar tidak tau malu mengumbar aibmu di depan kami! harta kita maksudmu? Teos Teos kau ingat kau itu cuman gembel yang aku pungut dari lembah kemiskina, hartaku tidak ada hubunganya dengan dirimu !" ucap Rita dengan nada mengejek ..


Teos hanya diam apa yang diucapkan Rita itu benar adanya, Teos termaksud orang tak berada saat menikah dengan Rita, Ayah Teoslah yang bersikeras untuk tetap memberi dukunga pada Teos supaya tetap mendekati Rita yang tujuan utamanya adalah harta, Tapi nyoya Amanda mengetahui niat busuk mertua Rita itu dan tidak merestui hubungan mereka. Tapi dasar Rita yang bucin dan keras kepala membuat nyonya Amanda pasrah dan menuruti kemauannya.


" Cepat katakan apa tujuan kalian kemari?Apa kalau hanya ingin mengharap maaf dari kami, sudah hentikan niat kalian itu karna sampai kapanpun kami tidak akan memaafkan kalian lagi " ucap Ryo memecah keheningan saat itu .

__ADS_1


" Sayang ?" ucap viona sambil memegangi jeruji besi dan merapatkan wajahnya ke jeruji tersebut .


" Sudalah katakan segera apa tujuan kalian seni " ucap Ryo Tegas fan membentak mereka berdua.


" panggilkan Azura kemari! kami mau membawanya pergi " ucap Teos memotong ucapan Ryo .


Mendengar itu Rita langsung menyuruh Ambo tuo yang masih berdiri terpaku disana .


" Ambo Tuo cepat panggilkan anak haram mereka ke sini dan semua pakaian Azura masukkan kedalam kopor jangan sampai ada yang tersisa " ucap Rita dengan sedikit membentak ke arah Ambo Tuo .


" Baik nyonya semua akan saya laksanakan " ucap Ambo tuo sambil memberi hormat tangan.


Lama mereka terdiam di sana sambil menunggu kedatangan Azura dari dalam rumah .


Tidak begitu lama kemudan, kini Azura sudah muncul dari balik pintu disusul oh Ambo Tuo yang sedang membawa kopor miliknya .


"Oma tolong biarkan saya tetap tingga disini Azura tak ingin ikut mereka " ucap Azura sambil berlutuk memegangi kaki Rita .


Mendapatkan perlakuan seperti itu Rita mencoba menghindar dari rangkulan tangan Azura dengan menendang nendangkan kakinya kearah Azura .


" Stop jangan panggil saya oma! Kau bukan keturunanku , kau itu anak haram dari mereka berdua jadi mulai sekarang pergi dan jangan harap kau bisa lagi menginjakkan kakimu ke rumah ini lagi" ucap Rita yang tak henti henti berusaha melepaskan kakinya dari rangkulan tangan Azura .


kebencian Rita menular ke Azura walau dalam hal ini Azura tidalah bersalah, Ini hanya ulah dari kedua orang tuanya yang melakukan cinta terlarang sehingga membuat satu keluarga porak poranda seperti sekarang ini

__ADS_1


Mendengar penolakan dari Rita, Azura berpindah ke kaki Ryo sambil merangkak memegangi kakinya dan menciumnya bertubi tubi.


" Daddy tolong jangan usir Azura, Azura tidak ingin pisah dari Daddy, tolonglah Daddy " tangisan Azura begitu pilu membuat orang mendengarnya seakan akan ikut menangis


Tapi beda dengan kedua manusia batu itu , mereka sama sekali tidak menggubris tangisan dan permohonan maaf dari anak yang hanya terjebak dari hasil cinta terlarang tersebut .


Ambo Tuo hanya terpaku air matanya menetes di pipinya. Walaupun Azura sering memberikan kata kata kasar padanya tetapi melihat keadaan Azura saat itu, Ambo Tuo tak tega melihatnya, Ia memalingkan wajahnya dan sesekali menyekah air matanya .


" Sudah Azura pergilah dari sini kita tidak ada hubungan lagi " ucap Ryo walau terasa hatinya pedih.


Semenjak kelahiran Azura, Ryo lebih mementingkan anaknya itu dari apapun di dunia ini, sakin sayangnya Ryo pada seorang Azura.


Tapi ternyata anak yang sudah dia sayangi melebihi dirinya sendiri ternyata bukan darah dagingnya melainkan adik tirinya miris bukan ?.


" Ambo Tuo buka pintu dan bawah Azura keluar " ucap Rita memerintah Ambo Tuo.


Ambo Tuo langsung bergegas mengankat tubuh Azura dan membawanya keluar menemui ke dua orang tuanya .


"Nak " ucap Viona ingin memeluk Azura tapi di tepis langsung oleh Azura .


" Puaskan kalian berdua menghancurkan kehidupanku , seandainya bisa memilih aku lebih baik tidak dilahirkan kedunia ini dari pada menjadi anak haram kalian " ucap Azurah sambil berlari ke arah jalan raya, tapi naas sebuah mobil kecepatan tinggi menghempas tubuh mungilnya. Darah berhamburan diasat Aspal.


" Azura............" ucap Viona dan Teos sambil berlari menghampiri tubuh Azura yang tergeletak di tengah jalan .

__ADS_1


👉***Langsung like , coment , vote ,favorite , rate bintang lima ya yang banyak ....author tak sanggup baca ulang sedih 👈


@bersambung*** @ .


__ADS_2