DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
145. BERPOSE.


__ADS_3

Abraha dan Maya keluar dari perusahan AMANDA grup kegembiaraan terpancar di wajah mereka berdua.


Abraham menggenggam erat tangan istrinya seolah olah tak ingin melepaskanya walau sedetikpun.


Mereka berdua menuju kearah mension untuk berganti pakaian sebelum ke AMANDA tivi.


Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi kini berada di depan pintu gerban Mension.


Pak baddu berlari kecil membukakan mereka pintu.


"Sore Tuan dan Nyonya" ucap pak baddu sambil menunduk kearah mereka berdua.


"Sore Pak ! ucap Abraham dan Maya bersamaan dan kembali Abraham menjalankan mobilnya masuk kedalam halaman mension.


Pak Baddu menutup rapan kembali pintu gerbang dan kembali ke arah pos jaga.


Sementara itu Abraham dan Maya melangkah memasuki mension setelah Abraham memarkirkan mobilnya terlebih dulu ke dalam garasi.


"Bram lepasin ! Aku tidak akan lari kemana mana, lagian ini sudah di mension" ucap Maya menarik tanganya dari genggaman Abaham.


"Aku tak mau pokoknya aku akan mengenggam tanganMu sayang sampai kita benar benar berada di dalam kamar" ucap Abraham dan semakin mempererat genggaman tanganya kepada istrinya.


"Ah kau ini kayak ABG tua saja" ucap Maya memanyunkan bibirnya karna ulah suaminya itu.


Abraham hanya terkekekeke mendengar ucapan dari istrinya itu.


Para pelayan hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua majikanya.


"Semoga ini Awal kebahagia Nyonya setelah Apa yang Nyonya alami selama ini ....Aamiin" ucap salah seorang pelayan senior yang dulu menyaksikan betapa kejamnya keluarga Ryo menyiksa Maya.


"Bram..! baiknya Kau mandi terlebih dulu biar kita gantian! lagian Aku harus mempersiapkan kebutuhanMu untuk pemotretan nanti" ucap Maya memberikan handuk ke pada Abraham.


"Sayang waktunya sudah mepet jadi baiknya kita mandi bersama saja untuk mempersingkat waktu" ucap Abraham datar padahal dalam hatinya tersirat sesuatu pikiran lain.


"Ah Aku tidak mau! Kau kira kau bisa mengelabuiku lagi dengan pikiran mesummu itu! Ayo cepat mandi" ucap Maya mendorong tubuh besar Abraham kearah pintu kamar mandi.

__ADS_1


Abraham menggaruk garuk kepalanya seperti anak sekolah yang dipaksa mandi pagi oleh ibunya.


"ikan lele betina tidak mau! sabar ya masih banyak waktu kok" ucap Abraham sambil menyapu nyapu ikan lele jantanya memasuki bilik kamar mandi.



Tidak lama kemudian Abraham keluar dari kamar mandi wajahnya yang tampan serta bodinya yang sixpack membuat pria itu sempurna di pandang mata.


"Bram semua pakaianMu sudah Aku rapikan kau tinggal memakainya saja, kalau begitu Aku mandi dulu, Setelah itu baru kita pergi ke AMANDA tivi" ucap Maya kepada Abraham.


"Trimah kasih sayagKu kau memang wanita yang paling pengertian! Cup " ucap Abraham sambil mendaratkan kecupanya ke pipi istrinya.


Maya hanya tersenyum menerima serangan mendadak dari Abraham.


Tidak butuh waktu lama kini mereka kembali berada pada mobil yang sama.


Abraham mengemudikan mobil lumayan cepat karna waktu yang di janjikan sudah sangat mepet.


butuh waktu 15 menit untuk Abraham sampai di perusahaan penyiaran pertelevisian tersebut.


Setelah memarkirkan Mobilnya kedua pasangan suami itu melangkah memasuki gedung.


"Sungguh pasangan yang sempurna" ucap Seorang karyawan yang sempat berpapasan dengan mereka.


Dari arah lift Jonathan berlari kecil mendekat mereka berdua.


"Tuan, sebentar lagi pemotretan akan di mulai semua cruw sudah dari tadi menunggu Anda " ucap Jonathan sambil memberi hormat.


"Baiklah Jo kami akan kesana" ucap Abraham menggandeng tangan Maya menuju arah lift.


ketiganya tiba di depan Lift Abraham dan Maya melangkah memasuki ruang lift tersebut dan ingin disusul oleh Jonathan, tetapi tiba tiba dihalangi oleh Abraham.


"Untuk apa kau ikut masuk kedalam sini" ucap Abraham menghalangi Jonathan dengan tangan kananya.


Maya melipat dahinya dan melotot kearah suaminya.

__ADS_1


"Saya mau ikut naik keatas Tuan" ucap Jonathan polos.


"Tidak...tidak Kau belakangan! Aku tidak mau kau berbagi oksigen dengan Istriku dalam ruangan ini jadi kau naik setelah Kami berdua sampai keatas, Kau paham" ucap Abraham meplototi Jonathan.


Mendengar itu Maya langsung mumukul lengan suaminya.


"Sakit sayang ..." ucap Abraham meringis.


"Rasain ! Makanya jangan seperti anak kecil! Ayo Jo masuk kita sudah terlambat" Ajak Maya sedikit mengger tubuhnya memberi jalan ke pada Jonathan.


Tidak lama kemudian Mereka bertiga memasuki ruang pemotretan. Arthur segera menyambut kedatangan mereka dan tak lupa mencium tangan mereka.


"Kirain Ayah dan iIbu tidak jadi datang" ucap Arthur kepada mereka berdua.


"Jadi dong sayang! Apa sekarang boleh kita mulai" ucap Abraham sambil mengucak ucak rambut Arthur.


"Iya semua cruw sudah siap! Ayah boleh bersiap siap sekarang" balas Arthur.


Abraham kini sudah berapa kali tersorot oleh kamera, tidak sulit para kameramen mengajari Abraham untuk berpose karna emang dari sananya Abraham sudah memiliki gaya seorang model.






Akhirnya pemotretanpun selesai semua cruw merasa puas dengan hasil kerja mereka.


"Ibu juga berpose ya! Masa kalah dengan Ayah" ucap Arthur memeluk Ibunya.


"Tidak ..tidak Ayah tidak mau poto Ibu di pamer di depan umum! Kau mau tau kenapa? karna wajah cantik ini hanya milik Ayah" ucap Abraham mencolek dagu Maya sehingga membuat semua orang dalam ruangan itu tertawa lepas.


catatan : Readers yang penasaran dengan Wajah Maya ini Dia orangnya

__ADS_1



👉Tetap beri like, vote , coment, rate bintang 5 , favorite yang banyak ya ....gratis kok trimah kasih.


__ADS_2