
Pagi itu awan yang mengilingi matahari sedikit demi sedikit bergeser. matahari yang tadinya malu malu menampakkan diri di balik awan kini mulai bersinar menerangi mayapada .
Hari ini Abraham datang kembali ke kediaman maya untuk menastikan ulang jawaban maya yang tertunda semalam karna waktu yang kurang memungkinkan .
mobil mewah abraham melaju sedang kearah rumah sederhana itu , tidak makan waktu kini mobilnya memasuki pekarangan rumah tersebut dan memarkirkannya ke tempat favoritenya yaitu dibawah pohon rindang yang tumbuh subur di halaman tersebut .
Penampilan abrahan kali ini berbeda dengan penampilan sebelum sebelumnya , biasanya abraham memakai stellan jas di lengkapi dengan dasi tapi hari ini sungguh berbeda mungkin karna ini adalah hari libur , abraham yang saat itu hanya memakai baju koas di padukan dengan celana jeans tidak mengurangi ke tampanannya , wajahnya yang putih ditumbuhi bulu bulu halus di bagian rahang sampai pelipisnya menambah nilai plus pada pria itu.
Kaki jenjang pria itu melangkah lebih dalam ke arah pintu sesekali ia berlari kecil untuk menghindari terik matahari pagi yang cukup menusuk kulit .
Setelah tiba di depan pintu abraham mengetuk pintu rumah sembari mengucappan salam , tidak terlalu lama abraham menunggu tiba tiba pintu terbuka
wajah noami yang nogol pertama di arah pintu tersebut , matanya sembab mirip panda yang ada di negara tirai bambu. dipastikan semalam wanita tersubut habis menguras air mata .
"walalaiku salam eee nak abraham ! silahkan masuk " ucap naomi yang membalas salam abraham sebelumnya .
"kenapa mata ibu kok mirip panda " ucap abraham menatapi wajah naomi .
Naomi yang mendengarkan itu merasa risi tentang keadaanya di pagi itu.
" habis kena guna guna semalam ! mau masuk tidak kalau tidak saya tutup kembali " ucap naomi asal sambil berbalik arah karna malu memasuki rumah
__ADS_1
"Sensia amat si buk " ucap abraham memikuti noami yang terlebih dulu masuk kedalam rumah .
mereka berdua memasuki ruang tamu naomi mempersilahkan abraham duduk .
tampa basa basi abraham mendudukkan bokongnya diatas kursi sofa.
" Nak abraham mau minum apa ?" ucap naomi .
" Apa aja deh bu yang penting panas ' bdw' apa maya ada bu ?" ucap abraham sebelum naomi melangkahkan kaki .
" Ada kok mungkin lagi mandi " ucap naomi kembali
"kalau boleh bisa di panggilin gak bu ?"soalnya ada hal yang mau saya bicangin dengan maya " ujar abraham dengan nada minta tolong .
Mendengar ucapat naomi, abraham hanya senyum senyum geli melihat tingkah naomi .
untuk mengulur waktu abraham kembali membuka tabloid yang ada di atas meja .
tidak begitu lama maya kini sudah keluar dari dalam biliknya wajahnya yang cantik mempesona . siapa pun yang memandang pasti terpesona , ramput panjangnya di urai menambah angka plus plus pada dirinya .
"Bram sudah lama datangnya " ucap maya sembari mendudukkan bagian badanya di atas sofa berhadapan dengan abram yang cuma di halangi oleh meja tamu
__ADS_1
Abraham yang tidak menyadari kedatangan maya mendogak kepalanya dan memandang lekat kearah maya yang pas duduk dihadapanya .
mata abraham melotot , mulutnya terbuka , melihat maya pagi ini sungguh membuatnya lupa segalanya .
sedangkan di pihak maya hanya menatap datar kepada abraham walau tidak ia pungkiri rasa malu masih ada bila ditatap seperti itu.
" Ada apa? kenapa memandangku sedemikian rupa " ucap maya sambil mengelus rambutnya yang basah yang sudah di letakkan ke arah kiri depan dadanya .
" kau cantik sekali sayang , upzz maya" ucap abraham asal tapi matanya tidak berkedip .
" biasa aja nich CEO kalau ngegombal " ucap maya sambil tanganya meraih tabloid di atas meja untuk mengurangi rasa malunya .
tapi belum sempat tanganya meraih tabloid tersebut abraham langsung menangkap tangannya dan menggenggamnya erat .
" menikalah denganku saat ini juga " ucap abraham dengan wajah yang sangat serius .
Mendapat perlakuan seperti itu kini wajah maya bagai kepiting bakau yang sudah kena air panas merah merona , perasaannya membludak dan ingin sekali rasanya ia berlari kearah hutan dan bersembunyi kedalam semak belukar.
" heeem ....." suara mendehem naomi sontak membuat abraham dan maya menarik tangan mereka secepat kilat .
Noami meletakkan tiga cangkir kopi di atas meja dan ikut dimbrung bersama mereka .
__ADS_1
👉***hay kawan kawan semua di manapun berada budayakan like , coment ,favorite , vote dan rate bintang lima yang full ya .....makasih 👈
@bersambung*** @ .