
"Jo lakukan sekarang " ucap Maya memerintahkan Jonathan .
" Baik Nyonya " ucap Jonathan sambil merogoh kantong celananya dan mengambil handpone miliknya .
Jonathan menekan tombol On ! dengan lincah tanganya memainkan benda pipih miliknya itu.
Jo mengakhiri dan memulai ulang panggilan entah sudah berapa kali Jo melakukan itu .
hingga Ia memasukkan ulang handpone kedalam saku celananya menandakan kerjanya sudah benar benar selesai ..
gring......cring.......kring......
Dari arah Even sebuah handpone bergetar diatas meja tepat di depan CEO itu , Even mengambil handponenya yang sedari tadi Ia letakkan di atas meja .Even menatap layar handponenya dan segera meletakkan di daun telinga sebelah kirinya .
" hah ...Apa ? ucap Even dengan nada tinggi.
Wajah Even kini mulai lesuh tidak seperti sediakala tapi kesombonganya masih saja tak bisa Ia tinggalkan .
" ha ha ha .....Nyonya Nyonya Kau bisa memerintah semua Vendor di Negara ini untuk menghentikan mereka memasok bahan baku ke perusahaanku ! saya tidak akan takut sama sekali ! yang menjadi pertanyaan saya apa perusahaan kalian bisa menghentikan supplier dari luar negeri hah ? ucap Even sambil memberi senyum mengejeknya .
Riuh Ruang kembali terdengar dalam ruang rapat mereka semua tidak percaya kalau Even masih bisa tersenyum lebar setelah Maya mengancam perusahaan miliknya itu dengan menekan supplier lain di dalam negeri ini untuk menghentikan kerja samanya dengan Even grup .
Kini giliran Maya yang mulai panik tapi tetap memperlihatkan wajah datarnya.
" ternyata menghancurkan perusahaan Evan grup tidak semudah membalikkan telapak tangan " ucap Maya dalam hati sambil menatap kearah Jo .
Jo hanya menggeleng kepala Jo tau kalau menekan Vendor luar negeri sangatlah sulit tapi bukan tidak mungkin.
Even tersenyum lebar melihat wajah kebingungan antara Maya dan Jonathan dengan demikian Even semakin gencar ingin menekan perusahaan AMANDA grup .
" Karna kalian tadi menolak permintaanku yang 20 persen itu , maka aku yakin kali ini kalian akan menerima tawaranku berikutnya dengan senang hati ! ucap Even dengan kepercayaan diri bisa menekan AMANDA grup kali ini .
"Coba katakan tawaran apa itu ? ucap Rudy yang mulai pasrah dengan keadaan .
"Baiklah karna kalian tadi sudah menekanku dan berencana menghancurkan perusahaanku maka harga yang ku patok tadi 20 persen akan Aku naikkan menjadi 30 persen hitung hitung sebagai konpensasi kalian terhadap perusahaanku ini bagai mana ? ucap Evan diselingi dengan tawa yang sangat menjengkelkan .
Ucapan Evan membuat crew AMANDA grup semakin geram , perusahan Even grup benar benar sudah gila mematok harga paling rendah dan bila dituruki maka perusahaan akan mengalami kerugian yang sangat besar .
__ADS_1
" Anda benar benar sudah gila Tuan Evan mana ada perusahaan yang mau mematok harga serendah itu ! kemungkinan shi ada jika itu di jaman batu seperti jaman anda sekarang ini ! " ucap Rudy yang sudah sangat geram dengan Even .
para peserta rapat kini terbahak bahak dengan ucapan pak Rudy tadi .
"Berani sekali kalian menertawakanku hah ! Baiklah mulai sekarang Aku akan membatalkan kontrak dengan kalian. kalian tau sendirikan akibat yang diterimah oleh perusahaan kalian , perusahaan kalian akan mengalami kerugian yang sangat besar bukan cuman perusahaan kalian yang mengalami dampaknya bahkan semua perusahan kecil akan mengalami hal yang sama , Ayo Labaddu kita tinggalkan tempat yang hanya membuang buang waktuku saja " ucap Evan berdiri sambil mengajak secretarisnya pergi .
Belum juga Evan membalikkan tubuhnya dari tempat itu Maya berdeham seketika .
" Tunggulah barang lima menit lagi Tuan Evan " ucap Maya lembut dan mempersilahkan Evan untuk duduk kembali .
Mendengar ucapan Maya hati Evan terasa mau melompat kegirangan usahanya menekan AMANDA grup kali ini berhasil .
" Na ! coba dari tadi Nyonya mengalah kan enak ! ucap Evan sambil mendudukkan kembali tubuhnya diatas kursi di selingi dengan senyum kepuasan .
Maya melihat tingkah Evan yang seakan akan mengejeknya kini.
Maya membuka tas kecil miliknya dan mengambil handpone dalam tas miliknya itu .
Maya menekan tombol ON dan mencari nama seseorang dalam layar handponenya
" Halo......." ucapa pertama Maya membuka obrolan ...
" ...................." ucap sang penerima .
" Saya memerlukan bantuan Anda kali ini ! ucap maya melanjutkan obrolanya .
" ....................." balas si penerima lagi .
" Apa syarat ...." ucap Maya kanget .
" ......................" Balas si penerima .
Lama Maya berpikir , dengan cara inilah dia dapat menghancurkan kesombongan Even grup walau harus berkorban .
" Baiiklah saya Menerima syarat Anda " ucap Maya sambil menutup panggilan .
" Bagai mana Nyonya ? ucap Evan yang suda tidak sabar mendengar ucapan iya dari Maya .
__ADS_1
Maya cuman tersenyum sinis ! dalam hatinya semoga apa yang di lakukanya kini benar benar terbaik untuknya .
Tidak berapa lama kemudian handpone milik Evan bergetar diatas meja sengaja dia letak disana untuk memamerkan benda mahal itu sekaligus memudahkan ia mengambilnya sewaktu waktu .
Evan mengambil dan menatapi layar handponenya , sebuah panggilan tampa identitas tertulis disana , Evan menyeringitkan dahinya dan mensejajarkan kedua alisnya .
Evan menekan tombel hijau dan meletakkan layar datar mini ke ujung daun telinganya .
" Hallo ..dengan siapa ini ? ucap Evan dengan sombong .
" Maaf TUAN EVAN seluruh supplier dari luar negeri menghentikan pengiriman bahan baku mereka untuk perusahan kita hari ini ! ucap si penelpon kepada Even .
" Apa.........? Even menjatuhkan handponenya wajanya pucat pasih , tubuhnya seketika tidak bertulang dunianya terasa gelap gulita dan pandanganya kosong Ia kini cuman tertunduk diam.
Para peserta rapat keheranan melihat tingkah laku Evan perubahan dirinya dari harimau galak kuat dan perkasa kini bak kucing yang habis di ketok kepalanya , imut tapi sama sekali tidak menggemaskan .
"Bagai mana Tuan Evan yang terhormat " ucap Maya menatap tajam kearah Evan .
Evan hanya tertunduk membisu mengangkat kepalanya saja Ia sudah tidak sanggup apalagi menatap mata Maya langsung .
Karna sudah tidak ada yang bisa di bahas lagi Maya berdiri dan berpamitan dengan kawan kawan AMANDA grup .
Belum juga Maya melangkahkan kaki Evan berlari mendekatinya dan bersujud memohon kepadanya .
" Nyonya ampunilah saya , saya khilaf saya tidak akan mengulanginya lagi saya mohon berikan saya satu peluang lagi" ucap Evan sambil bersujud , tangan kanannya memukul mukul lantai ruangan tersebut dan menangis sekencang kencangnya bagai anak kecil yang tidak diberi permen.
" Sudalah Tuan Even tadi sudah aku peringatkan kepadaMU untuk tidak macam macam dengan perusahaan kami tapi kau tetap saja sombong inilah Akibatnya perusahaanmu kini tinggal Kenangan " ucap Maya penuh penekanan dan beranjak pergi meninggalkan ruangan itu disusul Jonathan yang setia mengekorinya .
👉babnya udah panjang bukan ?
sekarang giliran kawan kawan beri
like , vote , coment ..yang banyak
Trimah kasih .. jangan lupa mampir
Di cinta anak terbuang ...ditunggu.
__ADS_1