
Maya, Naomi dan Arthur kembali ke mension menggunakan taxi online sementara diana tidak ikut karna meresa tidak enak kepada mereka bertiga setelah mendengar pembicaraan Ayahnya dan Abraham.
Setelah beberapa lama mengendarai taxi online tersebut, kini mereka bertiga sudah tiba di depan pintu gerbang mension.
Pak Baddu membukakan mereka pintu.
"Slamat siang Nyonya, salamat Tuan muda" ucap Pak Bandu kepada mereka bertiga sambil menundukkan kepala
Mereka bertiga melangkah masuk tanpa mempedulikan salam dari Pak Baddu.
Membuat Pak Baddu mengaruk garuk kepala.
"Kok tidak ada yang jawaban! tidak seperti biasanya, apa yang terjadi kepada mereka bertiga ya?" ucap Pak Baddu terus menggaruk.garuk kepalanya sambil menutup pintu gerbang seperti semula.
Didalam mension Maya yang tadinya terdiam kini mulai membuka mulut.
"Bu, Arthur kemasi semua barang barang kalian kita kembali ke rumah kita semula" ucap Maya dan dianggukan oleh keduanya.
Hanya butuh 20 menit kembali mereka bertemu diruang tamu sambil menenteng koper di tangan mereka masing masing.
Para pelayan yang melihat hal itu hanya bisa memandangi mereka dan tak berani untuk bertanya.
Mereka kembali melangkah keluar Mension dengan masing masing menjinjing kopor di tanganya.
Kembali Pak Baddu membukakan mereka pintu dan tak berani lagi memberi salam atau bertanya kepada mereka bertiga.
Kembali mereka menaiki taxi setelah sebelumnya Maya memesan lewat aplikasi online.
Tidak butuh waktu lama taxi tersebut sudah memasuki halaman rumah mereka yang dulu, setalah sebelumnya Arthur membuka pintu pagar.
Mereka melangkah masuk kedalam rumah,
rumah itu nampak bersih karna Maya menyuruh orang untuk membersihkanya setiap 3 kali dalam 1 minggu.
Ketiganya memasuki kamar masing masing tanpa menyapa satu dengan yang lain.
Di bilik Maya nampak Ia tertidur sambil menyelimuti sekujur tubuhnya. Ada suara isak tangis dari dalam selimut.
"Tuhan kenapa Engkau ciptakan Dua pria kejam dan munafiq dalam kehidupanKu! Dulu Ryo memperlakukanku dengan kasar mengusirku saat Aku sedang mengandung Arthur, sekarang setelah kurasa bahagia Engkau kembali mengujiKu dengan membuka kedok siapa sebenarnya Abraham itu! Sebenarnya kebahagian apa yang menantiKu disana Tuhan, sehingga cobaan demi cobaan silih berganti Engkau tumpahkan kepada kami berdua" ucap Maya di selah selah tangisanya.
__ADS_1
Sementara itu di bilik Arthur tak ada bedanya dengan Maya. Anak itu terduduk di atas lantai sambil menyandarkan Tubuhnya di dinding lamar. Kedua tanganya menjambaki rambutnya dengan sangat kasar.
"Ayah ..sebutan itu membuatku ingin muntah mengucapkanya. Ayah Itukah nama yang sering mereka banggakan ketika menyebut nama itu! Ah persetan dengan nama itu ! b4jingan, pendusta dan penipu semua bersatu dalam nama itu. Mulai sekarang sebutan itu tidak ada lagi dalam hidupKu, akan kuhapus nama itu mulai hari ini" ucap Arthur dengan mata memerah.
Kembali anak labil itu tergores hatinya. luka yang belum sembuh oleh perbuatan Ryo kini Abraham menorekan lagi luka baru dalam hatinya.
Sementara itu di bilik Naomi wanita parubaya yang terlihat paling tegar diantara keduanya ternyata hanya isapan jempol belaka.
Wanita parubaya itu sedang berada di kamar mandi dengan baju lengkap yang sama dengan Ia pake tadi.
"Inikah cinta yang Ia ucapkan dulu!kenapa Ia tega sekali menghianati kami dengan bersekongkol dengan Abraham menyembunyikan kebusukanya! Oh Tuhan jika sudah tidak ada lelaki baik yang tersisa untukku kiranya tutuplah pintu jodohKu sampai hamba menutup mata" ucap Nomi diselah tangisanya sambil mengguyur sekujur tubuhnya dengan Air.
Sementara itu Abraham dan Jonathan kini berada diatas mobil dan berencana untuk pulang ke mension.
Abraham duduk di kursi penumpang sambil memandang keluar melalui kaca jendela mobil sementara itu Jonathan pokus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Tak lama kemudian kini mobil mereka tumpangi sudah tiba di depan pintu gerbang.
Pak Baddu segera membukakan pintu dan tak lupa memberi salam.
Abraham turun terlebih dulu dari mobil sementara jonathan memarkir mobil di dalam garasi.
Abraham memasuki mension dan langsung menuju kearah biliknya untuk menemui istri tercintanya.
matanya terus mencari Maya tapi tidak juga Ia dapati.
Abraham membuka jas beserta kemejanya dan berencana menggantinya dengan baju Koas biasa.
Tapi alangkah terkejutnya ketika melihat kedalam lemari! hanya pakaianya saja yang nampak disana sedangkan pakaian istrinya tidak terlihat 1 pun ada dalam lemari itu.
Abraham bergegas memakai bajunya dan keluar untuk mencari istrinya.
Lama Abrahan menelusuri setiap sudut mension tapi tidak juga mendapati apa yang di carinya.
"Tuan cari siapa kok sangat gelisah kelihatanya" ucap seorang pelayan yang heran melihat kelakuan Abraham saat itu.
"Heem kau lihat istri Aku tidak?" ucap Abraham menatap kepada pelayan yang menyapanya tadi.
"Oh Nyonya ! Tadi saya lihat beliau, Nyonya Naomi dan Tuan Muda keluar sambil menenteng kopornya masing masing keluar dari mension ini" Balas pelayan itu.
__ADS_1
Abraham mengerutkan dahinya menatap istan kepada pelayan itu.
"Apa maksudMu dengan membawa kopor?" ucap Abraham memelototi pelayan itu dan membuatnya gemetar.
"Iy..a Tuan ! Mereka bertiga keluar mension sambil membawa semua pakaianya. Kami tidak berani bertanya karna kami merasa takut Tuan" ucap pelayan itu gemetaran.
Tanpa mendengarkan lagi ucapan pelayan itu Abraham berlari masuk kedalam kamar Arthur, ternyata benar kata pelayan tadi semua pakaian Arthur tidak satu pun tersisa disana.
Kemudian Ia berlari menuju kamar Naomi namun hal yang sama pun terjadi disana! lemari dalam keadaan kosong.
"Jo........" teriak Abraham membelah seisi ruangan dalam mension.
Jonathan berlari kencang menuju kearah sumber suara.
"Iya Tuan ! ada apa Tuan berteriak memanggilKu" ucap Jonathan yang masih dengan nafas terengah engah habis berlari.
"Kau tau dimana Istriku, ibu dan Arthur sedang berada" ucap Abraham kepada Jonathan.
"Saya tidak tau Tuan! coba Anda telpon" balas Jonathan.
"Sudah tapi nomor mereka tak satupun yang aktif" ucap Abraham dengan nada frustasi.
"Kalau begitu sebentar saya tanya kepada Leon" ucap Jonathan sambil magambil hendpone dalam saku celananya.
Tapi belum juga Ia membuka layar kunci, Leon sudah datang menghampiri mereka berdua.
"Kebetulan Kamu datang Leon! Kau tau dimana istri, ibu dan anakku berada" ucap Abraham menatap keara Leon yang baru tiba di tempat itu.
"Saya Tidak tau Tuan! Terakhir saya lihat mereka sewaktu di kantor. Nyonya Maya, Nyonya Naomi, Tuan Arthur dan Nona Diana saya antar ke kantor karna mereka ingin memberi kejutan kepada Anda. Kata mereka, Tuan berulang tahun hari ini jadi mereka semua datang ingin merayakanya, tetapi Saya heran mereka pulang cepat dengan wajah lesuh dan kelihatanya Nyonya Maya dan Tuan Muda Arthur sedang menangis" ucap Leon dengan panjang lebar.
"Apa kataMu ke kantor ! Menangis" ucap Abraham sambil menarik kedua kerah baju milik Leon .
Leon hanya mengangguk pelan dan heran mengapa Abraham berbuat itu padanya.
Abraham melepas kerah baju Leon dan mengusak ucap rambutnya dengan kasar.
Lama Ia berpikir mengingat semua kejadian di kantor.
Kemudian matanya terbelalak ..
__ADS_1
"Astaga Sial....! ....Leon, Jo! ikut Aku" ucap Abraham sambil berlari keluar mension diikuti oleh jo dan Leon.
👉masih kurang like, vote dan comentnya Ayo dong bantu Authort supaya lebih semsngat upnya ...makasih.