DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
175. SANG PENDONOR GINJAL.


__ADS_3

Semua mata tertuju pada wanita wanita berpakaian putih putih itu.


"Ada apa dengan Tuan Ryo?" ucap Docter Vian.


"Anu Doc....Beliau ...." ucap Perawat wanita itu sambil ngos ngon karna habis berlari.


"Ah kelamaan Ayo ikut!" ucap Docter Vian berlalu meninggalkan tempat itu di ikuti sang perawat tadi dari belakang.


"Leon torong dorang Aku! Kita ke bilik Ryo" ucap Rita kepada Leon.


"Baik...! Nyonya Maya, kami ke bilik Tuan Ryo dulu " ucap Leon pamit ke pada Maya dan kemudian mendorong kursi Roda Rita keluar bilik itu menuju ke arah bilik di mana Ryo sedang di rawat.


"Lepasin Aku mau ke temu anak Aku" ucap Ryo merontah rontah diatas tempat tidur dengan 4 perawat pria memegangi tangan dan kedua kakinya.


"Tuan tidak boleh ke mana mana dulu sebelum Docter Vian mengizinkan" ucap salah satu perawat yang terus memegang kuat tangan kanan Ryo.


"Aku kangen anak Aku! Tolong lepaskan" ucap Ryo sedikit melemah.


Tiba tiba dari arah pintu muncul Docter Vian dan seorang perawat wanita.


Keduanya memasuki bilik itu dan berjalan mendekati Ryo.

__ADS_1


"Tuan tenangkan diriMu"ucap Docter Vian setelah tiba di sisi pembaringan.


"Tapi Docter Aku kangen Arthur" ucap Ryo memelas.


"Iya Tuan ! Saya mengerti tapi, Tuan juga harus menjaga kesehatan Tuan! Apa tuan mau kejadi waktu itu terulang kembali! jaitan pada perut tuan itu lepas, hingga menimbulkan infeksi sehingga tuan sampai saat ini masih dirawat di tempat ini"ucap Docter Vian sedikit emosi.


"Ah Aku tidak peduli pokoknya Aku harus ketemu Arthur" ucap Ryo kembali merontah sehingga para perawat kewalahan memeganginya.


"Nak tenangkan Dirimu ..." ucap Rita yang tiba tiba muncul di balik pintu.


Leon terus mendorong kursi roda Rita hingga mentok di pinggir tempat tidur.


"Iya Mom tau! tapi setelah kesehatanMu benar benar pulih Nak" ucap Rita dengan mata berkaca kaca melihat kondisi Ryo saat itu.


"Pokoknya Ryo mau lihat Arthur" kembali Ryo merontah tapi tetap saja tenaganya masih kalah dengan 4 perawat yang masih setia memeganginya.


"Aku sudah datang jadi Anda tidak usah ke bilik Arthur" ucap Arthur muncul dengan kursi roda yang di dorong oleh Maya dan Naomi di belakanya.


Ryo seketika diam! Tenaganya kini mulai melemah ketika melihat siapa yang datang mendekatinya.


"Nak ....Ayah kangen Arthur" ucap Ryo bangun dari tempat tidurnya setelah para perawat itu melepaskanya.

__ADS_1


Arthur hanya diam tak menggubris ucapan Ryo sedikit pun.


"Nak bagai mana keadaanMu" ucap Ryo memegangi tangan Arthur.


"Seperti yang Anda lihat! Aku sudah sehat berkat Anda. Arthur berterimah kasih banyak atas ginjal yang Anda donorkan untuk Arthur " ucap Arthur memandang kearah Ryo.


Ryo mengeryitkan dahinya memandangi Arthur.


"Nak sebenarnya waktu itu memang Ayah berniat mendonorkan Ginjal buat Kamu tetapi kata docter Vian Ginjal kita tidak sesuai! Ayah begitu frustasi ! Ayah sudah berusaha keras kesana kemari mencari pendonor yang sesuai tapi tidak juga Ayah tumukan! Malah Ayah kembali masuk ke ruangan ini karna jaitan bekas operasi dulu putus hingga terjadi infeksi pada luka Ayah ! Tolong maafpin Ayah Nak Ayah betul betul tidak berguna untukMu" ucap Ryo mengalihkan pandanganya kearah Lain karna Ia tidak mau Arthur melihat butiran kristal keluar dari kedua kelopak matanya.


Kembali orang dalam ruangan itu terperangah kecuali Docter Vian, Setelah mendengar penuturan Ryo.


"Terus Ginjal dalam Tubuh Arthur?" ucap Arthur sangat penasaran siapa sebenarnya pendonor Ginjal dalam tubuhnya.


"Doc isinkan Aku mengantarkan Arthur menemui pendonor itu" ucap Ryo memandang kearah Docter Vian.


"Silahkan tapi Tuan harus hati hati jangan sampai kejadian 1 minggu lalu terulang kembali" ucap Docter Vian memberi Izin kepada Ryo.


"Trimah kasih doc! Ayo Nak biar Ayah antar" ucap Ryo sambil berdiri dan mendorong Arthur keluar dari bilik itu.


👉 Sudah puas bukan ....na sekarang giliran teman teman memberi like, vote, coment dan rate bintang limanya ...gratis kok....trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2