
Keadaan hening sesaat , naomi yang melihat kecanggungan mereka mulai buka bicara
" Dua manusia yang sudah dewasa bila berdua duan di tempat sepih , maka orang ketiganya adalah setan " ucap naomi asal untuk menetralkan kembali suasana .
Maya dan abraham serentak mengalihkan pandangan ke arah naomi , mereka berdua terkeke keke apa yang barusan di ucapkan oleh wanita serba jail itu .
melihat pandangan maya dan abraham yang tak lasim kepadanya , naomi mulai mengingat ngingat tentang ucapannya barusan
"kalau begitu aku dong setannya , tapi manamungkin ada setan secantik dan sekeren diriku ini " ucap naomi dalam hati yang merasa malu sendiri .
" hah ..ucapanku yang barusan aku ralat dan aku sudah memaafkan kalian karna sudah mendengarnya " ucap naomi asal coplos karna tidak mau di ketahui kalau dirinya sudah mengeluarkan kata kata yang menjadi boomerang baginya sendiri
" Silahkan diminum kopinya nak bram " ucap naomi yang masih kikuk dengan ucapanya tadi .
" makasih bu " balas abraham sambil mengangkat gelas dan meletakkan bibirnya dipinggiran gelas tersebut .
"Sebenarnya apa tujuan nak abraham ke mari " ucap naomi setelah meminum kopinya meletakkan gelas kembali ke posisi semula .
__ADS_1
Abraham terdiam sejenak kemudian menarik nafas panjang .
"Begini bu saya datang kemari tak lain dan tak bukan untuk meminang maya anak ibu untuk saya jadikan istri , seperti yang sempat kami bicarakan semalam .karna semalam maya belum memberikan jawabannya maka pagi ini saya kembali lagi untuk memastikannya lagi " ucap abraham panjang kali lebar .
Maya yang mendengar ucapan abraham hanya bisa terpaku dan menundukkan kepala rasa malunya kepada noami sudah tidak bisa tertahan lagi jalan satu satunya yaitu menundukkan kepalanya .
" tapi apa ini tidak terlalu cepat nak bram. bukan kau dan maya berkenalan masih di bilang seumur jagung " ucap noami memberi pandangan lurus ke arah abraham .
"iya bu memang bisa di bilang baru tapi apa boleh dikata kalau hati sudah goyang goyang siapa yang bisa nahan dan ditambah lagi umur kami sudah di bilang cukup dewasa untuk mengarungi bahtera rumah tangga " ucap abraham meyakinkan naomi .
Mendengar itu rasanya maya ingin meninggalkan tempat itu karna merasa sangat malu tapi tetap ditahan untuk menghormati kedua orang yang sedang berada di dekatnya .
"Trimah kasih dan saya akan berusaha membahagiakan maya dan arthur " ucap abraham yang optimis .
Mereka kembali terdiam dan sesekali menyeruput kopi masing masing . naomi yang berada pas di samping maya memegangi bahu maya , naomi tau maya sangat malu mengingat maya tak pernah berhubungan dengan pria lain setelah perceraianya dengan ryo dulu .
" Nak bagai mana jawabamu tentang lamaran abraham ?" ucap naomi yang masih memegangi pundak maya .
__ADS_1
Mendengar ucapan naomi maya mengangkat pelan pelan wajahnya kemudian menatap kedua orang tersebut .
" Maaf untuk hal ini saya harus minta pendapat anak saya arthur karna kebahagian arthurlah yang menjadi proritas utama saya saat ini , dan bram juga tau kan saya sudah gagal pada pernikahan saya yang pertama dan masih menyimpan goresan goresan luka dan masih membekas hingga saat ini " ucap maya yang seolah olah masih troma dengan pernikahan .
"Terus apa keputusan Ade maya " ucap abraham sambil mencondongkan tubuhnya sedikit kedepan .
" Tolong beri aku waktu untuk memikirkanya" ucap maya lagi
"tapi sampai kapan dek " ucap abraham pada posisi duduk semula .
sementara itu naomi yang Mendengar kedua kalinya abraham menyebut adek kepada maya , membuat geli geli apa gitu sambil senyum senyum sendiri .
" sampai saya benar benar yakin bahwa kaulah pelabuhan hatiku yang terakhir " ucap maya dengan tegas .
***catatan terimah kasih untuk semua pembaca setia Dendan Dan Air Mata Seorang Istri sehingga bisa mendapatkan rengking 8 karya terbaru ....sekali lagi trimah kasih banyak .
👉Hay silessurang ogiku dan siulu serta kawan kawan di seluruh penjuruh tanah air jangan berhenti ya beri like , coment ,favorite , vote dan rate bintang limanya ...yang banyak ya ...trimah kasih .
__ADS_1
@bersambung***@.