
Ketiganya sembari duduk setelah yang empunya rumah mempersilahkan mereka.
"Jo! kalian kesini mau ke temu anak saya atau ada hal penting yang kalian mau omongin? ucap Ryo sambil menyilangkan kedua kakinya ala ala orang kaya yang terlihat arogant dan berwibawa.
"Benar Tuan Ryo! Selain kami ingin bertemu Tuan Muda ada hal penting juga yang kami mau bicarakan dengan Anda dan Tuan Muda" balas Jonathan.
"Apa Itu paman ...kok kedengaranya sangat penting" ucap Arthur memotong pembicaraan mereka.
Jonathan menarik nafas dalam dalam dan menghempaskanya dengan pelan.
"Kami Mau menikah Tuan Muda! Jadi kami kemari untuk minta restu dari Tuan Muda dan juga Tuan Ryo" ucap Jonathan sedikit gugup.
"Ah ...menika dengan Nenek" ucap Arthur terbelalak dan mulut terbuka.
"Betul Tuan Muda! Rencanya acara akan kami lakukan 2 minggu dari sekarang" balas Jonathan.
"Kenapa mendadak sekali Jo! Apa tidak sebaiknya kalian mengundurkan jadwal supaya persiapanya lebih matang dan terorganisir" ucap Ryo memotong.
"Maunya si begitu Tuan Ryo, Saya dan anak Saya Diana mau mengadakan pesta besar besaran tapi, Nyonya Naomi tidak mau katanya malu udah tuwir" balas Jonathan berpaling ke arah Ryo.
"Nek...! Apa betul Nenek mau menikah dengan Paman Jo?" ucap Arthur memegang tangan Naomi.
Naomi tak menjawab hanya anggukan kecil yang mengatakan kalau Ia setujuh menikah dengan Jonathan.
"Bagai mana Tuan Muda Apa Anda memberi restu kepada Saya untuk menikahi Nenek Naomi? " ucap Jonatan memandang kelakat kearah Arthur.
Arthur berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat kearah jedela.
Lama Ia berpikir hingga kembali Ia menatap kearah Jonathan.
"Terserah Nenek! Kalau Nenek merasa bahagian dengan keputusanya untuk membina mahligai rumah tangga dengan Paman Jo mau tidak mau, keluarga harus terimah dengan lapang dada!" ucap Arthur sambil duduk kembali di tempat duduknya semula.
Mereka semua saling menatap! Kata kata Arthur sepertinya ada yang menjanggal di hati mereka.
__ADS_1
"Bukan keputusan keluarga kali ini yang mereka minta Nak! maksud kedatangan mereka itu, mereka ingin memastikan kamu bagi restu ke mereka atau tidak?" ucap Ryo sebagai penegah.
"Tidak........" ucap Arthur tegas.
Kembali mereka saling bertatapan satu sama lain dengan keputusan Arthur barusan.
Jonathan seketika lunggai, tubuhnya terasa tidak bertulang sama sekali . Andai tidak ada orang dalam ruangan itu bungkin Pria parubaya itu sudah pingsan disana.
"Sayang bagaimana ini! Tuan Muda tidak merestui kita! Ucap Jonathan berkaca kaca sambil berlutut di hadapan Naomi yang sedang duduk diatas sofa sambil memegang kedua tanganya.
Lama Naomi terdiam. Air matanya sekuat tebaga Ia tahan, melihat Jonathan bersimpu tanpa malu di depan banyak orang hanya untuk memelas kepadanya.
Naomi menarik nafas dalam dalam dan menghempaskanya dengan kasar.
"Jo kalau itu keputusan Arthur!Aku akan ikut denganya semua rencana yang sudah kita susun 1 bulan ini kita batalin! Aku tidak akan menikah kalau Maya dan Arthur tidak beri ijin. Itu sudah jadi komitmen Saya! Jadi carilah wanita lain sebagai penggantiku" ucap Naomi memalingkan wajahnya ke tempat lain dengan bola mata berkaca kaca.
"Tapi Sayang...! ucap Jonathan memegangi tangan Naomi tapi di tepis oleh Naomi secara lembut.
Jonathan bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Diana yang sudah berlinang air mata.
"Tapi Ayah....." ucap Diana sambil memandang kearah Naomi.
"Iya ....Ayah mengerti perasaanmu ..Tapi kita harus terima keputusan Tuan Muda dan Nyonya Naomi"ucap Jonathan menarik tangan Diana untuk bergegas pergi dari tempat itu.
Mereka berdua berjalan menuju arah pintu dengan hati hampa tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka.
Tapi belum juga mereka berdua melangkah Jauh tiba tiba Arthur memanggil Jonanathan.
"Paman Jo........" ucap Arthur.
Jonathan sontak terhenti tapi tidak berbalik sama sekali ke Arah Arthur.
"Paman belum mendengar seutuhnya ucapan Arthur! Paman langsung mengambil keputusan untuk meninggalkan Nenekku. Apa cuman itu bukti cinta paman dengan Nenekku yang cantik ini" ucap Arthur sambil memegangi dagu milik Naomi.
__ADS_1
"Apa maksud Tuan Muda! Asal Tuan Muda tau aku mencintai Nyonya Naomi dengan segenap jiwa ragaKu" ucap Jonathan berbalik arah.
"Makanya dengarin dulu ...Tadi saya bilang Tidak itu masih ada kelanjutannya! "Ucap Arthur sembari senyum
"Coba Tuan Muda jelasin supaya Saya tidak penasaran" ucap Jonathan berlari kecik ke hadapan Arthur.
"Tidak !! Tidak Nolak Maksud Aku! mana mungkin Aku menolak kebahagian Nenekku ini. Kalau Dia bahagia Aku juga bahagia tapi, ingat Jo kalau kau sampai membuatnya menangis atau bersedih Kau akan berhadapan denganKu ucap Arthur memegang punggung Jonathan.
"Jadi Tuan Muda memberi Restu kepada kami" ucap Jonathan dengan sangat Antusias.
Arthur mengangguk sembari tersenyum lebar kearah Naomi dan Jonathan.
Jonathan melompat begitu Girang mendekat kearah Naomi.
"Sayang kita jadi menikah! Tuan Muda sudah beri Izin. Sebentar lagi, Kau akan menjadi milikKu seutuhnya" ucap Jonathan begitu gembira dengan linangan air mata.
"Ayah jangan di peluk dulu belum sah" ucap Diana menarik tubuh Jonathan menjauh dari Naomi.
"Maaf kecoplosan" ucap Jonathan menggaruk garuk kepalanya sembari duduk kembali diatas sofa.
Mereka semua sembari tersenyum bahagian.
Tidak lama kemudian. Muncul Rita dari arah dapur sambil membawa nampan berisi minuman dingin dan beberapa cemilan diatasnya.
"Nah .....silahkan di minum" ucap Rita sambil mendudukkan tubuhnya di samping Arthur
"Kalau Nenek Naomi sudah dapat Jodoh! Oma juga Mau cari Ah! ucap Rita sembari merangkul tubuh Arthur.
"Iya Oma ....Arthur kasih usul! Baiknya Oma dekati paman Leon siapa tau Jodoh ...ha...ha..ha" ucap Arthur tertawa riang menjaili Omanya dengan menjodohkannya dengan Leon.
"Kau ..ini " ucap Rita sambil memukul Arthur dengan bantal sofa.
Semuanya ikut tertawa oleh ulah Arthur yang senang menjaili Nenek Nenek.
__ADS_1
👉bagi yang masih malu malu bagi like, coment ,vote dan bintang limanya ..ayo dong bagi sekarang jangan pelit pelit gratis kok....barang gratis saja kalian peliti apa lagi yang di beli ha ha ha...canda... trimah kasih.