DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
197. KABAR GEMBIRA DARI JO DAN NAOMI.


__ADS_3

Setelah Docter Dewi dan para perawat keluar dari dalam bilik itu. Abraham melangkah menuju Inkubator dimana kedua bayi kembarnya sedang tertidur pulas disana.


Abraham mengangkat bayi laki lakinya dan membisikkàn sesuatu di telinganya kananya.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Asyhadu allaa illaaha illallaah (2x)


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (2x)


Hayya ‘alashshalaah (2x)


Hayya ‘alalfalaah (2x)


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)


Laa ilaaha illallaah (1x)


Kemudian Abraham berpindah ke telinga kirinya.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Asyhadu allaa illaaha illallaah (2x)


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (2x)


Hayya ‘alashshalaah (2x)


Hayya ‘alalfalaah (2x)


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)


Laa ilaaha illallaah (1x).


Abraham kemudian meletakkan kembali bayi laki lakinya di tempat semula dan berpindah di Inkubator satunya.


Sama halnya dengan anak laki lakinya tadi Abraham mengangkat tubuh anak perempuanya dan membisikkan azan di telinganya.

__ADS_1


Abraham meletakkan kembali anak perempuanya dan menatap bayinya secara bergantian.


Ada rasa haru dan gembira di hatinya melihat bayi kembarnya yang terlihat tampan, cantik serta sehat di dalam Inkubator.


Abraham melangkah mendekat kearah pembaringan dimana Maya sedang tertidur pulas disana.


"Sayang terimah kasih atas semuanya" ucap Abraham menciumi punggung tangan Istrinya.


Karna mendapat sentuhan dan guncangan kecil pada tubuh, Maya bergerak dan sedikit demi sedikit membuka matanya.


"Uumm....." gumam Maya sambil mengucak ucak kedua matanya.


"Sayang Kau sudah bangun" ucap Abraham sambil menyapu pucuk kepala Maya.


Maya hanya mengangguk pelan tanpa mengucapkan satu katapun.


Tiba tiba pintu kamar di ketuk. Abraham segera bangkit dari tempat duduknya dan melangkah kearah pintu.


Dengan pelan Abraham memutar gagang pintu dan menariknya dengan pelan hingga daun pintu terbuka.


"Leon Kau disini" ucap Abrahan yang kaget melihat keberadaan Leon di hadapanya.


"Bram biarkan kami masuk dulu!" ucap Rita yang sadari tadi ingin masuk melihat keadaan Maya dan bayinya tapi dihalangi oleh tubuh besar Abraham yang berdiri di depan pintu.


"Oh maaf .....Silahkan Masuk " ucap Abraham menyingkir dan memberi ruang kepada Rita dan Leon untuk masuk.


Setelah mereka masuk tiba tiba Abraham menarik tangan Leon.


"Kemarilah ..." ucap Abraham menarik tangan Leon menjauh dari Rita yang terus melangkah menuju pembaringan dimana Maya sedang berbaring disana.


"Apa kau bisa jelaskan semua ini Leon?" ucap Abraham melepaskan genggaman tanganya dari pergelangan tangan Leon.


"Maksud Tuan tentang keberangkatan Tuan Muda ke singapura" ucap Leon yang paham maksud dari Abraham.


"Iya ..! Kenapa Kau tidak ikut dengan Arthur kesana" ucap Abraham.


"Maaf Tuan! Sebenarnya Saya ingin sekali ikut dengan Tuan Muda kesana. tapi, Tuan Ryo melarang Saya! Katanya biar Dia yang menemani Tuan Arthur. Lagian kata Beliau, Ia ingin menikmati kebersamaannya dengan Arthur yang dulu perna hilang di masa lalu"balas Jonathan kepada Abraham.

__ADS_1


Abraham mengangguk pelan dan mempersilahkan Leon untuk menjeguk Istrinya dan kedua bayi kembarnya.


"Nak selamat ya ! atas lahirnya bayi kembar kalian! Ibu turut gembira akhirnya, keluarga kita bertambah dua orang" ucap Rita sambil menepuk nepuk punggung tangan Maya.


"Trimah kasih Bu! Tapi ngomong ngomong dimana Arthurnya kenapa Ia tak datang menjeguk adik adiknya" ucap Maya yang mencari keberadaan Arthur.


"Arthur dan Ayahnya ke Singapura menggantikan Abraham mengikuti rapat disana! Ibu ikut senang Abraham mempercayakan Arthur untuk mengikuti rapat besar seperi itu" ucap Rita tersenyum.


"Ah Tante Rita bisa saja! Aku melakukan semua Itu untuk ke baikan Arthur di masa depan. Karna tidak menutup kemungkinan kelak, Arthurlah yang akan memegan kendali AMANDA grup" ucap Abraham duduk di atas pembaringan tepat di samping kepala Maya.


"Apa Kau benar benar ingi menyerahkan AMANDA grup untuk Arthur, mengingat Arthur itu bukan darah daging Kamu Bram! Dan Bukankan sedari dulu keluargaMu mengincar perusahan Itu" ucap Rita menatap kearah Abraham yang lagi mengusap usap pucuk kepala Maya.


"Aku sudah tidak peduli lagi dengan semua itu . Aku, Maya dan kedua bayi mungil Kami hanya ingin hidup layaknya keluarga Normal tanpa ada lagi dendan dan saling memusihi satu sama lain, dengan catatan orang tak mengusik Kami maka kami juga tidak akan mengusik mereka" ucap Abraham sambil menatap Maya dan disambut senyum oleh Istrinya itu.


"Aku juga seperti itu, Aku sudah jenuh dengan permusuhan keluarga kita, Aku sudah merasa nyaman hidup seperti ini tanpa ada lagi dendam denaman di antara kita" balas Rita.


Semuanya tersenyum gembira akhirnya dendam diantara keluarga mereka akhirnya usai juga.


Tak lama kemudian dari arah pintu nampak Jonathan datang sambil memegang tangan Naomi.


Kedua wajah mereka nampak berseri seri. Sepertinya ada hal yang membahagiakan yang mereka sembunyikan.


"Hati hati sayang " ucap Jonathan yang membantu Naomi untuk duduk.


"Lebay dhe" ucap Leon yang melihat perhatian Jonathan yang sangat berlebihan untuk Naomi.


"Sirik....." balas Jonathan.


"Untuk apa Aku sirik padaMu" ucap Leon tak terimah di katai sirik oleh Jonathan.


"Kau belum punya pasangan bukan! Sedangkan Aku sudah punya Istri cantik dan sebentar lagi kami juga akan di karuniai buah hati seperti Bram dan Maya" ucap Jonathan banggah sambil tersenyum puas memandang kearah Leon.


"Apa .......buah hati" ucap Abraham dan Maya secara bersamaan.


Naomi mengangguk pelan sembari tersenyum kepada Jonathan yang sedang berdiri di sampingnya.


👉Like, coment, dan Vote masih terus di tunggu ya makasih.......

__ADS_1


__ADS_2