Dijodohkan Dengan Anak SMA

Dijodohkan Dengan Anak SMA
Bab Tujuh Puluh Delapan


__ADS_3

Tak jauh dari tempat singgah Li Xuyi, ada seseorang yang sedang duduk di depan api unggun. Dia mengenakan mantel tebal, juga mengenakan topi. Cuaca di gunung memang sangat dingin dan lembab.


Li Xuyi membuka matanya dan melihat sekeliling. Apalagi ia menghirup asap yang tak jauh darinya. Ia segera bangkit dan menghampirinya.


"Anda sedang apa disini?" Tanya Li Xuyi bertanya sambil satu tangannya menepuk pria itu. Pria asing itu mendongak. Lalu tersenyum tipis.


"Saya sedang membuat api unggun. Di pegunungan seperti ini sangat dingin. Aku kehilangan jejak kawanku yang melakukan ekspedisi. Mungkin dengan sinyal asap mereka akan segera menemukanku." Ujar pria itu.


Li Xuyi mengangguk lalu segera bertanya. "Apa boleh aku bergabung. Aku juga menunggu seseorang untuk menemukanku. Aku tersesat. Dan sekarang gak tau tiba tiba berada di dalam hutan. Aku baru saja tiba di negara ini." Ungkap Li Xuyi.


"Ugh, sungguh kasihan sekali kamu. Baiklah. Silahkan duduk." Ujar pria itu.


Li Xuyi merasa lega dan ikut duduk di samping pria itu. "Kata orang disini banyak binatang buas. Kau berhati hatilah." Ujar pria itu mengingatkan.


Li Xuyi yang tak tau apa apa membelalakkan mata. "Binatang buas?" Tanya Li Xuyi mengulangi.


"Hem, benar. Makanya kita jangan bergerak bebas." ujar pria itu.


Li Xuyi melihat sekelilingnya lalu bergidik ngeri. Selama dia hidup di negara itu, ini pertama kalinya ia berada di hutan. Apalagi di sana masih ada binatang buas yang berkeliaran bebas. Ia kira semua binatang binatang itu sudah dilindungi dan dipelihara oleh pemerintah. Tak di sangka masih ada yang bebas di hutan.


"Kau jangan takut, aku sudah memberi perangkap di sekitar sini. Mungkin akan aman untuk malam ini." ujar pria itu menenangkan. Li Xuyi bisa bernafas lega.


Pria itu melirik keadaan Li Xuyi yang kusut. "Apa kau sudah makan?" tanya pria itu.


"Belum, sedari pagi. Aku. Bahkan belum makan. Karena tiba tiba saja aku di sekap." Penjelasan Li Xuyi.


Pria itu merogoh ke dalam tas ranselnya lalu mengeluarkan roti bakpao kepada Li Xuyi. "Ini masih ada roti. Kau makanlah." Ujar pria itu berbaik hati.


"Terima kasih." jawab Li Xuyi menerima roti dan melahapnya. Di dalam kegelapan malam mereka berdua duduk bersila di depan api unggun. Waktu semakin larut dan sunyi. Pria itu masih tetap fokus di depan api unggun sementara Li Xuyi sudah merasa mengantuk.


"Sepertinya kau sangat kelelahan. Kau tidurlah. Biarkan aku yang berjaga, jika terjadi apa apa, aku akan membangunkanmu." ujar pria itu.


"Kau sungguh baik kepadaku. Padahal kita tak saling mengenal. Suatu saat jika bertemu lagi, aku akan membalas kebaikanmu." ujar Li Xuyi terharu.

__ADS_1


"Hem simpan saja untukmu kelak." ujar pria itu tersenyum tipis. Li Xuyi menata jerami kering untuk membuat kasur. Sementara pria itu menyunggingkan senyum dan membiarkan Li Xuyi tertidur.


Disisi lain. Elsa telah mengerahkan bawahannya untuk mencari Li Xuyi. Malam ini harus segera menemukannya lalu membunuhnya. Dengan begini akar permasalahan akan hilang.


Rombongan segera masuk hutan, bisa terbilang mereka berjumlah sepuluh orang. Jo yang masih terjaga di depan api unggun melirik ke arah suara daun yang bergesekan.


Sepertinya bawahan Linda sudah beraksi. Jo segera mematikan api dan membangunkan Li Xuyi.


"Hah. Apa yang terjadi?" tanya Li Xuyi masih linglung saat terbangun.


"Sssttt. Kau diamlah. Ada orang. Kita tidak tau, apa itu lawan atau kawan."


Li Xuyi terbelak. Ia mengatupkan bibirnya dengan rapat dan mengikuti Jo dari belakang.


Sepuluh orang itu menggunakan anjing sebagai pelacak mereka. Jo bergegas merusak tempat yang tadi ia gunakan.


"Hei, apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau temanmu tidak menemukan kita kenapa kau mematikan api." tanya Li Xuyi dengan kesal.


"Aku bilang, diam. Di tempat seperti ini kita tidak tau lawan atau kawan. Jika mereka tau kita berada disini dan dia adalah lawan. Maka akan mudah menemukan kita dan cepat atau lambat kita akan terbunuh sebelum menemukan teman kita."


"Lebih baik kita cepat pergi dan cari tempat yang aman." Ujar Jo.


Di sebrang sana. Sepuluh bawahan Linda segera menyebar di seluruh hutan. Setiap orang menggunakan anjing. Jadi mereka berpencar agar lebih mudah menemukan Li Xuyi.


Li Xuyi merasa takut. Dan terus mengikuti Jo dibelakangnya. Hutan ini adalah hutan belantara. sangat sulit untuk melarikan diri karena hutan ini sangat gelap dan sebagian adalah rawa. Li Xuyi semakin bingung. Tiba tiba ia teringat jika ia sebelumnya memberitau Linda untuk menjemputnya.


Li Xuyi berjalan ke depan. Dan menarik mantel Jo, sehingga Jo menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" Tanya Jo.


"Mungkinkah itu orang bawahan Nona Linda atasanku. Mereka mungkin mencariku." Ujar Li Xuyi.


Jo melihat sekitar, sepertinya gerakan orang orang itu sudah jauh. "Jangan mengada. Jika benar dia atasanmu kenapa harus menggunakan anjing untuk melacak. Sepertinya mereka bukan." Ujar Jo. "Sekarang kita tidak punya waktu. Lebih baik kita mencari tempat untuk bersembunyi dari kejaran mereka."

__ADS_1


Gerakan itu semakin mendekat. Anjing terus menggonggong di kegelapan. Li Xuyi semakin merinding dan mengikuti Jo. Jika benar itu suruhan Linda untuk membunuhnya. Maka ia sedang dalam bahaya sekarang. Entahlah. Semua itu membuat Li Xuyi merasa bimbang.


...----------------...


Disisi bersamaan. Arsya berada di Villa kediaman Wirawan. Wiryo dan Dewi merasa bingung karena Arsya selalu datang kesana setiap tengah malam.


Wiryo saling berpandangan dengan Dewi. Entah apa yang dilakukan Arsya setiap datang pasti akan meminta untuk menuju kamar Anna. Wiryo hanya bisa mempersilahkan. Setelah merasa puas berada di kamar Anna. Ia akan pulang sekitar jam tiga fajar.


Di kediaman Villa Arsya. Linda merasa kesal karena orang bawahan yang ia utus untuk mencari satu orang saja tidak becus. Ia melempar vas bunga di sampingnya ke tembok.


"Prang!"


"Dasar tidak becus. Mencari satu orang saja kalian tidak bisa. Cepat cari lagi sampai ketemu dan bunuh dia." Ujar Linda melalui sambungan telepon.


Sepuluh orang itu di pagi harinya kembali masuk ke dalam hutan. Hutan belantara seperti itu akan sangat sulit untuk berjalan apalagi mencari seseorang.


"Nona Linda. Anda tenanglah. Masih ada banyak hari untuk melakukan pencarian. Aku yakin mereka akan menemukan Li Xuyi." Elsa segera menenangkan Linda.


"Ya. Masih ada banyak waktu. Sekarang bersihkan lantai itu, sebentar lagi Arsya datang." Ujar Linda kepada Elsa.


"Baik."


Elsa bergegas mengambil sapu dan tempat sampah di lantai bawah. Lalu kembali ke lantai dua dan membersihkan lantai. Linda kembali membaringkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang.


Tak berapa lama terdengar suara deruan mesin mobil terhenti di halaman depan. Sepertinya itu adalah mobil Arsya. Elsa segera menuruni tangga dan menyimpan tempat sampah di belakang lalu kembali ke kamarnya.


Arsya setelah kembali langsung masuk ke dalam ruang kerjanya. Rendi dan Ricky segera menyusul masuk.


"Tuan Arsya. Seperti yang anda duga. Bawahan nona Linda sudah menyebar. Untung saja Jo sudah menemukan Li Xuyi tepat waktu. Jadi mereka sudah aman." Lapor Rendi.


"Jo memang cerdas." Gumam Arsya.


"Hari ini Nona Linda mengundang WO terkenal ke Villa. Nona Risa."

__ADS_1


"Soal itu biarkan saja. Ini sudah larut. Kalian kembali dan istirahatlah."


"Baik." sahut mereka berdua dan segera undur diri.


__ADS_2