Dijodohkan Dengan Anak SMA

Dijodohkan Dengan Anak SMA
Part 1 season 2 di Belanda


__ADS_3

Lima tahun kemudian


Seorang gadis berwajah noni belanda tengah menyiram bunga mawar di kebun. Rambut pendek seleher dengan diwarnai pirang. Kulit putih dan wajah secerah mentari. Yach itu adalah Anna. Entah sejak kapan dia lebih senang berkebun dari pada berbisnis. Dia bahkan memiliki hobi berkebun dengan menanam bunga mawar yang memiliki luas beribu hektar sekarang.


Entah itu sebuah kesenangan ataukah sebuah hobi. Tetapi saat ini, dirinya merasa bahagia hidup sederhana. Seolah tanpa beban dan memiliki musuh di mana mana.


Mengingat hal itu, kenapa dulu dia mau menikah dengan Arsya yang jelas memiliki hubungan yang sangat rumit. Setiap pergerakan memiliki intensitas pengawalan yang ketat.


Memang ia akui, hidup disisi Arsya memang tidak mudah. Bahkan harus berani naik ke atas ranjangnya agar bisa di anggap sebagai wanitanya. Huh, dia jadi teringat bagaimana Linda ingin sekali menjadi nyonya muda adiyaksa.


Anna tersenyum tipis memandang cahaya matahari yang kian tenggelam di ufuk barat. Kini saatnya ia harus kembali ke dalam rumah sebelum magrib.


Dari kebun hingga rumahnya, membutuhkan waktu 15 menit. Jadi untuk kembali ia harus mengendarai sepeda. Sebelum pulang, ia memetik bunga mawar dan membawanya pulang.


Anna Anggitasari Wirawan, nama yang sejak dulu di berikan oleh kedua orang tuanya. Kini hidupnya telah berubah. Dia hidup lebih sederhana. Tanpa ada pengawal tanpa ada asisten rumah tangga. Semuanya ia lakukan sendiri. Termasuk memasak dan mencuci baju.


Terkecuali, saat merawat kebun mawarnya. Ia mempunyai beberapa karyawan. Dua di antaranya adalah lelaki dan tiga di antaranya adalah perempuan. Anna sudah menganggap semua karyawannya adalah keluarganya. Tidak ada pengecualian.


Mengulik tentang kehidupannya, sekarang ia lebih rendah hati. Semua pegawainya merasa senang.


Anna membawa mawar mawar itu hingga ke rumah. Sebelum melaksanakan mandi. Ia terlebih dulu menata bunga mawar dan ia masukkan ke dalam vas bunga sesuai kriteria warna. Barulah setelah itu ia pergi ke kamar mandi.


Jam setengah delapan malam. Ia merasa lapar. Jadi ia pergi ke dapur. Tapi sayangnya saat membuka kulkas, tak ada makanan apapun di dalamnya. Dia lupa kalau minggu ini seharusnya ia pergi ke supermarket untuk membeli barang yang ia butuhkan.


Ia kembali masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk pergi. Di garasi ada mobil yang disediakan jika saja ia butuh untuk bepergian. Hanya saja. Ia sering menggunakan sepeda untuk pergi ke kebun atau pulang dari kebun.


Mobil ini, ia gunakan di saat saat yang penting. Seperti hal ini, ia pergi ke supermarket yang jaraknya 10 km . Jadi ia harus menggunakan mobil sekaligus membawa barang belanjaan.


Tak berapa lama ia telah sampai di supermarket. Ia langsung mengambil belanjaan yang ia butuhkan di rumah. Setelah selesai ia pergi ke kasir dan membayar.


Masih ada beberapa antrean di depannya sehingga ia harus menunggu hingga saat gilirannya. Setelah beberapa lama menunggu akhirnya ia sampai di depan kasir. Tetapi seseorang tiba tiba menyerobot karena ia hanya mengambil minuman mineral saja. Saat pembayaran ternyata pria itu menggunakan kartu hitam.


Kasir yang berjaga pun mengetikkan ke mesin, tapi sayangnya kartu yang diberikan oleh pria itu tidak bisa membayar.

__ADS_1


"Maaf, sir. Kartunya tidak dapat digunakan untuk membayar." ujar wanita yang berjaga di kasir. "Coba kartu yang lain?" tanya wanita itu.


Pria itu kembali merogoh dompetnya dan mencari kartu yang lain lalu memberikan kartunya kepada wanita itu lagi. Dan lagi kartu itu ditolak.


Anna yang sudah menunggu lama pun segera maju, "Maaf sir. Aku harus segera pulang karena takut terlalu malam di jalan. Nona, tolong masukkan belanjaannya ke dalam tagihan pembayaran milikku." Ujar Anna setelah berbicara pada pria itu, ia beralih kepada wanita yang berjaga di kasir.


"Oke." sahut wanita itu.


Setelah menghitung semua belanjaan. Anna memberikan botol air mineral itu kepada pria itu.


"Ini," ujar Anna memberikan botol itu.


"Terima kasih. Anda baik sekali. Sangat jarang bisa bertemu dengan orang baik di negara ini." Ujar pria itu seraya membuka tutup botol.


"Ya, saya lihat anda tidak memiliki uang cash. Apakah anda dari perjalanan jauh?" tanya Anna.


"Hem, kebetulan saya memiliki pekerjaan disini. Dan saya lupa mengambil uang cash di bank. Dan saya terburu buru."


"iya."


"Baiklah, hari sudah malam. Sepertinya saya harus segera pulang. Selamat malam." Ujar Anna berpamitan.


Pria itu mengangguk. Dia melihat punggung ramping itu masuk ke dalam mobil. Dari pertemuan pertamanya membuat pria itu berkesan. Setelah mobil Anna sudah menjauh, pria itu melanjutkan perjalanannya ke tempat tujuan utamanya, yaitu konstruksi pembuatan rumah budi daya tanaman.


Anna melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak berapa lama ia pun telah sampai di rumahnya. Setelah memasukkan mobilnya ke dalam garasi, ia mengambil belanjaannya dan membawanya masuk.


Sampai di rumah sudah pukul 9 malam, ia sudah sangat lapar sekali. Demi menghemat waktu, ia memasakkan mie instan saja agar lebih cepat. Setelah itu ia akan melanjutnya penelitiannya untuk mengubah bunga mawar mawar itu sebagai parfum atau yang lainnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, dia sudah sangat lelah dan mengantuk. Ternyata penelitiannya itu begitu menghabiskan banyak waktu hingga tak sadar jika sudah tengah malam.


Anna pun bergegas mencuci kaki dan tangannya dan bersiap untuk tidur.


Dibelahan dunia yang lain.

__ADS_1


Saat ini suasana di negara indonesia masih lah terang. Perbedaan antara indonesia amsterdam itu 15 jam. Jadi tak hayal jika di negara maritim itu masih siang.


Arsya Widodo Adiyaksa masihlah orang yang sama. Hanya saja perbedaannya dia sudah semakin dewasa. Tidak memiliki keraguan apapun dalam bertindak. Sejak kejadian Linda tempo dulu. Ia malah semakin kejam.


Bagi siapapun yang menghalangi jalannya tanpa sungkan ia membunuhnya. Dan untuk urusan kantor, ia menerapkan sistem ketat agar karyawannya selalu disiplin dalam bekerja.


Banyak para karyawannya tidak betah bila bekerja di sana. Tetapi yang membuatnya tergiur adalah penggajiannya yang lebih tinggi dari perusahaan manapun.


Hari ini salah satu divisi accounting harus memberikan hasil kerjaannya selama sebulan ini. Semua penjualan dan pemasukan keungan keuntungan harus dilaporkan hari ini.


Semua kepala divisi dan salah satu asistennya telah berada di dalam ruangan rapat. Di dalam sana mereka semua tegang saat Arsya melihat sebagian yang mereka laporkan. Pasalnya, jika pembiayaan dan hasil untung itu hanya mendapatkan lebih minim dari sebelumnya. Mereka semua akan dikenakan kerja lembur yang berlebihan untuk meningkatkan financial yang lebih tinggi.


Karena ini pula menyangkut penggajian karyawan. Jika untung merosot banyak. Tentu saja perusahaan akan merugi besar.


"Apa ini!" bentak Arsya seraya membanting hasil laporan mereka di atas meja. Semua yang mewakili rapat di dalam aula semakin gemetar bahkan suasana ruangan itu semakin dingin.


"Ini kalian harus mengerjakan ulang." Tunjuk Arsya pada dokumen yang ia banting tadi. Lalu tatapannya menyapu ke seluruh karyawan yang berada di sana.


"Jika laporan yang kalian tunjukkan ini tidak berkelas. Bersiaplah untuk keluar dari perusahaan ini." tutup Arsya. Ia kemudian beranjak dari kursinya dan keluar.


Semua wajah tegang para direksi semakin tenggelam. Mereka segera membubarkan meeting dan kembali ke divisi dan mengatur ulang laporan mereka. Bahkan mereka mengambil resiko dengan lembur di malam hari.


Para karyawan mendesah capek jika setiap hari harus bekerja bagai kerja rodi. Tapi apalah daya. Mereka hanya karyawan biasa. Protes pun mereka tidak berani. Sekarang perusahaan semakin gila karena pengaturan ketat seperti ini.


Arsya menapakkan kakinya ke dalam ruangan CEO. Kali ini Danni segera melapor keadaan yang terhubung dengan konstruksi yang berada di amsterdam.


"Presdir, Direktur Roni sudah berada di amsterdam. Dia sudah mengecek beberapa konstruksi di sana. Hanya saja. Kita juga harus ke sana untuk mengecek sendiri hasilnya. Takutnya tidak sesuai lagi."


Arsya mengerutkan wajahnya. "kalau begitu atur jadwal penerbangan sore ini." ujar Arsya.


"Baik!"


Danni bergegas kembali ke ruangannya dan mengatur jam penerbangan menuju amsterdam.

__ADS_1


__ADS_2