
"Itu...urusan pribadi kami. Oiya, kau belum sarapan kan?. Ayo kita kembali. Aku akan menyiapkan sarapan salad sayur."
"Wow. Pasti enak. Ayo kita kembali."
Mereka berdua pun kembali. Sampai di perumahan penelitian di kebun mawar. Anna langsung membukakan pintu. Mereka berdua masuk ke dalam sana. Dan semua itu tak jauh dari pandangan Arsya.
Arsya kemudian berbalik pergi. Sementara Anna dan Direktur Roni sedang menyiapkan sarapan. Anna duduk berhadapan dengan direktur Roni. Membuat salad sayur seadanya kemudian menyiapkan di masing masing piring. Setelah itu keduanya saling memakannya.
Hari beranjak siang. Setelah sarapan, direktur Roni segera kembali. Tepat saat membuka pintu Lincoln berlari tergesa.
"Direktur Roni, anda dari mana saja. Aku mencarimu? Ada sebuah surat untuk anda?" Ujar Lincoln lalu mengeluarkan sebuah amplop coklat kepada direktur Roni.
"Aku baru saja joging di sekitar sini." jawab direktur Roni sembari menerima amplop. Membukanya dan membacanya.
Isi dari surapt itu adalah surat pindah kerja. Besok pagi direktur Roni harus pindah ke korea. Kali ini mengerjakan proyek pembangunan gedung apartemen. Direktur Roni merasa sedih harus berpisah dengan Anna. Disisi lain, ia bisa mendapatkan kepercayaan jika ia mampu menyelesaikan tugas.
"Direktur Roni, apa isinya?" Tanya Lincoln yang ternyata masih menunggunya.
"Surat pindah kerja." Direktur Roni memberikan isi dari amplop itu, Lincoln segera membacanya. Memang pekerjaan ini sering berpindah tempat untuk menjadi arsitek yang hebat. Maka dari itu Direktur sudah terbiasa. Ia kembali ke negaranya jika ada kerjaan di sana.
"Jadi kita mau ke korea?" Tanya Lincoln ikut berjalan masuk mengikuti direktur Roni yang sudah lebih dulu masuk ke dalam penginapan.
"Ya," sahut direktur Roni meletakkan jam tangan yang tengah ia pakai.
"Wow. Jadi kapan kita berangkat?"
"Entahlah. Mungkin besok pagi." direktur langsung duduk dan menuangkan air minum.
"Karena masih besok pagi, jadi nanti malam kita berkemas. Baiklah direktur Roni aku akan kembali."
"Hem." setelah kepergian Lincoln Direktur Roni masuk ke dalam kamar mandi.
Karena sudah melakukan perjanjian dengan Anna. Setengah jam kemudian direktur Roni kembali dengan penampilan yang kasual.
__ADS_1
"Halo, Noni. Sudah siap!" Direktur Roni langsung menemui Anna di rumahnya.
"Pak Roni. Sudah nih. Ayo pergi." Ujar Anna. Saat di luar, Arsya sudah mengenakan pakaian kasual juga. Dan itu terlihat sangat tampan dan lebih muda dari biasanya.
Ia berdiri bersandar di kap mobil samping dengan tangan bersedekap di dada. Saat direktur Roni dan Anna keluar rumah langsung melihatnya. Direktur Roni terkejut dengan kedatangan presdir Arsya.
"Presdir." Direktur Roni segera menyapa. Dan Arsya hanya mengangguk tapi tatapannya terarah kepada Anna.
Anna pun bersuara karena Arsya sudah berada di depan rumahnya. "Ngapain kamu didepan rumahku?" gumam Anna.
"Tentu saja mengawasi kalian berdua. Aku tidak ingin kalian dilaporkan ke pihak berwajib terkait kalian berduaan di dalam rumah. Takutnya melakukan hal aneh jika berduaan saja." Ujar Arsya lalu melirik direktur Roni.
Mata Anna membola seketika.
"Presdir, saya berani bersumpah demi Noni aku tidak akan melakukan hal apapun." Direktur Roni segera bersuara untuk menjelaskan takutnya Anna akan percaya dengan ucapan Arsya jika direktur Roni melecehkan Anna.
"Cih." Arsya mendesis. Lalu melihat pakaian mereka yang tampak rapi. "Kalian mau kemana?" lanjut Arsya bertanya.
"Kita mau beli barang perlengkapan di pusat perbelanjaan. Apakah presdir juga mau ikut?" Direktur Roni segera memberitaukan tujuan awalnya keluar. Ia juga merasa takut jika presdir Arsya akan membuatnya sulit jika tidak terus terang.
Direktur Roni segera tersenyum. Dan membuka pintu mobilnya, sementara Arsya juga sedang membuka pintu mobil.
"Pak Roni, bukankah kita sedang berkencan. Mana bisa harus pergi bertiga. Yang ada malah mengganggu. Lebih baik kita pakai dua mobil saja." Anna segera menghentikan maksud Roni yang ingin satu mobil dengan Arsya.
Direktur Roni merasa sungkan. Kemudian menatap wajah Arsya yang selalu datar. "Presdir. Sepertinya yang dikatakan Noni itu benar."
"Apanya yang benar. Jika dibiarkan kalian berduaan yang ada malah kalian melakukan hal aneh aneh. Lebih baik aku ikut dan bisa mengawasi kalian." Arsya kemudian masuk ke jok belakang dan menutup pintu. Direktur Roni tidak ada pilihan lain. Kemudian masuk ke dalam kursi kemudian.
Anna mendesah pelan karena semakin kesini tingkah Arsya semakin menyebalkan. Anna pun masuk ke dalam jok samping. Mobil melaju perlahan.
Setelah menghabiskan setengah jam diperjalanan akhirnya mereka bertiga sampai di pusat perbelanjaan khusus peralatan kebun.
Anna menarik satu troley lalu mendorongnya masuk. Dia memilah barang dan direktur Roni pergi mengikuti di sampingnya sambil bertanya. Sementara Arsya berjalan sendiri mengambil keperluannya sendiri.
__ADS_1
Anna berjalan sambil mencari barang yang di butuhkan. Ia mengambil colokan panjang dan memasukkannya ke dalam kranjang bersamaan Arsya juga memasukkan cukur rambut ke dalam kranjang yang sama.
Sesaat kemudian Anna merasa barang yang ia butuhkan sudah semua jadi ia menundukkan pandangannya jikalau masih ada yang kurang. Tapi saat ia melihat kranjangnya begitu penuh ia sangat terkejut. Lalu ia menoleh ke arah tersangka utama yaitu Arsya yang pasti memasukkan barangnya ke dalam sana.
Anna ingin menegurnya tapi ini adalah tempat umum. Arsya masih terus mencari alat lalu memasukkannya ke dalam kranjang tanpa melihat bagaimana Emosi Anna saat ini.
"Tolong ya pak Arsya yang terhormat. Jika anda berbelanja pakailah keranjang sendiri. Ini keranjangku bagaimana aku bisa mengecek jika terhalang oleh barang milikmu." Ujar Anna dengan geram.
"Nitip sebentar, lagipula buat apa bawa keranjang sendiri. Kita ini pasangan kan. Pamali jika harus sendiri sendiri." Jawab Arsya datar dan menekankan kata pasangan yang membuat Anna semakin gerah.
Arsya terlebih dulu pergi ke kasir. Sementara Anna melihat punggung lebar itu pergi.
"Sudah semua Noni?" Direktur Roni menyadarkan kesadaran Anna yang sedang menatap Arsya dengan jengkel. Terpaksa Anna menoleh dan menyambutnya dengan senyuman ramah sembari mengangguk.
"Sudah pak. Ayo ke kasir kita bayar." Ajak Anna sembari mendoeong troley yang penuh itu ke kasir. Direktur Roni yang melihat Anna mendorong Troley merasa kasihan, ia pun membujuk Anna supaya dia saja yang membawanya.
Dalam menuju ke kasir, Direktur Roni berniat memberitaukan jika besok pagi ia harus sudah pindah ke korea.
"Noni."
"Ya,"
"Besok pagi. Aku sudah mau pindah ke korea."
"Korea. Kenapa tiba tiba?"
"Maklum lah, pekerjaanku ini memang selalu pindah pindah. Tapi Noni tenang saja. Meskipun kita jauhan, aku akan tetap setia kepada Noni."
Maksud Anna, Bukan yang sedang dipikirkan Direktur Roni saat ini untuk membalas rasa sukanya. Tetapi ia hanya tidak ingin terlibat hubungan lagi dengan Arsya maka ia menggunakan cara untuk menjauhi Arsya dan menjalin hubungan dengan Direktur Roni.
"Baiklah." Anna hanya bisa pasrah.
Dari kejauhan, Terlihat pandangan Anna begitu hangat ke arah direktur Roni saat berbicara pun terdengar lembut. Tidak seperti dirinya yang selalu berbicara ketus.
__ADS_1
Sementara di dekat kasir. Arsya sudah menunggu mereka. Tapi sepertinya malah memberi peluang kepada Direktur Roni berduaan. Ia merasa kesal, tapi untung saja itu bertahan sampai besok pagi. Dan direktur Roni akan di mutasi ke korea.
Tenang saja Arsya. Perjuanganmu pasti akan berhasil. Jika satu persatu penghalang segera diluruskan.