Duri Dalam Keluarga

Duri Dalam Keluarga
Terungkap


__ADS_3

“Diam, dan tutup mulutmu. Berhentilah membual dan mengganggu acara keluargaku”. Teriak Mawar, menentang segala ucapan Ridho.


“Cih, aku akan diam. Tapi Fatin harus ikut denganku. Au mau mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milikku. Aku tak rela anakku menjadi korban ibunya untuk menuntaskan segala keinginan yang kamu mau!”.


Semua undangan menatap Mawar, dengan penuh tanda tanya.


Bu Srining, gemetaran melihat dan mendengar apa yang terjadi di depan matanya.


“Bu Srining yang terhormat. Anda harus tahu siapa menantu kesayangan yang ada di sebelah anda saat ini”.


“Dia adalah Mawar, sebuah rahasia besar akan saya beberkan saat ini”.


“Diam kamu Ridho, Ma tolong jangan dengarkan ucapan laki-laki gila ini”. Instruksi Mawar, dengan tangan yang menunjuk ke arah Ridho. Kini wajahnya sudah merah padam.


“Cepat katakan semuanya, aku tak suka bosa basi”. Geram Randi kemudian.


“Baik, kalian harus tahu semuanya. Tolong persiapkan telinga kalian baik-baik. Mawar, wanita ular ini adalah mantan istri saya. Kami bercerai beberapa waktu yang lalu. Fatin, anak yang di kandung Mawar, adalah anakku bukan anakmu”.


“Mawar yang telah terobsesi denganmu sejak lama, ia menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkanmu. Termasuk menjebakku untuk bisa menikahi’i nya hingga hamil. Lantas meninggalkanku setelah mendapat benih dariku”.


“Kamu tahu kenapa dia melakukan itu?”.


“Karena dia tahu, kamu adalah laki-laki yang tak sempurna”.


“Lantas setalah ia hamil, dia meninggalkanku, apa yang Mawar lakukan kemudian?, ia mendesak ibumu, untuk mencarikan mu seorang istri yang bisa mengandung keturunanmu. Mawar, membujuk ibumu, siang dan malam dengan segala tipu dayanya agar bisa membuatnya menikah denganmu”.


“Kenapa dia melakukan itu?. Karena ia terobsesi denganmu dan kehidupan keluargamu. Ia lelah hidup dalam lingkar kemiskinan. Menyingkirkan Tari, adalah misinya kemudian setelah dia berhasil menjadi istrimu”.


“Satu hal besar yang harus kalian ketahui. Betari bukanlah wanita mandul, ia wanita sehat, lantas kenapa sampai enam tahun kau menikahinya tak kujung mendapat keturunan? Karena kau lah yang mandul, bukan mantan istrimu”.


“Mawar rela bekerja keras siang dan malam, untuk melakukan segala cara agar bisa merubah hasil tes kesehatan yang kalian lakukan”.


“Apa kalian sudah puas dengan penjelasanku mengenai wanita ini”. Tangannya terulur menunju ke arah Mawar.

__ADS_1


“Diam kamu!”. Teriak Mawar dengan lantang.


Randi diam sesaat, tangannya mendadak kebas. Fatih yang ada dalam gendongannya hampir jatuh ke bawah, untungnya ada seseorang yang ada di sebelahnya dengan sigap, meraih tubuh kecil bayi itu.


“Jadi aku yang mandul?, bukan istriku”. Hati Randi, terasa sangat sakit. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat itu juga.


Flashback On.


Pagi itu, setelah kepulangannya dari rumah sakit, Randi tak langsung pulang ke rumahnya. Ia menuju tempat laundry milik Bu Srining. Mengingat saat itu, papanya mengabari jika sang mama mendadak pingsan.


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, membelah panasnya jalanan Surabaya yang cukup terik. Randi berangkat ke laundry dengan tergesa-gesa, ia membawa hasil pemeriksaan tanpa sempat untuk membuka dan membaca hasilnya. Yang ada dalam benaknya saat ini hanyalah kesehatan mamanya saja.


Sesampainya di depan laundry, Randi, memarkirkan kendaraannya dengan asal. Tangannya meraih tas dan amplop coklat yang ada disebelah kemudinya. Randi hendak membacanya nanti setelah memastikan kondisi sang Mama baik-baik saja.


Ia berjalan dengan cepat dan lekas menuju ruang khusus yang biasanya di gunaan untuk istirahat mama dan papanya sekaligus untuk menerima tamu. Di ruang tersebut terdapat Pak Nario dan Mawar, yang sedang berusaha untuk memberikan pertolongan pertama pada Mamanya.


“Tolong ambilkan minya angin”. Perintahnya pada Mawar.


“Hasil pemerikasaan Rumah Sakit Kasih Ibu”. Ia meraih amplop tersebut dan kondisi amplop masih tertutup, itu berarti Randi belum tahu isinya apa.


Mawar beberapa hari lalu mengetahui kabar tentang rencana Randi dan Tari, yang akan memeriksakan kandungan, ia lekas memiliki sebuah ide. Apapun hasilnya Mawar, akan menukar hasil tesnya dengan yang baru.


Ia sengaja membawa hasil tes palsunya setiap hari ke tempat laundry dengan harapan dapat menukarnya dengan yang asli. Hari ini, tempatnya Randi mengambil hasil tes tersebut. Mawar dengan sengaja mencampurkan sesuatu ke dalam minuman Bu Srining, dengan harapan bisa membuatnya pingsan.


Jika Bu Srining pingsan, maka Randi akan datang kemari saat itu juga. Rencana Mawar berjalan sangat mulus tanpa kendala sama sekali. Bahkan di luar dugaan, ia begitu mudah menjalankan semua ini.


Flashback Off


****


Kembali Ke Acara Aqiqah Fatin.


“Cukup Ridho, hentikan, hentian segala narasi gila mu itu”. Mawar membela dirinya.

__ADS_1


Semua undangan yang hadir saling melempar pertanyaan satu sama lain, keadaan semakin tegang dan mencekam.


“Jika kamu tidak percaya dengan ucapanku, lihat saja ini”. Ridho, berjalan maju menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut pada Randi.


“Perhatikan baik-baik tanggal, logo dan stempel rumah sakit, lalu bandingkan dengan hasil tes kesehatan yang ada dalam genggamanmu”. Desisnya penuh penekanan.


Tangan Randi, semakin bergetar hebat, kala membuka selebar kertas hasil tes tersebut. Saat ini jantungnya terasa berhenti untuk berdetak. Sebuah tulisan TIDAK SUBUR, terpampang nyata tepat di depan mata.


Kakinya melunglai saat itu juga, tangisnya luruh. Ia merasa rapuh dan tak berdaya dengan semua ini. Bu Srining, mulai geram. Ia meraih paksa kertas tersebut dan membacanya dengan seksama.


Raut wajahnya berubah pias, menantu yang di unggul-unggulan, cucu yang begitu di damba kehadirannya ternyata bukan darah daging anaknya. Matanya mengembun, kakinya pun melemas, sendi-sendinya kehilangan kekuatan untuk menopang berat badannya.


Bu Srining pingsan saat itu juga.


Randi, berteriak histeris. Amarahnya membuncah saat itu juga. Matanya memerah, seakan setan sedang merasuki tubuhnya. Tangannya meraih tubuh Mawar, hingga membuatnya jatuh terduduk di depannya.


“Mawar Mawangi, ...”, Randi menarik nafas dalam.


“Mawar Mawangi, mulai saat ini, aku jatuhan talak padamu. Mulai saat ini kamu bukan istriku, aku bebaskan mu”. Ucapnya dengan lantang dan di saksikan oleh seluruh undangan yang ada.


Kini perhatian Randi dan Pak Nario, terfokus pada Bu Srining, mereka lekas meraih tubuh sang mama dan membawanya ke rumah sakit.


“Bubar semuanya”. Teriaknya kembali dengan lantang, membelah kerumunan undangan dan menggendong sang Mama.


Ridho berlari mendekat ke arah Fatin, ia mengambil bayi kecil itu dan mendekapnya membawa kabur dari kerumunan para undangan. Mawar berteriak histeris dengan keadaan yang ada. Rambut yang tersusun sangat rapai mendadak menjadi berantakan.


.


.


.


“Dokter bagaimana keadaan mama saya?”.

__ADS_1


__ADS_2