Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 10


__ADS_3

Beberapa hari tinggal di luar kota, melepaskan semua pekerjaan dan segalanya yang mereka miliki hanya karena ingin hidup tenang jauh dari orang-orang jahat seperti Argani ternyata tidak semudah yang di bayangkan.


Farwa dan anggota keluarga nya yang sudah terbiasa melakukan aktivasi di luar rumah, begitu juga dengan adiknya. Belum terbiasa jika harus berdiam diri di dalam rumah, bahkan hanya untuk pergi ke pasar saja membeli keperluan. Mereka merasa tidak aman, entah itu hanya pikiran atau memang ternyata walaupun pergi jauh tetap saja masih merasa ketakutan.


Pagi ini terlihat sangat cerah matahari tersenyum menatap indah nya dunia, Farwa sedang berada di halaman rumah bersama sang bibi sedang menyiram tanaman. Kebetulan sang bibi sangat suka dengan bunga, dan tanaman lainnya. Sehingga halaman rumah yang sempit pun menjadi indah.


"Bi, ko aku nggak pernah suka menanam bunga seperti itu... entah mengapa aku melihat bunga yang bermekaran itu nggak tertarik" kata Farwa, sambil menatap sang bibi.


"Kamu itu memang perempuan yang sangat aneh, apa alasan nya sehingga tidak menyukai nya. Bunga ini sangat indah, coba liat tuh yang sedang mekar bukan nya lebih cantik nya seperti kamu" kata sang bibi sambil menunjuk ke arah bunga yang sedang mekar lalu menatap wajah keponakan nya itu.


"Entah mengapa, aku mikirnya bunga itu indah hanya saat mekar saja dan setelah itu layu atau gugur. Dan setelah itu terlihat sangat jelek dan tidak ada yang menyukai nya. Bahkan menjadi sampah, dan aku nggak mau ada orang yang mencitai ku hanya karena mereka menganggap aku cantik untuk saat ini, lalu nanti setelah aku tua dan terlihat jelek terus di buang. Seperti bunga-bunga itu yang sudah mulai jelek" ucap Farwa dengan raut wajah yang sendu.


"Eh mengapa kamu bicara seperti itu, menang nya siapa yang akan membuang mu... jangan bicara aneh-aneh. Tolong bantu bibi, buang sampah ini ke depan" perintah sang bibi terhadap keponakan nya yang terlihat sangat galau itu.


Akhirnya Farwa mengambil tempat sampah untuk segera di buang, perempuan itu melangkahkan kakinya untuk segera pergi. Dengan perlahan Farwa membuka pintu gerbang yang memang tertutup tidak bisa melihat ke arah luar.


Betapa terkejutnya saat parwa sudah berada di luar, sehingga tempat sampah yang dipegangnya jatuh secara tiba-tiba dan sampahnya pun berserakan.

__ADS_1


Wajahnya Farwa pucat tubuhnya gemetaran ia takut dengan orang yang sekarang berada di hadapannya, seketika tubuhnya kaku bahkan untuk melangkahkan kaki saja itu terasa berat.


Saking takutnya Farwa dengan orang yang sekarang berdiri sambil menatapnya dengan penuh senyuman dan kemenangan.


Secara tiba-tiba Farwa tidak bisa meskipun itu hanya mengedipkan matanya, ia sangat terkejut dengan kehadiran Argani ti tempat ini. Farwa berpikir bahwa ini adalah akhir daripada hidup nya, harus siap menerima kemarahan Argani. Melihat orang-orang yang di sekelilingn semuanya memegang senjata api, setelah beberapa saat ia bengong dan kaget dengan keadaan.


Akhirnya ia ingin masuk kembali ke dalam rumah, dan meminta pertolongan terhadap orang-orang yang ada di dalam.


Akan tetapi belum juga ia melangkahkan kakinya, tangannya langsung ditarik oleh pria yang bertubuh kekar rambut klimis dan hidung mancung serta bagian wajahnya di penuhi bulu-bulu halus, sehingga menambah aura kegantengan nya. Tapi itu semua tidak menjadikan Farwa jatuh cinta, ia malah semakin ketakutan.


" Aku sudah jauh datang ke tempat ini untuk mencari Keberadaan mu, apakah caramu seperti itu menyambut kedatangan calon suamimu. Tidak bisakah kamu memperlakukanku dengan baik sedikit saja, harus berapa kali dan dengan cara apa aku berbicara dengan kamu bahwa aku ini sangat mencintai mu itu benar adanya. Selama ini aku tidak bisa menemuka keberadaan mu rasanya hidupku seperti mau mati, bahkan tidur pun aku tidak bisa. Aku selalu gelisah di saat belum mengetahui keberadaan mu, dan sekarang setelah aku menemukanmu, apakah aku harus Melepaskan lagi" kata Argani sambil menatap lekat wajah Farwa dengan penuh cinta, akan tetapi tubuh Farwa gemetaran, wajahnya sangat pucat iaa takut dengan kedatangan argani di rumah ini.


" Tolong jangan sakiti aku lagi Bisakah kamu membiarkanku hidup tenang dan damai salahku apa jika harus menerima semua ini "kata Marwah dengan ada bicara penuh permohonan." salah kamu adalah tidak mau menikah denganku dan melarikan diri sehingga aku seperti orang gila memikirkanmu mencari Keberadaanmu titik Berapa banyak waktu yang telah aku habiskan hanya untuk mencari kamu "kata arbani dengan sorot mata yang sangat tajam, Hal itulah yang membuat evalua sangat ketakutan.


"Tolong lepaskan aku Tuan, kamu bisa mendapatkan gadis manapun yang lebih cantik lebih berpendidikan dan mempunyai kelas yang sama denganmu. Aku adalah hanya Gadis Miskin yang tidak ada artinya di mata kamu, bahkan nyawa kami saja tidak berharga di matamu" Farwa memohon kepada Argani untuk melepaskannya dan membiarkannya hidup tenang.


" Bagiku kamu adalah gadis yang paling cantik yang sudah berhasil membuat hidupku tidak waras, dan jika aku sudah memilihmu maka kamu adalah kelasku yang sederajat denganku. Ketika aku menginginkan sesuatu maka itu adalah harus mendapatkannya, meskipun dengan cara apapun. Seorang Argani tidak bisa menerima penolakan dari siapapun " kata Argani sambil menarik parwa untuk segera masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Sang Bibi yang masih berada di halaman merasa sangat kaget, tiba-tiba banyak orang yang masuk ke dalam rumahnya dan keponakannya itu diseret dengan cara paksa sehingga masuk ke dalam rumah.


Setelah berada di dalam rumah Farwa langsung dihempaskan ke atas sofa yang ada di ruangan tengah, betapa terkejutnya seluruh anggota keluarga yang berada di sana.


Mengapa dengan tiba-tiba Arganik bisa datang ke rumah ini, padahal tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaan mereka di tempat ini kecuali Marwan.


Sebelum berangkat ke tempat Farwa memberi tahu Marwan, mengapa laki-laki itu bisa menghianati cinta Farwa.


Mungkin saja keluarga Marwan tidak mau ikut terseret dalam semua masalah antara Farwa dan juga Argani untuk saat ini.


Bibi pun ikut lari masuk ke dalam rumah ketika melihat keponakannya itu diseret dengan cara paksa.


"Hei kamu apakan keponakan saya? ini rumah saya tidak ada seorangpun yang berani memasukinya tanpa izin dariku" teriak sang Bibi sambil menatap tajam wajah Argani.


Akan tetapi tatapan Argani lebih tajam dan sangat membunuh, dengan senjata api di tangannya.


"Saya tidak butuh izin dari siapa pun, dan saya akan melakukan apa yang aku mau. Apakah kamu mau ku kasih hadiah peluru bersarang di otak mu" ucap Argani sambil mengarahkan senjata ke bagian kepala Bibinya Farwa.

__ADS_1


Sang Bibi pun langsung gemeteran dengan apa yang terjadi untuk saat ini.


__ADS_2