Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 72


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu.


Hubungan Argani dengan Farwa semakin hari semakin dekat, kali ini sudah terlihat layaknya sepasang suami istri yang saling mencintai.


Alfi dan Marwan telah melakukan berbagai cara, akan tetapi tidak ada satu pun dari rencana yang mereka susun tercapai.


Argani dan Farwa malah semakin lengket, begitu juga dengan Malik ia terus melakukan cara agar membuat Farwa celaka.


Karena Tuhan sangat baik, Farwa selalu selamat dari bahaya yang memgincar nya.


Malwar sudah di kabarkan meninggal dunia, Karena laki-laki itu tidak berhasil membunuh Farwa.


Makanya nyawanya sendiri yang melayang, itu semua Malik lakukan untuk melampiaskan rasa marahnya.


Malwar juga meninggal dengan motif kecelakaan, padahal itu semua sudah di rencana kan oleh Malik.


Cara seperti itu agar mengetahui banyak orang, sebab di mata orang banyak Malik sebagai malaikat. Akan tetapi di balik itu semua tidak lebih dari seorang iblis yang menyerupai Manusia.


Faklan dan Daisy juga sebentar lagi akan bertunangan, ini semua berkat bantuan dari Argani dan Farwa.


Akhirnya kedua orang tua Farwa bisa menerima lamaran Faklan untuk putri bungsu nya.


Acara lamaran pun akan di laksanakan esok hari, semua juga sudah di persiapkan dengan sempurna.


Awalnya Faklan ingin langsung menikah, tidak ada lamaran.


Akan tetapi orang tua Daisy meminta waktu untuk menyiapkan semuanya, sebab untuk menyiapkan pernikahan butuh waktu yang cukup agar tercipta nya acara yang sesuai dengan keinginan.


Di dalam pekerjaan pun Argani tidak mendapatkan kesulitan, bahkan ia sangat di percaya.


Argani sangat berterima kasih sudah memiliki bos seperti dia, selalu memahami kesulitan Argani.


Bahkan Argani juga sering telat datang, karena kendaraan yang ia gunakan sudah terlalu tua sehingga sering mogok saat dalam perjalanan.


Di tempat kerja Argani.


"Ar, kamu di panggil ke ruangan bos" kata salah satu rekan kerja Argani.


"Tunggu sebentar ini lagi tanggung" jawab Argani sambil terus fokus mengerjakan tugasnya, kali ini Argani sedang mengecek stock.


Sebab esok hari mereka akan memesan barang untul di toko kepada supplier, makanya hari ini Argani harus menyelesaikan semuanya.


"Tinggalin saja biarkan aku yang menyelesaikan nya"


"Tapikan, aku nggak enak menunda pekerjaan seperti ini" jawab Argani sambil menghentikan aktifitas nya sejenak.


"Kaya Sama siapa saja, kita di sini sama-sama bekerja sudah sepantasnya saling membantu. Ayok cepetan seperti nya penting" kata rekan kerja nya.


Argani sangat bersyukur di kelilingi orang-orang baik, ternyata menjadi orang baik itu sangat tenang.


Bahkan Argani sekarang merasakan kehidupan yang sesungguhnya, tidak rugi juga menjadi orang baik.


Meskipun ia hidup sederhana akan tetapi tidak mengurangi kebahagiaan nya.


"Baiklah, aku tinggal yah" kata Argani sambil menyerah kan buku catatan yang di pegangnya.


Setelah berkata seperti itu, Argani langsung melangkahkan kakinya untuk segera menemuimu bosnya.


Argani sudah berdiri di depan pintu, lalu ia mengetuk pintu.


Terdengar suara dari dalam bahwa ia sudah di persilakan untuk masuk, akhirnya Argani melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk segera masuk.


Setelah berada di dalam, Argani langsung di persilakan untuk duduk di kursi yang ada di hadapan bos.


"Tuan ada apa memanggil saya, apakah sudah melakukan kesalahan" tanya Argani terhadap lelaki yang sudah tidak lagi muda yang berada di hadapan nya pada saat ini.


"Jangan tegang seperti itu, saya bukan singa yang akan memangsa kamu. Hanya saja, ini hari di mana kamu sudah satu bulan bekerja bersama saya, ini gaji pokok nya dan ini tips bulanan karena kamu sering lembur dan selalu bekerja dengan baik, sehingga saya suka dengan cara kerja kamu. Jadi jumlah semuanya lima juta, silakan kamu boleh pulang cepat! " kata sang bos sambil menyerahkan uang gaji Argani.


Argani kaget mendengar perkataan sang bos, ternyata selama ini kerja nya di sukai.


"Ini terlalu besar, di kontrak hanya tertera nominal gaji tiga juta mengapa jadi banyak seperti ini" kata Argani heran.


"Hanya ada di kontrak itu hanya gaji pokok jadi wajar kalau sekarang mendapatkan gaji lebih, kamu bekerja nya juga double. Sekarang pulang lah, ajak istri mu jalan-jalan kebetulan kan ini malam minggu. Sekalian pacaran" ucap sang bos.

__ADS_1


Argani tidak menyangka bahwa akan mendapatkan bos seperti sekarang, dan ini hikmah di tolak dari perubahan besar yang berada di bawah kekuasaan Malik.


Ternyata masih ada orang yang baik seperti bosnya yang sekarang, Argani sangat terharu. Bahkan sudut matanya sudah menggenang air mata yang hendak keluar akan tetapi ia tahan sebisa mungkin.


Akhirnya Argani pun berpamitan untuk segera pulang, sebab sang bos sudah mengijinkan nya untuk pulang.


Dengan raut wajah di penuhi kegembiraan, ia sudah berada di luar ruangan bosnya.


Lalu berpamitan terhadap rekan kerja nya untuk pulang terlebih dahulu, mereka juga tidak mempermasalahkan itu semua.


Argani sudah berada di tempat parkir, dengan hati yang di penuhi kegembiraan.


Ia menyalakan kendaraan nya sambil bersenandung, lalu Argani menarik gas dengan perlahan.


Sepanjang perjalanan ia memikirkan akan datang ke tempat yang sangat ia sukai, ia ingin membawa Farwa ke restoran yang menyajikan menu makanan yang sangat enak.


Meskipun harganya sangat mahal akan tetapi kali ini ia memiliki uang yang cukup untuk membayar nya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akan tetapi tidak terasa jauh sebab Argani menikmati perjalanan itu.


Setelah sampai di depan gedung perkantoran ternyata Farwa belum keluar, yah ini bukan salah Farwa karena ini belum waktunya untuk pulang.


Argani memarkirkan kendaraan nya, ia tidak turun dari kendaraan itu. Pandangan nya terus fokus ke pintu ke luar, sebab ia sudah tidak sabar ingin segera memberi tahu sang istri bahwa ia sudah menerima upah hasil dari kerjanya dalam satu bulan.


Waktu bergulir begitu cepat.


Para karyawan sudah mulai keluar dari dalam gedung, Argani memperhatikan satu demi satu orang yan keluar akan tetapi istrinya belum muncul juga.


"Mengapa belum keluar juga, apa dia akan kerja lembur. Yah gagal deh pacaran nya" kata Argani dalam batin dengan raut wajah yang murung.


Setelah hampir semua karyawan keluar, barulah orang yang ia tunggu menampakkan wajahnya.


Argani tersenyum menatap wajah sang istri yang mendekat ke arahnya.


"Ada apa dengan mu, sehingga datang lebih cepat? " tanya Farwa sambil menatap lekat wajah suaminya yang terlihat sangat bahagia.


"Hari ini aku di perbolehkan untuk pulang cepat karena ingin mengajak mu untuk pergi ke suatu tempat" jawab Argani.


"Ko bisa, memangnya ada apa? " tanya Farwa terhadap sang suami.


"Hari ini aku sudah mendapatkan upah hasil dari kerja satu bulan dan aku ingat kita pergi dan makan di luar" kata Argani.


"Tapikan kita mesti hemat, banyak yang harus kita siapkan untuk kebutuhan sehari-hari bukan hanya untuk makan di luar dan pergi sana sini setelah mendapat gaji. Nanti setelah satu minggu uangnya habis baru deh merasa pusing lagi nyari pinjaman untuk menutupi kebutuhan" jawab Farwa sambil menatap lekat wajah suaminya.


"Pkonya kali ini aku tidak menerima penolakan dari mu, ayok kita pergi. Lagian ini malam minggu pasti sangat ramai " kata Argani.


Akhirnya Farwa pun pasrah mengikuti ajakan suami nya, lagian tidak setiap hari juga mereka berhura-hura seperti ini.


Farwa sudah naik di atas kendaraan, Argani langsung melajukan kendaraan nya untuk segera menuju tempat yang menurut Argani itu sangat sepesial, sebab ia sering datang ke tempat itu bersama sang Mama.


Tidak di pungkiri juga bahwa saat ini Argani sangat rindu sosok perempuan yang membesarkan nya dengan penuh cinta.


Sepanjang perjalanan tak henti Argani menebar senyuman.


Waktu bergulir begitu cepat.


Argani sudah menghentikan kendaraan nya di sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal di kota ini.


Argani langsung mengajak Farwa untuk segera masuk ke dalam gedung yang menjulang tinggi di hadapan nya pada saat ini.


Setelah beberapa saat, Argani membawa Farwa ke sebuah tempat di mana tempat tersebut menyajikan pakaian dengan berbagai model dari anak-anak hingga dewasa bahkan pakaian laki-laki dan perempuan sudah tersedia di tempat ini.


"Mengapa ke tempat ini? " tanya Farwa terhadap suaminya.


"Aku akan membelikan kalian semua pakaian baru, lusa itu acara pertunangan Daisy dan Faklan jadi kita wajib mengunakan pakaian terbaik karena mereka juga orang yang sangat spesial di hidup kita" jawab Argani sambil menatap lekat wajah sang istri.


"Tapi aku masih punya pakaian yang bagus jadi nggak perlu membelinya" kata Farwa.


Ia tidak ingin uang hasil kerja keras suaminya habis dalam sekejap hanya untuk di gunakan membeli pakaian, sedangkan mencari nya satu bulan penuh.


"Ini gaji pertama ku maka akan aku gunakan untuk membeli pakaian yang akan di gunakan lusa, jangan menolaknya. Anggap saja ini hadiah kecil untuk kalian semua yang sudah menerima ku dengan segala kekurangan yang di miliki" jawab Argani sambil menatap wajah sang istri dengan lekat.


Akhirnya Farwa pun tidak berkata apapun lagi, ia mengikuti apa yang menjadi kemauan suaminya.

__ADS_1


Mereka berdua memiliki pakaian yang cocok untuk di gunakan bersama di acara bahagia Daisy dan Faklan.


Setelah cukup lama memilih akhirnya mereka sudah mendapatkan apa yang mereka mau, Argani juga memberikan Farwa beberapa potong baju yang menurutnya itu sangat cocok jika di gunakan oleh sang istri.


Di saat Argani hendak membawa semua belanjaan ke kasir untuk segera di bayar.


"Tunggu! sepertinya ini sangat cocok untuk mu" kata Farwa sambil menunjukkan kemeja berwarna abu-abu, mungkin itu sangat pas jika di pakai suaminya saat pergi ke tempat kerja.


"Ah nggak perlu, kemeja ku sudah banyak nanti nggak muat di lemari! " dusta Argani, padahal yang sesungguhnya bukan itu alasan nya.


"Kalau aku ingin membeli nya, yah terserah aku dong" jawab Farwa sambil melangkahkan kakinya lebih dulu untuk segera menuju kasir, sementara Argani masih berdiri di tempat semula.


Setelah beberapa saat Akhirnya Argani pun mengikuti Farwa.


Mereka berdiri di depan kasir sambil menunggu belanjaan mereka selesai.


Tanpa membutuhkan waktu yang lama, akhirnya belanjaan pun sudah selesai di kemas dan Argani juga sudah membayar nya.


Argani mengajak Farwa untuk mampir di salah satu tempat makan yang sangat terkenal.


"Kita makan di sana yuk! " ajak Argani sambil menunjuk ke salah satu restoran yang ada di sana.


"Ngakak usah di sana lah, kita cari tempat lain saja. Uang kamu nanti habis hanya untuk membeli satu porsi makanan di sana, di tempat pedagang kaki lima juga tidak kalah enak nya ko" jawab Farwa ia menolak nya juga setelah mempertimbangkan semuanya, sebab hidup mereka masih panjang.


"Ya sudah kalau kamu nggak mau" jawab Argani dengan raut wajah yang kecewa, ia sudah membayangkan bahwa akan makan di tempat Pavorite nya, dan semu itu gagal.


Melihat perubahan ekspresi wajah Argani seperti itu akhirnya Farwa tidak tega.


"Baiklah ayok kita makan di sana! "


"Ngakak perlu kita makan di tempat lain saja, takut uang nya tidak cukup" jawab Argani dengan raut wajah sedihnya.


"Ayok lah, aku juga habis mendapatkan upah setelah bekerja satu bulan jadi cukup untuk kebutuhan kita satu bulan ke depan" kata Farwa.


Akhirnya Argani dan Farwa berjalan perlahan untuk masuk ke dalam restoran itu, setelah beberapa saat mereka berdua sudah duduk.


Dan Argani langsung melihat menu makan yang di sediakan di sana, betapa terkejut ternyata harga makanan nya sangat mahal.


"Kenapa belum memilih nya, bukankah tadi ingin makan di tempat ini? " tanya Farwa terhadap sang suami.


"Ternyata sangat mahal sekali makanan di sini" jawab Argani.


"Bukankah sering makan di sini! "


"Itu dulu, bahkan aku tidak pernah tahu harga makan dari setiap yang ku makan " jawab Argani.


Akhirnya Farwa yang memesan makanan kesukaan Argani.


"Apakah hanya satu Nyonya? " tanya pelayan tersebut.


"Apa ada masalah, jika pesan hanya satu" kata Farwa sambil menatap pelayan tersebut.


"Tidak, baiklah tinggu sebentar kami akan menyiapkan pesanan nya" kata pelayan tersebut.


Setelah berbicara seperti itu, pelayan tersebut langsung melangkahkan kakinya untuk segera pergi.


"Kenapa pesannya cuma satu kita kan berdua"


"Kan kita bisa makan bersama dalam satu piring" jawab Farwa sambil tersenyum.


Argani yang mendengar pernyataan dari sang istri, langsung tersenyum menatap wajah perempuan yang sangat di cintai nya.


Setelah cukup lama mereka menunggu pesanan akhirnya datang juga.


Argani menikmati makan tersebut bersama, bagi Farwa ini sangat menyenangkan.


Padahal ini salah satu cara agar sang suami tetap makan di tempat ini.


Makanan sudah habis tak tersisa, akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang.


Akan tetapi Argani ingin mampir ke rumah kedua orang tua Farwa, untuk memberikan apa yang sudah di belinya tadi.


Farwa mengikuti apa yang menjadi keinginan suaminya, lagipula menurut Farwa bukan lah hal yang sulit mengikuti apa yang menjadi keputusan suami nya.

__ADS_1


__ADS_2