
Seketika Faklan tercengang, melihat perempuan yang berdiri di hadapan nya pada saat ini.
Dan perempuan itu adalah Mayang bersama temannya, ia berniat akan makan siang di tempat ini. Akan tetapi malah di pertemukan kembali bersama sang Kakak, entah mengapa Mayang seperti terikat dengan Faklan. Hatinya merasakan kenyamanan dan menemukan sosok yang selama ini ia rindukan, padahal baru beberapa hari di kenalnya. Akan tetapi rasa nyaman itu timbul begitu saja, apakah ini yang di sebut ikatan batin sangat kuat. Mereka memiliki hubungan darah, sehingga Mayang bisa merasakan bahwa Faklan itu memang benar kakaknya. Ia tidak meragukan nya seperti waktu Marwan yang mengaku sebagai kakaknya.
"Ternyata kakak ada di sini juga? boleh kah aku gabung bersama kalian? " tanya Mayang sambil tersenyum menatap wajah Faklan.
Radit dan Mahad saling melempar tatapan, karena mereka berdua tidak mengenal Mayang. Meskipun Adnan pernah membawa Mayang bertemu dengan Radit, akan tetapi laki-laki itu belum mengingat perempuan yang berdiri di hadapan mereka itu siapa.
Faklan pun tidak langsung menjawab, melainkan menatap wajah sang mertua dan ia meminta persetujuan dari mertua nya lewat bahasa isyarat dan Mahad pun mengijinkan nya.
"Silakan! " jawab Faklan sambil melirik tempat kosong yang berada di samping nya.
"Terimakasih"
Akhirnya Mayang dan Nanda duduk di tempat kosong yang ada di antara mereka, beberapa saat mereka hanya diam tidak ada satu orang pun yang mau memulai pembicaraan. Yang tadinya mereka serius membicarakan soal peluang bisnis yang ada di kota ini, seketika terhenti karena kehadiran Mayang di antara mereka.
"Ya sudah kalau begitu, Ayah pamit. Silakan lanjutkan! " kata Mahad. Setelah berbicara seperti itu, ia langsung bangkit dari duduknya dan melangkah kan kakinya untuk segera pergi meninggalkan mereka.
Akhirnya Radit pun meminta ijin untuk pergi menemui sang istri, yang sedang menenangkan sang putra mereka. Entah mengapa beberapa hari ini anak itu seperti tidak nyaman, atau mungkin karena luka di bagian kepala nya belum sembuh.
"Kenapa mereka pada pergi? apakah kehadiran ku mengganggu? " tanya Mayang sambil menatap lekat wajah sang Kakak.
"Nggak, kebetulan saja mereka ada pekerjaan. Oh iya, mereka itu kakak ipar ku dan Ayah mertua ku" kata Faklan.
"Kenapa nggak mengenalkan aku sebagai adik mu terhadap mereka! " jawab Mayang dengan raut wajah yang sedih.
__ADS_1
Ternyata tidak semudah itu untuk membuat Faklan percaya dengan apa yang terjadi pada saat ini, masih butuh proses yang panjang seperti nya. Dan Faklan juga bukan orang yang bisa di sogok dengan harta kekayaan, karena bagi Faklan itu semua tidak penting.
"Aku saja belum tahu, kalian itu benar keluarga ku atau bukan. Karena bagiku ibu itu yang merawat ku, dan membesarkan ku dengan kasih sayang. Bukan orang yang datang tiba-tiba dan mengaku sebagai ibu ku, dan perlu kamu ketahui tidak semudah itu juga menerima sesuatu yang tidak pernah di inginkan dalam hidupnya. Apalagi hal seperti ini" jawab Faklan.
"Aku akan membuktikan terhadap kamu kak, bahwa aku sama Mama sayang sama Kakak dan ibu juga punya alasan pada saat itu. Dengan terpaksa ia menitipkan kakak terhadap bu Fatimah, Mama juga selalu mencari keberadaan mu, akan tetapi baru hari ini Tuhan mengabulkan nya dan mempertemukan kalian berdua" kata Mayang dengan air mata sudah mulai turun.
"Sudah lah, ngakak perlu membahas ini lagi. Mau makan kan datang ke tempat ini, silakan pesan makanannya! " kata Faklan sambil menyerahkan buku menu yang ada di hadapan nya pada saat ini.
Nanda yang tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan sabarnya itu, ia hanya terdiam.
"Tapi, Kak"
"Pesan lah, aku akan menemui Mama mu nanti malam sebelum pulang ke kota tempat kami tinggal" kata Faklan, setrika itu bangkit dari duduknya lalu ia akan melangkahkan kakinya akan segera pergi menemui sang istri akan tetapi Daisy sudah berdiri di belakang Faklan.
"Mau pergi ke mana? " tanya Daisy yang sudah berdiri tepat di belakang Faklan.
"Ke dapur! " kata Mayang sambil mengerutkan kening nya, ia heran mengapa sang kakak akan pergi ke dapur. Itu artinya Faklan bukan lah orang asing di tempat ini.
"Iya, Nona Mayang mau pesan apa? " tanya Daisy sambil tersenyum.
"Kakak ipar, ada apa ini? " tanya Mayang heran, ia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mayang juga belum tahu bahwa rumah makan ini milik Faklan.
"Ini tempat punya Kakak ipar Farwa bukan punya ku" jawab Faklan.
"Owhh, aku pikir punya kalian" jawab Mayang.
__ADS_1
"Ya sudah aku permisi dulu! Ayok sayang" kata Faklan sambil merangkul bahu sang istri lalu du ajak pergi untuk meninggalkan tempat tersebut.
Akhirnya Faklan pun meninggalkan Mayang begitu saja, entah mengapa ia tidak mau membuka hati untuk anggota keluarga nya. Padahal Mayang dan Ratih sangat berharap bahwa Faklan bisa hadir di antara mereka, akan tetapi Faklan belum bisa menerima kenyataan ini.
Setelah kepergian Faklan, Mayang pun menarik nafas panjang lalu di buang dengan perlahan.
Di tempat lain.
Farwa sedang berbaring sambil mengelus punggung Argani kecil, karena itu sudah menjadi kebiasaan nya. Jika anak kecil itu akan tidur, pasti tangan sang ibu tidak boleh jauh dari tubuhnya. Radit pun berjalan perlahan untuk segera mendekat ke arah Farwa, setelah berada di dekatnya. Laki-laki itu duduk di tepi ranjang sambil menatap dua orang yang berada di hadapan nya pada saat ini, lalu mengulurkan tangan nya untuk mengusap kepala Argani kecil.
"Eh, nggak kembali ke toko? " tanya Farwa sambil mendongakkan kepala nya sambil menatap lekat wajah suaminya.
"Ngakak, kan ada Rahmat juga yang mengurus semuanya" jawab Radit dengan nada bicara yang lembut.
"Owhh, ya terus ngapain menatap ku seperti itu? Ngeri tahu! "
"Aku hanya minta Maaf, karena idak bisa mengingat kalian. Tapi aku janji akan membuat kalian berdua bahagia, dan tidak akan pernah membuat kalian merasa sedih lagi. Dan tidak akan pernah meninggalkan kalian dalam keadaan apapun! " kata Radit sambil menatap lekat wajah Farwa.
"Kenapa harus minta maaf, kamu itu nggak salah Mas.. " jawab Farwa sambil bangun, dan membiarkan Argani kecil tertidur karena anak kecil itu sudah tertidur pulas.
"Salah ku karena tidak mengingat mu, bantu aku untuk mengembalikan rasa yang pernah ada" kata Radit sambil meraih tangan Farwa lalu di genggam erat.
"Aku pernah berjanji pada mu, bahwa akan mengucapkan kata cinta setiap hari asal kamu berada di dekat ku. Dan aku akan melakukan itu setiap hari, dan kamu juga harus tahu. Bahwa aku sangat mencintaimu, dan setelah dua tahun pun kita terpisah rasa itu tetap sama dan namamu selalu punya tempat khusus di hatiku bahkan tidak ada satupun yang bisa menggantikan nya, cinta ku terlalu besar untuk mu" kata Farwa, dengan mata yang sudah di penuhi cairan bening.
Sungguh ia tidak menyangka bahwa akan kembali berkumpul bersama keluarga kecil yang selalu ia rindukan.
__ADS_1
"Terimakasih kasih telah mencintai ku apa adanya, terimakasih juga telah menunggu ku selama ini. Maaf atas apa yang terjadi di masa lalu, aku tidak ingin kembali ke masa itu. Tapi aku ingin memulai semuanya dari awal dan menciptakan sesuatu yang indah untuk hidup kita selanjutnya" kata Radit sambil merangkul bahu Farwa lalu di bawa ke dalam dekapan nya.
Rasa nyaman seperti inilah yang selalu Farwa rindukan, kehangatan dan merasa di lindungi dan setelah dua tahun pun rasanya tetap sama.