Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 15


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, Farwa dan juga anggota keluarga yang lain sudah sampai di rumah mereka.


Begitu sampai di rumah, ia langsung disambut oleh Marwan dan juga keluarganya.


Marwan merasa sangat bersalah kepada Farwa dan keluarga nya, karena mereka yang memberitahu Argani tentang keberadaannya di kota lain.


Akan tetapi Mahad tidak mempermasalahkan itu semua, karena yang terjadi ke dalam keluarganya adalah bukan salah orang lain. Tidak seharusnya juga membawa keluarga Marwan ke dalam semua masalahnya.


Marwan meminta maaf kepada farwa Atas kejadian ini, akan tetapi Farwa mengabaikannya.


Dan menganggap bahwa Marwan tidak mencintainya, buktinya hanya untuk melindunginya saja dia tidak bisa bahkan takut terhadap ancaman Argani.


"Sungguh aku minta maaf, telah memberikan informasi kepada Argani tentang Keberadaan mu" ucap Marwan terhadap Farwa dengan nada bicara penuh permohonan.


"Tidak ada gunanya juga meminta maaf terhadapku, toh tidak akan mengubah segalanya. Besok aku sudah menikah dengan Argani" jawab Farwa.


Hal itu membuat Marwan kaget, Mengapa sang kekasih hatinya menerima lamaran dari Argani yang telah menyakiti seluruh anggota keluarganya.


"Mengapa kamu menerima lamaran orang itu?" tanya Marwan terhadap Farwa.


"Aku menerima lamaran itu dengan terpaksa, ini semua untuk kehidupan banyak orang" jawab Farwa.


"Mengapa kamu tidak menolaknya?" tanya Marwan lagi.


"Dan sekarang bertanya kepadamu, apa yang kamu lakukan untuk bisa menolong ku? dari semua masalah, jika aku tidak menikah dengan laki-laki itu, bahkan kamu hanya untuk menjaga amanat saja tidak mampu. Bagaimana kamu bisa menyelamatkan aku dan keluargaku ketika menolak untuk menikah dengan Argani" kata Marwa sambil menatap tajam wajah Marwan.


Bagaimana mungkin ia bisa menolak keluarga Argani, sedangkan Marwan sendiri saja tidak mau menolong dirinya sendiri.


Apakah ia harus mempertahankan hubungannya dengan Marwan, Setelah semua ini terjadi dan berada di dalam kesulitan bagi semua orang.


"Bukan aku tidak mau menolong kamu dan keluarga mu bagaimana lagi Aku saja tidak mempunyai daya dan kekuatan untuk melawannya " jawab Marwan dengan rasa penuh penyesalan.


"Jadi tidak ada gunanya lagi kamu berbicara panjang lebar terhadap diriku, karena itu semua tidak akan mengubah kenyataan" kata Farwa.


"Aku minta maaf untuk semua ini " Marwan berkata untuk kesekian kalinya memohon maaf kepada Farwa.


"Sudahlah lebih baik kamu pulang, aku capek ingin istirahat" kata Farwa mempersilahkan Argani untuk pulang dari rumahnya.


Sebab ia sudah lelah dengan keadaan, ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak setelah perjalanan jauh juga.

__ADS_1


"Baiklah aku akan pulang, jaga diri kamu baik-baik. Sungguh aku sangat mencintai kamu, tidak akan pernah membiarkanmu menikah dengan laki-laki jahat itu" kata Marwan.


Setelah berbicara seperti itu ia melangkahkan kakinya lalu pergi dari rumah Farwa.


Setelah kepergian Marwan, Farwa langsung pergi ke kamarnya.


Ia ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak dengan harapan ia bisa melupakan semua masalah-masalah yang terjadi di dalam hidupnya.


Terlalu Lelah ia memikirkan semua keadaan ini, apalagi tentang keselamatan anggota keluarganya.


Setelah sampai berada di dalam kamarnya, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Sebab ia sudah merasakan lelah bahkan tubuhnya saja seperti tidak ada tulang, ia menatap langit-langit yang ada di kamarnya.


Sangat Malang sekali nasibnya baru saja ia akan memejamkan matanya tiba-tiba sang adik memanggil namanya.


"Kak di luar ada dia dengan membawa barang-barang yang sangat banyak, entah apa yang akan dilakukannya nanti" kata Daisy terhadap sang Kakak.


Sontak Farwa bangun dengan gerakan cepat.


"Maksud kamu dia siapa? barang apa?" tanya Farwa lagi terhadap sang adik.


Seketika Farwa menjatuhkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur, ia sangat pusing dengan keadaan ini bahkan untuk berpikir saja dia sudah tidak bisa.


"Biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau, toh kita tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima semuanya" jawab Farwa dengan nada bicara sangat malas.


Sungguh ia tidak mau lagi menentang semua yang dilakukan oleh Argani, percuma juga melakukan berbagai cara untuk menolak semuanya. Toh pada akhirnya kekejaman yang ia terima.


"Baiklah aku akan ke bawah hanya ingin memberitahumu jika dia ada di sini" kata Daisy.


Di lantai bawah rumah sederhana ini, dipenuhi dengan banyaknya barang-barang yang dibawa oleh Argani.


Mahad pun tidak menyukai hal ini, akan tetapi mau bagaimana lagi ia harus menerima semuanya.


" Untuk apa kamu membawa semua barang-barang ini? rumah kami terlalu sempit sehingga tidak bisa menampung semua ini" kata Mahad terhadap Argani.


Argani tertawa keras Mama mendengar pernyataan dari calon mertuanya


"Aku ini akan menikah dengan putrimu, bagaimana bisa tidak membawa semua barang ini untuknya, lagi pula anakmu adalah wanita yang paling beruntung yang sangat aku cintai. Maka aku akan melakukan apapun untuk membuat dia bahagia" jawab Argani sambil tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Mahad tidak menyukai ini hanya terdiam menatap semua barang yang sudah memenuhi ruangan yang sempit itu.


"Tolong bawa pulang lagi ini ke rumah mu! karena di sini tidak ada tempat untuk menampungnya" kata Mahad.


"Ayah Mertuaku...Bagaimana bisa barang yang sudah diantar ke sini dibawa pulang lagi. Lagi pula tidak baik juga menolak rezeki"


Mahad hanya diam bisu, lalu ia duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Ayah mertua di mana calon istriku? aku akan mengantarkan gaun yang akan dipakai di acara pernikahan nanti!"


Lalu mahan memberitahunya, bahwa Farwa ada di kamarnya yaitu di lantai atas rumah milik mereka.


Meskipun rumahnya sangat kecil, akan tetapi memiliki dua lantai.


Argani langsung pergi begitu saja meninggalkan Mahad.


Setelah beberapa saat Argani sudah berdiri di depan pintu kamar milik Farwa.


Ia langsung mengetuknya.


"Bolehkah aku masuk ke dalam kamarmu? "kata Argani sambil berdiri di depan pintu.


Kebetulan pintu kamar terbuka.


"Apakah tadi kamu meminta izin untuk masuk ke dalam rumah ini?, seharusnya saat mau masuk ke dalam kamar pun nggak perlu minta ijin" jawab Farwa dengan tatapan mata tajam.


"Aku hanya mengantarkan ini untukmu, cuma sebentar saja" kata Argani sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Farna. Lalu meletakkan gaunnya di atas tempat tidur.


Farwa menatap Argani dengan penuh kebencian.


"Aku sudah mempersiapkan semuanya, ini adalah gaun yang akan kamu pakai besok, dan akan ada penata rias yang datang ke rumah ini. Kita akan melaksanakan pernikahannya di sebuah gedung yang ada di kota ini. Nanti akan ada sopir juga yang menjemput kamu" kata Argani.


"Bisakah di saat kita menikah tidak ada tamu undangan, hanya ada anggota keluarga kita sajam Aku tidak mau ada banyak orang di acara itu " Farwa meminta untuk tidak menghadirkan tamu undangan.


"Bagaimana bisa di acara bahagia kita tidak ada orang" kata Argani sambil menatap heran terhadap perempuan yang sedang berdiri di hadapan nya.


"Kalau kamu mau menikah denganku, maka ikuti syarat dariku"


" Baiklah aku akan menuruti semua keinginanmu, jaga diri baik-baik jangan sampai kamu sakit di acara kita besok" kata Argani sambil pergi meninggalkan Farwa yang masih berdiri dan mengalihkan pandangan nya, ke arah lain.

__ADS_1


__ADS_2