
Di tempat lain.
Malik sedang berbicara dengan seorang lelaki yang sudah tidak lagi muda, ia melakukan negosiasi antara Malik dan Mahad.
Akan tetapi Mahad tidak mengerti apa yang di ucapan Malik, sebab ia tidak merencanakan apapun agar Farwa menikah dengan Argani. Yang ada Argani yang telah memaksa dan mengancam mereka semua agar Farwa menyetujui nya, untuk menikah dengan Argani.
" lakukan apa yang saya katakan tadi jika tidak maka aku akan melakukannya dengan cara paksa. bisa saja kamu akan kehilangan Putri kesayanganmu untuk selamanya! " ancaman Malik terhadap Mahad.
"Saya tidak melakukan apapun untuk menjebak anak Anda seperti yang dikatakan tadi, bahkan Argani lah yang mengancam kami semua. Jika Farwa tidak mau menikah dengannya, maka nyawa kami semua akan melayang di tangan anak mu" jawab Mahad.
Ia tidak mau jika Malik menuduh dirinya telah menjebak Argani dan masuk ke dalam perangkapnya.
" Saya tidak percaya bahwa anak saya yang telah memaksakan kehendaknya, akan tetapi Sudah pasti kalianlah yang membuat Argani seperti itu sehingga dia mau menikahi putri kalian" kata Malik ia tidak mau mengakui bahwa anaknya lah yang bersalah.
"Jika anda bisa, maka. Pisahkanlah anak saya dengan anak anda Tuan, karena lebih baik kami tidak mengenal dan berurusan lagi dengan orang seperti kalian" jawab Mahas dengan nada bicara penuh penekanan.
"Kalau saya bisa, maka. Sudah melakukan itu, akan tetapi Argani tidak mau melepaskan anakmu dengan sukarela di sini aku memintamu agar membujuk putrimu untuk meninggalkan anak saya, Jika kamu tidak bisa melakukan itu maka aku akan melakukannya dengan cara paksa. Yaitu membunuh anakmu agar lepas dari Argani dan jauh dari kehidupan kami semua"bkata Malik sambil menatap tajam wajah Mahad.
"Jikka anda bisa, maka. Lakukan saja apa yang membuat anda bahagia. Sebab saya percaya dan yakin pada kuasa Tuhan, bahwa nyawa itu tidak ada di tangan manusia. Meskipun anda berusaha untuk membunuh anak kaya, jika Tuhan belum mengizinkan maka semua itu tidak akan terjadi. Kehidupan kami sudah sangat sulit sekarang Maka saya tidak akan mempersulitnya jika anda ingin membunuh keluarga kami semua maka silakan lakukan saja" jawab Mahad sambil bangkit dari duduknya.
"Daripada anda menyerahkan nyawa kalian dengan sia-sia, lebih baik ambil uang ini dan pergilah dari negara ini agar bisa menjauh dari kehidupan kami semua. Mungkin uang sebanyak ini cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian selama hidup. Daripada kamu bekerja sebagai dosen yang gajinya juga tidak terlalu besar, apalagi istri kamu hanya sebagai ibu rumah tangga biasa tidak menghasilkan uang sedikit pun, uang ini sangat banyak bahkan cukup untuk tujuh kehidupan selanjutnya" kata Malik dengan nada bicara Sombongnya.
__ADS_1
"Saya tidak menginginkan uang anda silahkan Simpan saja uang itu. Jika anda ingin mengambil nyawa kami semua maka ambil saja" kata Mahad ia tidak merasa takut berhadapan dengan Malik.
"Sekarang kamu sudah berani menantang Malik berarti sudah tahu akibatnya apa yang akan terjadi ke dalam kehidupan kalian semua" ancaman dengan nada bicara penuh penekanan.
Akan tetapi bukan berarti Mahad tidak takut dengan Malik, lebih baik ia berusaha tenang dan tidak terlihat takut dihadapan orang seperti Malik.
Jika menunjukkan rasa takut dihadapan orang seperti Malik maka orang itu akan semakin menekan dan menakutinya.
Setelah berbicara seperti itu Mahad pun berjalan perlahan untuk segera keluar dari ruangan itu, ia datang ke tempat ini dibawa secara paksa oleh anak buah Malik.
Akan tetapi ia akan pulang dengan sendiri tanpa diantarkan oleh orang yang menjemputnya tadi pun tidak mendapatkan apa yang ia mau setelah bertemu dengan Mahad.
Waktu bergulir begitu cepat.
Di sanalah ia menghentikan kendaraan umum untuk mengantarkannya pulang ke rumahnya.
Setelah beberapa saat, perjalanan yang ditempuh sangat jauh sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama Mahad berada di dalam perjalanan.
Satu jam telah berlalu, Mahad sudah sampai di kediamannya.
Dengan langkah gontainya ia masuk ke dalam rumah dengan pikiran yang melayang jauh kemana-mana, dari hasil pertemuannya dengan Malik. Menambah beban pikirannya. Yaitu memikirkan putrinya yang sedang berada di dalam bahaya berada di rumah itu, pastinya maling akan melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan farwa dari sisi Argani.
__ADS_1
Setelah berada di dalam rumah Mahad langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa melihat suaminya seperti itu Zulaikha langsung mendekat dan bertanya.
"Mereka melakukan apa terhadap dirimu? Apa sudah menyakitimu, atau mungkin Putri kita sedang dalam bahaya? "tanya Zulaikha terhadap suaminya.
"Bukan hanya Farwa yang sedang dalam bahaya, tetapi kita semua sedang terancam oleh Malik" jawab Mahad.
"Maksud kamu apa bicara seperti itu, apa Malik akan melakukan hal yang sama seperti Argani terhadap kita semua" kata Zulaika lagi ingin tahu lebih jelas apa yang terjadi sebenarnya.
" Malik menginginkan kita membawa Farwa pulang dari rumah itu dan pergi jauh dari kota ini, dengan imbalan uang yang sangat banyak, akan tetapi aku tidak bisa melakukan itu meskipun Argani memaksakan Farwa atas pernikahan itu. Sekarang aku tidak punya hak lagi atas Farwa, karena Farwa sudah menjadi istrinya Argani dalam keadaan apapun yang berhak atas diri Farwa adalah suaminya" jawab Mahad.
"Tapi kita juga tidak bisa membiarkan dia dalam keadaan bahaya, apa perlu kita memberitahu Argani bahwa ayahnya ingin membunuh Putri kita" jawab Zulaikha.
"Tidak semudah itu Argani percaya dengan apa yang kita katakan, walau bagaimanapun Malik itu adalah Ayah dari Argani, tidak akan pernah Argani mempercayai kita orang asing yang baru saja dikenalnya. Meskipun status kita saat ini adalah mertuanya, yang dibela pasti Ayahnya bukanlah kita, tidak semudah itu memberitahu kejahatan Malik terhadap Argani" jawab Mahad sambil menatap lekat wajah sang istri.
"Lalu kita harus melakukan apa untuk membuat anak kita selamat dan kita juga, apakah kita harus pergi dari kota ini menjauh dari semuanya" jawab Zulaikha.
"Sekarang kita tidak bisa melakukan apapun selain pasrah terhadap sang puasa, karena sejatinya hidup dan mati adalah di tangan-Nya bukan di tangan Malik atau siapapun, jadi tidak usah khawatir serahkan saja semuanya kepada sang pencipta" kata Mahad berusaha menenangkan hati istrinya.
"Tapi aku tidak bisa membiarkan anakku dalam keadaan bahaya, aku ibunya yang sudah melahirkan dan membesarkannya sampai dia bisa menikah sekarang. Nasa iya kita harus merelakannya nyawa Putri kita diambil oleh orang jahat seperti Malik" Zulaikha tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
Pasrah adalah bukan cara terbaik untuk menghadapi semua masalah yang terjadi pada saat ini, akan tetapi pemberontak juga tidak akan pernah membuahkan hasil, selain menerima setiap kehendak yang sudah digariskan oleh sang Maha kuasa. Untuk saat ini Mahad hanya menyerahkan semuanya kepada sang pemilik langit dan bumi, karena sejatinya hidup dan mati manusia itu di tangan-Nya.
__ADS_1
Zulaikha sangat kesal dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya, walaupun seperti apa iya berbicara. Akan tetapi suaminya tetap tidak akan pernah mendengar kan perkataan nya.
Dan pada saat Zulaikha ingin melangkah pergi meninggalkan Argani tiba-tiba, bumi seperti berhenti berputar dan dunia seperti gelap.