
Di tempat lain.
Seorang pria yang sudah tidak lagi muda, sudah berada di rumah tahanan.
Entah apa yang terjadi dengan orang tersebut, sehingga Malik melaporkan bahwa orang tersebut telah melakukan kejahatan. Dan sekarang harus mendekam di dalam penjara.
Wajah laki-laki itu sudah tidak terbentuk lagi, wajahnya sudah hancur.
Darah kering di ujung bibirnya, mungkin itu semua ulah dari orang yang jahat. Memang tidak ada hak bagi orang kecil untuk melawan orang seperti Malik.
Dia adalah Malwar orang kepercayaan Malik, ia sengaja di jebloskan ke penjara karena Malwar belum berhasil membunuh Farwa.
Malik yang tidak suka akan orang yang mengabaikan perintah nya, dengan mudah ia menjebloskan Malwar.
"Kenapa kamu bisa seperti ini, padahal Papa sangat mempercayai mu, apa yang telah kamu lakukan? " tanya Adnan terhadap Malwar.
"Saya tidak melakukan apapun" jawab Malar.
"Jika tidak melakukan apapun, mengapa Papa sangat madah terhadap mu" ucap Adnan.
"Anda tidak akan mengerti Tuan, apa yang terjadi di antara kami. Yang jelas aku tidak melakukan kesalahan" jawab Malwar.
"Jawab jujur, apa yang terjadi antara kamu dan Papa? " tanya Adnan lagi.
"Dia menuduh saya mengkhianati nya, padahal semua itu tidak benar. Saya sudah setia bekerjasama dengan nya, untuk apa saya membohongi nya. Mungkin semua yang terjadi itu bukan salah ku, akan tetapi mesta tidak merestui"
"Kamu itu bicara apa sih, semakin nggak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan" Adnan kesal dengan jawaban yang di berikan oleh Malar.
Akhirnya Adnan kesal dan meninggalkan Malwar, iya tadinya ingin mencari tahu tentang apa yang terjadi di antara mereka akan tetapi Malwar tidak mau mengatakan nya.
Setelah kepergian Adnan, datanglah seorang pria yang bertubuh tinggi dan berotot itu, laki-laki ini meminta masuk dan bertemu dengan Malwar.
Setelah beberapa saat Malwar sudah keluar dan duduk di kursi, berhadapan dengan laki-laki itu.
"Mau apa lagi kalian, datang ke tempat ini? " tanya Malwar terhadap orang tersebut.
__ADS_1
"Kamu ingat anak dan istri yang sekarang ada di kampung? " tanya orang itu.
"Iya, dia anak dan istriku mereka tenang di sana! dan aman dan baik" jawab Malwar.
"Yakin mereka dalam keadaan aman dan baik, coba kamu liat ini!" kata orang tersebut sambil, menunjukkan sebuah video dan terlihat dengan jelas anak dan istri Malwar sedang di sekap di sebuah gudang yang sangat kotor dan gelap.
"Lepas kan anak dan istri saya! " teriak Malwar sambil berusaha merebut ponsel dari tangan orang tersebut.
"Tidak semudah itu, kamu harus melakukan apa yang menjadi permintaan bos besar. Baru mereka akan melepaskan nya dan juga kamu akan terbebas dari rumah tahanan ini" kata orang tersebut dengan nada bicara penuh penekanan dan sorot mata tajam.
"Saya tidak mau melakukan itu! " jawab Malwar.
"Baiklah sekarang liat ini! " orang tersebut melakukan panggilan Video dengan orang yang sedang menyekap anak dan istri Malwar.
Mereka menyiksa nya dan hal itu membuat Malwar tidak tega, hingga pada akhirnya menyetujui apa yang menjadi permintaan orang tersebut.
...****************...
Di Rumah sakit.
"Kenapa lama sekali yah, padahal sudah satu jam mengapa belum selesai" kata Daisy sambil menatap lekat wajah sang Ayah.
"Berdoa saja, semoga keadaan ibu baik-baiksaja. Mungkin sebentar lagi akan selesai" jawab sang Ayah menenangkan putri bungsu nya.
Waktu bergulir begitu cepat, siang telah berganti dengan makan operasi sudah selesai. Zulaikha sudah di pindah ke ruang rawat, sekarang ia sudah sadar.
Tinggal menunggu pemulihan, mungkin lusa sudah di perbolehkan untuk pulang.
Farwa tidak mau beranjak sedikit pun dari sisi sang ibu, ia memanfaatkan kesempatan inj. Mumpung Argani sedang memberikan nya ijin untuk bersama keluarga nya.
Mereka semua keluarga sudah berada di ruang rawat Zulaikha, Argani meminta agar mertua nya di rawat di ruangan VVIP, Farwa belum mengetahui bahwa semua ini Argani yang membayar nya. Sebab belum ada satu orang pun yang memberi tahunya tentang hal itu.
Di saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan ternyata orang itu adalah Argani.
"Sayang... sudah waktunya kita pulang! " ajak Argani terhadap sang istri.
__ADS_1
Farwa menatap lekat wajah suaminya, ia ingin sekali menemani sang ibu di rumah sakit. Akan tetapi sangat tidak mungkin Argani bisa mengijinkan nya.
"Pulang lah, suami mu sudah menunggu" kata Zulaikha dengan suara lemahnya, ia tidak mau jika Argani melakukan hal yang tidak di inginkan jika Farwa tidak mengikuti apa yang menjadi keinginan Argani.
"Tapi, Bu... "
"Nggak apa-apa, kan masih ada Ayah dan juga Bibir" kata sang Ibu memberi pengertian terhadap sang anak, bahwa Argani bukan lah orang yang suka di tentang.
"Iya, sudah kalau begitu. Aku pulang sekarang ya Bu... " jawab Farwa sambil mencium kening sang Mama, meskipun dalam hati berat. Akan tetapi ia harus sudah pulang bersama suaminya.
Setelah beberapa saat Akhirnya Argani dan Farwa ke luar dari ruangan tersebut.
Argani menggandeng tangan Farwa, ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa Farwa itu miliknya.
Meskipun Farwa tidak menyukai apa yang di lakukan Argani.
Setelah beberapa saat, beberapa saat mereka sudah sampai di tempat parkir.
Sepasang suami istri sudah berada di dalam kendaraan, Argani sudah siap untuk melajukan kendaraan nya.
"Bagaimana keadaan ibu sekarang? " tanya Argani.
"Syukur keadaan nya sudah lebih baik"
"Jika kamu ingin mengunjungi nya besok silahkan, aku tidak akan melarangnya. Kamu juga sudah punya ponsel boleh menghubungi mereka kapan pun yang kamu mau" kata Argani dengan nada bicara lembutnya.
"Mengapa kamu berbuat baik pada ku, jangan pernah lakukan ini terhadap ku" kata Farwa.
"Kamu istriku, sudah sepantasnya melakukan hal ini untuk mu" jawab Argani.
"Setelah banyak kesakitan yang kamu berikan, lalu kamu akan merubah kesakitan itu menjadi kebahagiaan dan aku menganggap mu sebagai seorang pangeran yang selalu ada untuk sang putri. Tidak semudah itu aku bisa mengubah sakit itu menjadi kebahagiaan" kata Farwa.
"Aku tidak akan memaksa mu untuk melakukan hal itu, akan tetapi aku janji akan melakukan tugasku dengan baik sebagai seorang suami yang bertanggung jawab dan menjaga istri nya dengan penuh cinta" jawab Argani sambil menginjak gas dengan perlahan.
Farwa tidak menjawab apapun ia hanya diam, sedangkan Argani fokus dengan jalanan. Sebab hari ini hujan jalan juga sedikit gelap dan licin, hal ini membuat Argani sangat hati-hati dalam berkendara.
__ADS_1