Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 87


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat.


Hari telah berganti dengan minggu, dan minggu telah berganti dengan bulan bahkan bulan pun telah berganti dengan tahu.


Setelah pernikahan Daisy dan Faklan menikah, Farwa mengajak kedua orang tuanya untuk pindah ke salah satu kota kecil yang ada di bagian barat negara ini.


Awalnya orang tua Farwa tidak setuju dengan permintaan anaknya, akan tetapi mendengar alasan Farwa akhirnya menyetujui nya.


Duma tahun telah berlalu, Farwa pun sudah melahirkan seorang anak laki-laki yang sifat nya mirip sekali dengan Argani.


Sekarang mereka hidup sederhana tanpa bayang-bayang masa lalu, Farwa juga sudah mulai membuka diri dengan lingkungan sekitar.


Ia juga sadar bahwa orang tuanya sudah tidak lagi muda, tidak mungkin juga ia tergantung sama mereka.


Ia juga harus memikirkan untuk masa depan anaknya, meskipun saat ini mereka banyak di bantu oleh Faklan.


Farwa mempunyai hobby masak, siapa tahu dari hoby bisa menghasilkan, kalau harus bekerja di kantor atau tempat lainnya Farwa tidak tertarik karena harus meninggalkan Argani junior. Ia lebih memilih membuka usaha sendiri meskipun itu kecil.


Erick pun beberapa kali membujuk Farwa untuk kembali ke kantornya, akan tetapi Farwa tetap menolak nya.


Apalagi sekarang ia sudah memiliki seorang jagoan kecil yang harus mendapatkan perhatian lebih.


Mahad menjual rumah yang ada di kota dan membeli senu9 roko yang berlantai dua, bawah di gunakan untuk jualan makanan oleh Farwa sedangkan mereka tidur di lantai atas. Kebetulan terdapat dua kamar, meskipun kecil tapi sudah cukup membuat hati Farwa tenang dan jauh dari bayang-bayang masa lalu.


Mereka juga mempunyai modal untuk membuka usaha kecil, Farwa sudah memantapkan hatinya dan di dukung oleh orang tuanya.


Mereka tinggal di kotak ini sudah satu bulan, akan tetapi berjualan baru satu minggu.


Farwa juga membeli sayuran tidak harus ke pasar ada pemasoknya jadi nggak perlu ribed harus ke pasar.


"Nak, apa saja yang di butuhkan untuk esok hari. Sebentar lagi si rahmat akan datang mengantar sayuran? " kata Mahad sambil merapikan meja dan mengumpulkan piring kotor, meskipun rumah makan baru saja buka akan tetapi ramai pengunjung.


"Itu, Ayah udah aku siapkan di dalam laci. Tinggal kasih saja ke sopir yang mengantar sayuran, kebetulan kita juga besok banyak pesanan dari Pak Rizki. Seperti nya kita butuh bantuan orang deh untuk bekerja di sini" kata Farwa sambil duduk di kursi dan menatap lekat sang Ayah.


"Iya, nanti Ayah coba nyari orang untuk membantu kamu di sini. Ayah juga sudah tidak bisa bekerja seperti dulu, ibu mu mesti jaga Arga junior memang seharusnya kita nyari orang "


Di saat mereka sedang berbicara, terdengar suara kendaraan berhenti di depan.


"Itu Rahmat datang, tumben agak telat hari ini. Biasanya juga selalu tepat waktu" kata Farwa sambil bangkit dari duduknya lalu berjalan ke depan untuk melihat Rahmat membongkar sayuran yang di pesan nya.


"Maaf Bu, sayuran nya terlambat soal nya sopir saya hari ini sakit jadi terpaksa saya yang mengantar nya" kata orang tersebut sambil meletakkan beberapa kantong plastik di hadapan Farwa.


"Iya, tidak masalah. Untuk pesan besok jangan sampai telat yah, soalnya ada banyak pesanan nasi kotak takut nggak keburu kalau sayuran datangnya siang seperti ini" kata Farwa.


"Sekali lagi saya Minta maaf atas keterlambatan nya, kenalkan Nama saya Radit" kata orang tersebut sambil mengulurkan tangan nya.

__ADS_1


"Farwa"


Kata Farwa membalas uluran tangan nya.


Rahmat merasakan seperti ada energi yang menarik nya, bahkan Farwa juga seperti tidak asing dengan sentuhan tangan ini tapi dia lupa kapan pernah merasakan hal ini.


Radit pun langsung menarik kembali tangannya, lalu memperbaiki kacamata tebalnya dan rambut nya pun gondrong.


Mungkin jika berpenampilan rapi akan terlihat ganteng, akan tetapi penampilan nya sedikit tidak terurus.


"Oh Iya, ini catatan untuk belanjaan besok tolong jangan terlalu siang! " kata Farwa sambil menyerahkan kertas kecil yang bertuliskan nota belanja itu.


"Pak Radit boleh kah saya minta tolong. Tapi akan lebih baiknya kalau ngobrol sambil duduk" kata Mahad yang berdiri di samping Farwa.


"Ayah, mungkin dia sedang buru-buru lain kali saja" kata Farwa sambil menatap sang Ayah.


"Nggak apa-apa ko bu, santai saja" jawab Radit.


Akhirnya Mahad dan Farwa begitu juga dengan Radit, mereka duduk di kursi yang ada di sana.


Setelah mereka duduk, Mahad meminta Farwa untuk membuat kan minum untuk Radit.


"Maaf Pak, kalau boleh tahu ada apa yah? ko saya jadi takut seperti ini yah. Apakah saya melakukan kesalahan" tanya Radit dengan hati yang was-was.


"Saya butuh bantuan Pak Radit, mungkin saya lancang akan tetapi saya belum mengenal orang di sekitar sini, rasanya sangat sulit untuk mencari orang yang mau bekerja membantu Farwa di sini' kata Mahad sambil menatap wajah Radit, yang di penuhi bulu halus rambut gondrong dan kacamata tebalnya.


"Iya betul, tapi saya bingung harus mencari nya ke mana. Tadinya saya mau minta tolong sama Rahmat eh nggak datang ke sini malah bos nya sendiri yang mengantarkan sayuran" kata Mahad sambil tertawa kecil.


"Saya juga hanya kuli, Pak. Bukan bos, bapak butuh nya berapa orang. Kebetulan saya ada teman yang mempunyai agency yang menyalurkan tenaga untuk bekerja di rumah-rumah" jawab Radit.


"Semoga besok pagi sudah ada yang mau bekerja di sini, akan tetapi tidak bisa menginap di sini tempat kami sempit. Paling nanti harus mencari kontrakan dekat sini biar mereka nggak jauh bolak baliknya"


Setelah beberapa saat mereka mengobrol, akhirnya Farwa kembali dengan membawa secangkir kopi lalu di letakan di hadapan Radit.


"Terimakasih" kata Radit sambil tersenyum menatap Farwa.


"Sama-sama, saya tinggal dulu yah. Argani waktunya minum Asi" kata Farwa sambil tersenyum ke arah Radit.


Farwa sengaja memberi nama anak nya Argani karena ia melihat Argani dengan wujud kecil yang mempunyai sifat yang sama.


Radit pun meminum kopi yang di sajikan oleh Farwa "Masih dengan rasa yang sama" batin Radit.


Entah apa yang di maksud oleh laki-laki itu.


"Itu Farwa sudah menikah yah? ko suaminya tidak pernah melihat nya! " tanya Radit terhadap Pak Mahad.

__ADS_1


"Iya, Farwa sudah mempunyai anak satu yaitu laki-laki. Suaminya meninggal saat usia kandungan nya memasuki minggu ke tiga, selama beberapa bulan Farwa tidak mau berinteraksi dengan lingkungan sekitar hanya menatap gambar suaminya setiap hari, ada semangat lagi saat Argani lahir dan ia mulai bangkit lagi. Dan kita memutuskan untuk pindah ke kota ini agar Farwa lepas dari bayang-bayang masa lalu" kata Mahad.


"Kenapa saya menjadi sedih mendengar cerita nya, semoga keluarga Bapak dalam lindungan-Nya. Saya juga terpisah jauh dari anak dan istri, saya tinggal di sini jauh dari mereka" jawab Radit.


"Kenapa nggak di ajak tinggal bersama"


"Belum saatnya Pak, nanti kalau saya sudah menjadi pengusaha yang sukses pasti akan menjemput mereka"


"Aamiin, semoga secepatnya menjadi orang sukses dan berkumpul bersama keluarga" Mahad mendoakan yang baik untuk Radit.


Entah mengapa perasaan Mahad sangat nyaman saat mengobrol dengan Radit, padahal mereka baru bertemu tapi cepat sekali untuk akrab.


Setelah cukup lama mereka mengobrol dan Radit pun berjanji akan mencari orang yang akan bekerja di rumah makan milik Farwa.


Akhirnya Radit pun berpamitan dan pergi meninggalkan Mahad yang masih duduk menatap kepergian Radit.


Radit sudah tidak terlihat lagi, ia pun menyimpan barang belanjaan dan mengambil beberapa untuk di potongan-potongan. Sebab itu sudah menjadi bagian dari pekerjaan nya, sebab jika Farwa sudah selesai memberi Asi untuk Argani junior ia akan turun kembali dan mulai memasak untuk makan siang.


Sebab yang makan di tempat ini yaitu karyawan proyek pengeraman laut, mereka akan makan siang di warung Farwa sekalian ngopi. Kebetulan tempat nya juga strategis jadi banyak pelanggan yang berdatangan meskipun baru satu minggu rumah makan ini buka.


...****************...


Di tempat lain.


Radit sudah sampai di toko sayuran milik nya.


Setelah sampai di sana ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kursi yang ada di sana.


"Kenapa? bukankah tadi bos yang minta untuk mengantarkan sayuran ke tempat nya Bu Farwa kenapa datang-datang seperti ini! " tanya Rahmat terhadap sang bos.


"Kenapa perempuan itu cantik sekali" jawab Radit sambil menadahkan wajahnya.


"Benarkan, seperti yang saya bilang dia itu sangat cantik baik dan lembut juga. Dia suka memberi ku tips juga kalau mengantarkan sayuran" kata Rahmat.


"Oh iya, tolong carikan dua orang perempuan yang mau bekerja di rumah makan milik Farwa. Besok harus ada, coba kamu cek si jono apakah dia masih ada orang nggak yang mau bekerja kalau nggak ada suruh si Yayan sama Yeyen untuk bekerja di sana biar aku yang mengantarnya besok pagi! " kata Radit.


"Owh Yeyen sama Yayan tidak bisa, siapa yang membantu saya di sini kalau mereka di pindah ke sana. Lagian bos juga jarang ada di sini, datang dan pergi sesuka hati"


"Ya kalau mereka nggak boleh di pindah, kamu cari secepatnya"


"Astaga, Bos. Mana bisa secepat ini" jawab Rahmat.


"Pokoknya bagaimana pun caranya harus mendapatkan nya! " kata Radit.


Setelah berbicara seperti itu ia pergi meninggalkan Rahmat begitu saja, seba ini kebiasaan Radit yang suka pergi entah ke mana.

__ADS_1


Terkadang Rahmat juga merasa heran dengan tingkah bosnya, yang terlihat kucel bin dekil dengan kacamata tebalnya tapi punya banyak duit.


Menurut informasi dari orang-orang bahwa Radit mempunyai banyak perkebunan sawit dan tebu.


__ADS_2