
Waktu bergulir begitu cepat mereka berbicara dan merencanakan apa yang akan mereka lakukan esok hari, begitu juga di acara pernikahan Adnan dan Mayang itu harus benar-benar dijaga oleh pihak tertentu, yang mempunyai keahlian di bidangnya. Sehingga tidak akan ada lagi kekacauan atau kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa iri dengan kehidupan mereka.
Tidak terasa mereka berada di ruang rahasia sudah menghabiskan waktu berjam-jam.
Hari sudah semakin sore keadaan kantor pun sudah mulai sepi, para karyawan pun sudah keluar dari ruang kerjanya masingmasing, dan segera menuju ke rumah mereka untuk beristirahat dan bertemu dengan keluarga mereka.
Begitu juga dengan Mayang, ia sudah bersiap-siap, akan pulang, Akan tetapi, sebelum pulang ia akan pergi ke salah satu butik yang menangani gaun pengantinnya. Hari ini mereka akan mengadakan fitting terakhir untuk gaun pengantin, yang akan dikenakan di hari bahagianya bersama Adnan.
Tiga laki-laki yang berada di ruang rahasia, sudah memutuskan untuk mengakhiri pertemuan kali ini. Dan mereka juga sudah sepakat untuk menyewa detektif untuk mengawasi, Argani kecil dan siapa saja yang mengintai keluarga mereka.
"Baiklah, kita sepakat untuk tidak membicarakan hal ini kepada istri kita, dan kamu juga. Kak, harus berhati-hati meskipun sudah ada orang juga yang mengawal kita dari kejauhan tetap saja harus waspada! " ucap Radit sambil menatap lekat wajah sang kakak.
"Ayok pulang sekarang! pasti mereka juga sudah pada pulang, keadaan kantor pun sudah mulai sepi"
Akhirnya mereka keluar dari ruang rahasia, karena memang ruangan tersebut berada di dalam ruang kerja milik Adnan, jadi mereka tahunya Adnan berada di ruangan nya.
Dengan langkah penuh semangat Mayang menuju ruangan Adnan karena ruangan dirinya dan itu sangat jauh setelah beberapa saat. akhirnya Mayang pun sudah sampai di depan ruangan Adnan, lalu ia mengetuknya. Pintu langsung terbuka Betapa terkejutnya Mayang ketika pintu terbuka dan ternyata di dalam ruangan itu ada tiga orang lelaki yang menatap nya dengan tatapan tajam.
"Kakak kenapa ada di sini ? " tanya Mayang terhadap sang Kakak
__ADS_1
"Memangnya tidak boleh datang ke tempat ini?"
" Ya, bukan seperti itu, aneh-saja biasanya juga kan tidak pernah datang ke tempat ini. Kakak tidak pernah mengkhawatirkan Adiknya juga " jawab Mayang sambil mengerucutkan bibirnya, karena memang sang kakak. Tidak pernah menunjukkan perhatiannya terhadap dirinya meskipun pulang malam Faklan tidak pernah menelponnya dan menanyakan keberadaan dirinya karena laki-laki itu sangat percaya bahwa Mayang mampu menjaga diri dan Adnan mampu melindungi adik perempuannya dengan baik. Bukan karena Faklan tidak sayang atau apapun terhadap sang adik, akan tetapi kepercayaannya lah yang mampu membuat hati Faklan tenang, meskipun adiknya itu belum pulang .
"Ya sudah kalau begitu kami permisi dulu "ucapan Radit.
Setelah itu, Radit dan Faklan melangkah kan kakinya untuk segera keluar dari dalam ruangan Adnan.
Meninggalkan Adnan yang berada di ruangan itu, sedangkan Mayang berdiri di depan pintu ruangan.
Setelah kepergian Faklan dan juga Radit, Mayang masuk ke dalam ruangan lalu duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu. Sambil menunggu Adnan mengambil sesuatu yang ketinggalan di ruang Rahasianya, Mayang juga tidak lupa sambil menunggu Adnan, Mayang menyempatkan diri untuk membuka ponselnya dan mengintip aplikasi yang menyuguhkan novel online. Itulah kebiasaannya juga di saat waktu luang, dan merasa jenuh ketika menunggu seseorang.
Tidak perlu membutuhkan waktu yang sangat lama, akhirnya mereka sudah sampai di tempat parkir. Di mana Adnan memarkirkan kendaraannya lalu, keduanya masuk ke dalam kendaraan itu, untuk segera menuju tempat di mana mereka akan melakukan fitting terakhir, busana yang akan dikenakan pada acara pernikahannya nanti.
Kendaraan pun melaju dengan kecepatan sedang, hingga pada akhirnya kendaraan sudah meninggal kan area perkantoran.
Sepanjang perjalanan mereka bercerita ringan, dan Mayang pun menceritakannya kegiatannya hari ini di kantor. Karena seharian ia tidak berkomunikasi dengan calon suaminya Adnan pun mengemudikan kendaraan dengan kecepatan sedang, ditemani dengan alunan musik yang sangat mereka sukai bahagia sudah sepasang calon pengantin ini.
Rasanya bagi Adnan sudah lengkap sudah hidup nyw, bisa bersama dengan Mayang meskipun belum sah menjadi suami. Karena itu hanya tinggal menghitung hari untuk bisa di panggil suami oleh Mayang.
__ADS_1
"Kenapa sih ngeliatin mulu? " Mayang merasa grogi saat Adnan terus menatap dirinya.
"Kamu cantik, nggak bikin bosan di pandang. Sudah tidak sabar lagi untuk selalu bisa menatap wajahmu setiap saat" jawab Adnan sambil tersenyum tipis.
"Kamu itu bicara apa? sih! "
Mayang jadi salah tingkah, lalu ia mengalahkan pandangan nya ke luar jendela.
Sedangkan Adnan kembali fokus ke jalan, hingga pada akhirnya mereka saling diam dan sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
Tidak terasa mereka sudah lama menempuh perjalanan, hingga Mayang pun sudah lelah. Adnan sudah berhasil menghentikan kendaraannya di salah satu boutique terkenal yang ada di kota ini bahkan hampir seluruh masyarakat yang ada di kota ini menggunakan jasanya, siapa lagi kalau bukan boutique Shafira.
Semua orang pasti sudah mengenal perempuan yang pernah dikhianati oleh suaminya, dan ditelantarkan begitu saja, sehingga ia mampu bangkit dari atas kakinya sendiri, dan mulai melanjutkan karirnya sebagai seorang desainer.
Shafira menjelma menjadi perempuan hebat, yang sangat dikenal di kota ini, bukan karena kekayaan orang tua atau suaminya yang CEO, akan tetapi, Shafira dikenal karena bakat dan kemampuannya yang sangat luar biasa, dan semua karya-karyanya sangat disukai orang banyak. Sehingga... Perempuan itu udah sangat dikenal oleh banyak orang, Mayang pun sangat menyukai semua desain yang dikeluarkan oleh Shafira, bahkan ia juga mempercayakan gaun pengantin yang akan dikenakan di hari bahagianya terhadap Shafira.
Mayang tahu boutique Shafira itu dari calon suami, lalu ia di ajak datang langsung ke boutique nya. Dan ternyata Mayang langsung jatuh cinta dengan semua desain pakaian yang di keluarkan oleh Shafira. Hingga pada akhirnya Mayang memutuskan untuk mempercayakan kebutuhan gaun pengantin nya terhadap Mayang. Selang satu hari setelah Meminta desain gaun pengantin, akhirnya Shafira mengirimkan beberapa gambar gaun yang baru saja di rancang nya.
Mayang langsung jatuh cinta dengan gambar yang di kirim oleh Shafira, apalagi nanti kalau bajunya sudah jadi. Pasti terlihat sangat cantik.
__ADS_1
Setelah kendaraan terparkir dengan sempurna, Mayang dan juga Adnan langsung turun lalu melangkahkan kakinya dengan perlahan dan menuju pintu masuk. Di pintu ia langsung disambut ramah oleh pelayan, yang bekerja di sana. Lalu diantar menuju ruangan di mana Shafira sudah menunggu kedatangan sepasang calon pengantin.