Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
BAB 50


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga sudah berada di ruangan yang bisa menampilkan rekaman, lalu Radit mulai mengoperasikan alat yang ada di hadapannya untuk melihat rekaman tersebut.


Satu demi satu telah diperlihatkan di monitor yang ada di hadapannya pada saat ini, dan salah satunya adalah Daisy yang membawa sesuatu mengarah ke belakang rumah.


"Itu dia, berjalan ke arah belakang rumah. Coba putar ulang agar lebih jelas! " kata Faklan, lalu Radit pun dengan perlahan dan meneliti setiap rekaman yang sedang di lihat.


Akhirnya hasil pun sudah di dapatkan, setelah mendapatkan hasilnya, mereka semua berpencar mencari ke halaman belakang.


Memang rumah Radit ini tergolong sangat luas sekali, Mungkin bersembunyi di dalam rumah saja tidak akan pernah ada yang menemukannya.


Setelah berada di belakang para pelayan pun yang bekerja di rumah ini dikumpulkan dan ditanya satu persatu, dan salah satu dari mereka menjawab bahwa tadi siang melihat Daisy pergi ke paviliun belakang.


Setelah itu mereka tidak melihat lagi bahwa Daisy kembali ke rumah.


"Apa mungkin Daisy ada di Paviliun" kata Farwa sambil menatap suaminya yang ada di samping nya pada saat ini.


"Bisa jadi, tapi mengapa gelap. Seharusnya kalau ada orang pasti listrik akan menyala ini sudah malam pastinya gelap di dalam" jawab Radit.


"Kita cek saja, siapa tahu ada di sana! "


Hingga pada akhirnya Farwa dan yang lainnya pergi ke Paviliun belakang. Setelah beberapa saat mereka sudah ada di sana, akan tetapi tidak melihat apapun karena gelap.


"Apa mungkin Daisy berada di dalam dengan posisi gelap" kata Radit.


"Mungkin saja, siapa tahu dia ketiduran. Kan itu sudah menjadi kebiasaan nya" jawab Farwa.


Lalu Radit menyalakan lampu yang ada di sana, terlihat dengan jelas seorang perempuan tertidur pulas di atas kursi panjang. Alat lukis berantakan dan menampilkan sebuah gambar hasil lukisannya yang ada di sana.


Mereka semua tidak habis pikir mengapa Daisy bisa tertidur pulas dalam keadaan seperti ini dengan posisi gelap.


 Mereka hanya menggelengkan kepala dengan tingkah yang dilakukan oleh Daisy, bahkan tidak ada satu orang pun yang berkata saking mereka terkejutnya dengan apa yang dilakukan oleh anak itu. Mereka hanya saling me lempar tatapan, hingga pada akhirnya Zulaikha mendekat ke arah Daisy lalu membangunkannya.


"Nak, bangun! suamimu datang menjemput! " Zulaikha berkata sambil mengguncangkan tubuh putri bungsu nya.


"Mana bisa bu, dia bangun jika ibu membangunkan nya dengan cara seperti itu. Yang ada seperti di nyanyiin" ucap Farwa sambil mendekat ke arah sang adik yang masih tertidur pulas.


"Masa iya, harus di siram air"


"Sini, aku yang membangunkan nya" Farwa berkata dan setelah itu mendekat dan berteriak di telinganya Daisy, dengan kagetnya ada isi langsung terbangun dan duduk.


"Kenapa kalian semua ada di sini? " tanya Daisy dengan wajah tidak berdosa.


"Kamu bertanya terhadap kita, seharusnya aku yang bertanya sama kamu. Untuk apa ada di sini, kalau mau ke manapun harus ijin jangan membuat semua orang khwatir dan repot oleh kelakuan konyol mu! " Faklan berkata dengan nada tinggi, karena ia kesal sekali dengan kelakuan istrinya.


"Tadi aku melukis, lalu kepala ku pusing. Niat nya hanya sebentar dan aku nggak tahu kalau kalian semua mencari ku"


"Mana mungkin tahu, kamu itu tidur. Jangan di ulangi hal seperti ini bikin orang repot saja" Faklan masih kesal.


" Bagaimana bisa kamu tertidur pulas , bahkan dalam keadaan gelap seperti ini. Sampai kapan kamu itu menjadi putri tidur dan bisa meminjamkan mata dalam keadaan apapun dan dimanapun " kata Farwa dengan nada bicara kesalnya, iya paling tidak suka jika sang adik sudah tertidur dan melupakan semuanya.


Padahal seharusnya ia sedikit merubah kebiasaan yang dulu, karena pada saat ini ia sudah menjadi seorang istri.


"Aku ketiduran, nggak sengaja juga untuk membuat kalian repot" jawab Daisy.


"Kamu tahu nggak berapa panik nya kita saat tidak menemukan mu di dalam kamar, lain kali jadilah perempuan dewasa karena saat ini sudah menjadi seorang istri dan merubah sedikit kebiasaan buruk. Untung saja di rumah ini di lengkapi dengan pengawas, jadi bisa menemukan keberadaan mu" Faklan berkata sambil menatap tajam Daisy, memang betul apa yang di katakan oleh Faklan. Ketika kita sudah menjadi seorang istri, kita juga harus merubah sedikit kebiasaan buruk agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


 "Saya tidak meminta kalian untuk mencari ku, kalian saja yang bikin repot diri kalian sendiri." jawab Daisy ia tidak terima Faklan berkata seperti itu dengan nada bicara yang sedikit meninggi.


Bukannya berbicara dengan lemah lembut dan membujuk dirinya. Mengapa laki-laki itu malah menunjukkan sikapnya yang tidak suka akan dirinya, apakah Karena ia merasa capek dan lelah sudah Mencari keberadaannya. Atau memang Faklan marah terhadap dirinya karena hal lain.


Faklan yang menemukan sinyal bahaya dari sorot mata sang istri Iya langsung berkata "Maaf, aku terlalu khawatir karena tidak menemukanmu di manapun, lain kali kalau mau pergi bilang jangan seperti ini. Kalau sudah seperti ini kita semua khawatir dan panik mencari Keberadaan Mu Kenapa juga ponsel ditinggal di kamar " kata faklan dengan nada bicara yang lembut, Iya ingat kembali dengan tujuan awalnya datang ke rumah ini yaitu untuk membujuk sang istri agar pulang kembali ke rumahnya dan melupakan masalah yang terjadi di pagi hari tadi.


"Sekarang Daisy sudah ditemukan, Mari kita kembali ke dalam rumah biar kita ngobrolnya di sana lebih enak.! " Radit mengajak mereka semua untuk kembali ke dalam rumah karena tidak ada gunanya juga berdebat dan memperdebatkan yang sudah terjadi


Karena itu semua tidak mengubah apapun yang telah terjadi.

__ADS_1


Daisy pun keluar dari Paviliun itu terlebih dahulu, meninggalkan mereka semuka, Mahad dan Zulaika pun hanya menggelengkan kepala dengan tingkah laku anak bungsunya itu, beda jauh sekali dari Farwa. Padahal Daisy sudah menikah dan menjadi seorang istri, akan tetapi sifat dan kelakuannya tidak berubah sedikitpun, kalau saja suaminya bukan faklan entah apa jadinya mempunyai istri seperti Daisy yang selalu sabar menerima apapun yang dilakukan oleh istrinya, bahkan untuk bangun pagi pun perempuan itu belum bisa.


" Maafkan Daisy yang selalu membuatmu repot! "ucap Zulaikha sambil menatap wajah menantunya dengan penuh permohonan.


" Kenapa Ibu yang minta maaf, Ibu tidak melakukan kesalahan dia seperti itu semua karena salahku. Jadi aku yang harus meminta maaf kepada kalian semua telah membuat keributan di rumah ini " ucap Faklan sambil menatap mereka semua secara bergantian yang berada di hadapannya pada saat ini.


"Kamu ini ngomong apa sih? kita ini keluarga sudah seharusnya saling membantu apapun itu yang ada di keluarga kita " jawab Radit.


Setelah berbicara seperti itu Radit langsung mengajak sang istri untuk masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Paviliun.


Sebetulnya jika duduk di tempat ini sambil melihat indahnya bulan dan bintang saat malam hari, di temani orang tercinta mungkin itu jauh lebih menyenangkan.


Akhirnya mereka semua masuk kembali ke dalam rumah, lalu mereka duduk kembali di ruang keluarga akan tetapi Daisy mungkin langsung masuk ke dalam kamarnya. Faklan pun langsung menyusul sang istri ke dalam kamar karena masih ada pembicaraan yang harus mereka selesaikan, agar semua ini tidak semakin berlarut-larut.


Setelah beberapa saat sudah berada di dalam kamar, lalu ia mendekat ke arah sang istri yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil menyandarkan tubuhnya.


" Maafkan aku atas perkataanku yang telah menyakitimu, Sungguh aku tidak pernah berniat untuk melakukan itu. Hanya saja terlalu khawatir aku ketika tidak menemukan Keberadaan Mu di rumah ini! " Faklan berkata sambil menatap wajah sang istrinya dengan penuh cinta.


"Untuk apa juga kamu datang ke rumah ini, jika akhirnya kamu hanya mengeluarkan kata-kata yang membuatku sakit hati" jawab Daisy dengan cairan bening yang mulai meleleh


" Iya aku minta maaf, kamu tahu sendiri bahwa aku sangat mencintaimu. Bahkan di setiap nafas ku itu hanya tentang mu, ku harap kamu ngerti dengan apa yang aku rasakan" Faklan berkata dengan nads bicara yang lembut.


Melihat sang istri yang sudah mengeluarkan cairan bening, ia langsung membawa sang istri ke dalam pelukan nya.


Setelah beberapa saat, Daisy hanya terdiam. Begitu pun Faklan ia membiarkan istrinya untuk menangis.


"Jika kamu ingin kita memeriksakan kesehatan, agar segera mendapatkan keturunan. Maka aku bersedia, asal kamu pulang dan maafkan aku! " ucap Faklan sambil menangkup kedua pipi sang istri, ia tatap mata sang istri dengan cinta. Lewat tatapan mata itu, mereka saling terikat. Karena cinta itu di mulai dari mata yang akhirnya bersemayam di hati.


"Benar, kamu mau periksa? " tanya Daisy dengan nada bicara terbata-bata, karena ia menangis.


"Iya, kita akan segera melakukan itu" jawab Faklan sambil tersenyum, lalu mencium kening sang istri.


"Terimakasih ya, Mas.. "


Daisy memeluk suaminya, karena permintaan nya di kabulkan oleh sang suami.


Faklan bangkit dari duduknya lalu mengambil paper bag yang berisi kotak perhiasan.


"Coba buka, semoga kamu suka! "


Faklan menyerahkan nya, terhadap sang istri.


"Ini apa? "


"Buka saja, nanti juga tahu"


Daisy pun membuka nya, betapa terkejutnya saat melihat benda kecil yang ada di dalam kota. Yaitu sebuah cincin berlian bermata mutiara yang sangat cantik. Perempuan mana yang tidak suka di beri hadiah seperti ini.


"Mas... ini bagus sekali. Kamu beli untuk ku? "


"Ini ku beli untuk istri tercinta"


"Pasti harga nya mahal" ucap Daisy, dengan raut wajahnya yang sedih.


"Kenapa wajahmu seperti itu, bukan nya senang? "


"Nanti uang mu habis, jika di gunakan untuk membeli kan perhiasan"


"Jangan kan perhiasan, bahkan dunia ini akan ku beli untuk mu. Tapi punya nggak yah uang nya untuk membeli dunia" ucap Faklan sambil tertawa kecil.


Akhirnya mereka berdua tertawa kecil, dan melupakan permasalahan yang terjadi di hari ini.


Daisy meminta Faklan untuk untuk menginap di sini, hingga pada akhirnya di setujui.


Setelah cukup lama mereka bercerita sambil duduk di sisi tempat tidur.

__ADS_1


"Sayang... kita belum mandi, gerah tahu" Faklan berkata sambil membuka kemeja kerja nya. Karena seharian ia menggunakan nya.


"Ya sudah mandi sana, nanti aku terakhir"


"Aku maunya mandi bareng"


"Apa sih, kamu itu mesum"


"Mesum sama istri sendiri itu halal, ayok! "


Faklan menggendong Daisy dengan paksa lalu di bawa masuk ke dalam kamar mandi.


"Astaga, mas... aku belum mau mandi"


Faklan tidak menjawab perkataan sang istri, malah ia menyeret tubuh sang istri sehingga mentok di dinding.


Dengan gerakan cepat ia langsung melahap bibir ranum milik sang istri, tidak cukup hanya sampai di situ. Tangan Faklan mulai me jelajahi tempat lain sehingga ia bisa menemukan keindahan lain, di atas gunung kembar.


Ia pun dengan semangat mendaki gunung tanpa ada lelah sedikit pun, Daisy pun mulai mengeluarkan suara indah nya. Hal itu sudah membuat Faklan ingin segera datang ke gua dan menjelajahi nya.


Hanya ada suara dan ******* yang terdengar di telinga mereka, mereka melakukan nya dengan penuh cinta. Dengan harapan kerja keras nya akan mendapatkan hasil yang mereka inginkan.


Percintaan panas di dalam kamar mandi pun sungguh sangat luar biasa, di bawah guyuran air dan hal itu menambah suasana yang berbeda. Sehingga menjadikan Faklan lebih liar dari biasanya.


Setelah cukup lama Faklan pun sudah sampai di puncak kenikmatan nya.


"Sayang terimakasih sudah membuat ku puas untuk hari ini, semoga benih ini akan tumbuh subur di rahim mu" ucap Faklan sambil mencium istrinya ketika pelepasan itu sudah terjadi.


Daisy pun mengangguk, dengan penuh hadapan nya kali ini akan membuah kan hasil.


Akhirnya mereka berdua menyelesaikan ritualnya di kamar mandi, setelah puas memadu kasih dan mendapatkan kepuasan masing-masing.


Kedua nya sudah keluar, lalu mereka berganti pakaian dengan gaun tidur.


Di saat mereka hendak ke luar, tiba-tiba pintu di ketuk.


"Iya, tunggu! "


Daisy langsung membuka pintu kamar, dan ternyata pelayan yang datang menemui mereka.


"Ada apa bi? "


"Nyonya sama Tuan sudah di tunggu di ruang maka! "


"Owh iya, kami akan segera ke sana" jawab Daisy.


Lalu mereka berdua melangkah kan kakinya untuk segera menuju ruang makan, dan melakukan makan malam bersama.


Setelah beberapa saat, mereka sudah berkumpul di meja makan.


Begitu juga dengan Adnan ia sudah sampai di rumah, mereka bisa makan malam bersama.


Mereka menikmati makan malam bersama, kehangatan keluarga pun terlihat. Kepanikan dan khawatiran yang terjadi tadi siang hilang begitu saja, Zulaikha dan Mahad saling melempar tatapan dan mereka melihat seperti sudah tidak ada yang terjadi sesuatu antara Daisy dan Faklan.


Pemandangan itu membuat Zulaikha senang melihat anaknya rukun kembali, di saat mereka semua nya sedang asik menikmati makan malam tiba-tiba Adnan berkata.


"Daisy, itu leher mu merah-merah seperti itu kenapa? Alergi? " Adnan bertanya seperti itu sengaja, karena sunyi rasanya di meja makan semuanya fokus dengan makan dan keluarga masing-masing, sedangkan dirinya hanya sendiri.


Seketika Daisy langsung memegang leher nya, ia sampai lupa bahwa sang suami sudah menggempur nya habis-habisan.


"Anu-itu-" Daisy gugup menjawab pertanyaan Adnan, ia juga malu terhadap anggota keluarga yang lain termasuk orang tua nya.


"Kakak" Radit berkata sambil menatap sang kakak.


"Ternyata kamu itu rakus juga ya mirip drakula" ucap Adnan sambil tertawa dan melanjutkan kembali makannya.

__ADS_1


Sedangkan Faklan hanya terdiam, ia merasa malu gara-gara kelakuan nya.


__ADS_2