Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
BAB 152


__ADS_3

Adnan sudah tiba di tempat acara, ia memastikan bahwa semuanya sudah sempurna sesuai dengan keinginan nya.


Ternyata di luar dugaan Adnan, semuanya sangat sempurna dan ia sangat menyukainya. Beberapa tamu undangan pun sudah mulai berdatangan, akan tetapi anggota keluarga nya belum datang.


Adnan mencoba menghubungi Radit, dan ternyata mereka sudah berada di tempat parkir hanya saja belum masuk ke tempat acara.


Setelah cukup lama, ia menunggu dan mengobrol dengan tamu yang sudah mulai hadir.


Akhirnya, keluarga nya sudah datang. Radit dan Farwa berjalan mendekat ke arahnya, lalu duduk di samping sang kakak.


"Kak, ini acara bagus. Ternyata punya selera yang tinggi juga" Radit berbisik di telinga sang kakak.


"Tentu saja, bukan hanya kamu yang punya selera bagus" jawab sang kakak.


Mereka mengobrol ringan bersama yang lain, dan mempersilakan untuk menikmati jamuan yang sudah di sediakan.


Seiring berjalan nya waktu, tamu undangan sudah memenuhi tempat acara karena sebentar lagi acara akan segera di mulai.


Adnan terus mencari keberadaan Mayang dan keluarga nya di antara banyak nya tamu undangan, akan tetapi ia tidak melihat keberadaan perempuan itu.


"Kemana Mayang? apa masih di perjalanan" batin Adnan sambil terus memperhatikan area sekitar.


Farwa yang peka akan keadaan, bahwa Adnan sedang mencari keberadaan Mayang. Ia langsung mendekati kakak iparnya.


"Lagi mencari Mayang? " tanya Farwa.


"Iya, mengapa mereka belum datang juga ya? "


"Owhh, itu tadi katanya Faklan sakit kemungkinan mereka nggak datang " jawab Farwa.


"Memangnya, sakit apa? kenapa bisa? " Adnan kaget mendengar pernyataan dari Farwa, bisa gawat rencana nya kalau Mayang tidak datang. Bagaimana rencana nya akan melamar Mayang kalau mereka tidak datang.


"Kurang tahu, hanya saja tadi Daisy bilang bahwa Faklan sakit"


"Astaga, kenapa bisa!"


Adnan, merasa prustasi dengan berita yang baru saja di terimanya.


"Semoga Mayang bisa tetap hadir, meskipun tanpa Faklan dan keluarga nya" kata Farwa, ia sengaja berbicara seperti itu. Karena Farwa sangat suka iseng, dan membuat kakak iparnya seperti itu.


Farwa pun menjauh dari sang kakak ipar, lalu mendekati suaminya.


"Apa yang di bicarakan sama kakak?"


"Aku bilang sama dia, bahwa Mayang tidak bisa hadir! "


"Astaga, sayang... kenapa bicara seperti itu. Tuh lihat wajah kakak seperti itu"

__ADS_1


"Seneng aja liat nya" jawab Farwa sambil tertawa kecil.


Waktu bergulir begitu cepat, rangkaian acara pun sudah di mulai. Karena waktu juga semakin cepat berlalu.Mayang dan keluarga nya pun belum terlihat, akan tetapi saat Adnan naik ke atas podium dan mengucapkan terimakasih banyak terhadap seluruh kerabat dan rekan-rekan semuanya atas keberhasilan nya.


Terlihat dengan jelas, bahwa di sela-sela orang yang hadir terlihat seorang perempuan yang ia tunggu-tunggu akhirnya hadir juga.


Mayang berdiri sambil tersenyum ke arah Adnan yang sedang berbicara, terlihat gagah meskipun sudah tidak lagi muda.


"Saya ucapkan terimakasih banyak, untuk semuanya yang sudah membantu saya demi kemajuan perusahaan. Dan terimakasih juga untuk seseorang yang terus membantu saya dan tercipta nya hotel ini dengan sempurna, ini juga berat kerja keras nya" ucap Adnan di atas podium, tentu saja kata itu ia tunjukkan untuk perempuan yang di cintai nya Mayang.


"Ada satu hal lagi, saya ingin meminta perempuan itu untuk naik ke atas podium ini. Nona Mayang silakan naik! " Adnan meminta Mayang untuk naik.


Mayang melihat ke sekeliling, karena semua orang memperhatikan nya. Tepuk tangan pun terdengar riuh, dengan langkah ragu. Mayang melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk naik.


"Untuk apa memanggilku naik ke sini!, aku bingung dengan konsep nya. Padahal ini bukan konsep yang di pilih nya tempo lalu." bisik Mayang, lalu ia tersenyum ke arah semua tamu undangan.


Mereka terlihat sangat serasi, meskipun beda usia.


"Aku sengaja memilih yang ini, dan menanyakan nya terhadap mu hanya ingin tahu kesukaan mu. Dan ternyata kamu suka, kan yang ini! "


"Iya, aku suka tapi ini seperti mau pesta pertunangan"


"Tunggu saja, apa yang akan terjadi nanti. Semoga kamu suka! "


Hingga pada akhirnya, Adnan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.


Suasana riuh pun terjadi, karena mereka tidak menyangka bahwa malam ini Adnan akan melamar Mayang.


Begitu juga dengan bu Ratih, ia terkejut putri nya di lamar oleh seorang pengusaha yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Ratih.


Mayang pun bingung, ia melihat ke sekeliling dan di depan terlihat antara Mamanya dan sang kakak, mereka tersenyum sambil mengangguk. Pertanda mereka juga setuju bahwa Mayang menjadi calon istri dari Adnan.


"Ta-tapi"


"Sungguh aku ingin menjadikan mu ratu di dalam hidupku" Adnan berkata sambil menatap wajah Mayang dengan penuh cinta.


Teriakan dari semua tamu pun sudah semakin riuh, karena mereka semua setuju kalau Adnan dan Mayang menjadi sepasang suami istri.


Mayang menarik nafas, lalu memantapkan hatinya mungkin ini jodoh pilihan Tuhan untuk Mayang.


"Maaf, untuk saat ini saya ti-tidak--" jawab Mayang, ucapan nya terbata-bata karena ia merasa gerogi di tonton banyak orang. Dan semua yang hadir itu rekan bisnis Adnan.


"Mayang...." hanya kata itu yang keluar dari bibir Adnan, ia sudah tahu bahwa Mayang akan menolak nya. Adnan pun bangkit, lalu menutup kembali kotak kecil yang ia pegang, dengan raut wajahnya yang sedih tapi di paksa untuk tersenyum.


"Aku tidak bisa menolak" jawab Mayang, lalu ia menundukkan pandangan nya.


Dalam hatinya ia sangat bahagia, di lamar oleh Adnan akan tetapi ia juga kaget mengapa bisa mendadak seperti ini.

__ADS_1


Seketika Adnan langsung memeluk Mayang, is tidak mengira bahwa perempuan itu akan menerima lamaran nya.


"Lepasin, malu di liat banyak orang" ucap Mayang, sambil mendorong tubuh Adnan agar menjauh.


"Maafkan aku, terlalu bahagia malam ini"


Akhirnya Adnan pun menyematkan cincin di jari Manis Mayang, setelah lamaran nya di terima oleh perempuan idaman nya. Dan di setujui oleh bu Ratih dan juga Faklan.


Lengkap sudah kebahagiaan Adnan, setelah lamaran nya di terima.


Akhirnya kedua nya turun dari podium dan menghampiri bu Ratih dan juga anggota keluarga yang lain.


"Maafkan aku, Bu. Melamar Mayang dengan cara seperti ini, terimakasih juga telah di inginkan untuk menjadi calon suaminya" ucap Adnan sambil menatap lekat wajah perempuan yang sudah tidak lagi muda, dan perempuan ini lah yang sudah berjuang dan menyanyi Mayang dengan penuh cinta.


"Saya yang mengucapkan banyak terimakasih karena telah memilih Mayang untuk menjadi bagian dari keluarga mu"


Tak lupa juga Adnan meminta restu terhadap Faklan, karena walau bagaimana pun. Faklan adalah kakak dari calon istrinya. Mereka semua merayakan kebahagiaan bersama dengan acara peresmian hotel dan juga lamaran Adnan. Semua yang hadir juga sangat menikmati nya, karena ada beberapa penyanyi terkenal di kota ini yang memeriahkan acara. Lengkap sudah kebahagiaan mereka malam ini, begitu juga dengan Radit ia sangat senang melihat kakaknya bisa mendapatkan gadis pujaan hatinya.


Waktu bergulir begitu cepat, acara demi acara telah selesai. Para tamu undangan pun sudah mulai pulang, dan meninggalkan tempat acara. Hanya tinggal mereka yang masih berada di tempat pesta, Farwa dan Radit akan menginap di hotel yang baru di resmikan.


Jadi mereka akan uji coba bagaimana pelayanan di hotel baru, ini ide nya Radit. Akhirnya di setujui oleh Farwa.


Sebelum pulang mereka membahas rencana pernikahan, Bu Ratih tidak mau mereka menikah terlalu lama.


Akhirnya kesepakatan pun sudah terjadi, mereka akan menikah bulan depan. Mungkin waktu satu bulan itu cukup untuk mempersiapkan acara pernikahan, selama di tempat acara. Faklan terus mondar-mandir ke toilet karena perut nya yang masih sakit.


Mereka sudah sama-sama dewasa, jika sudah yakin maka pernikahan secepatnya itu lebih baik.


Akhirnya setelah pembicaraan soal pernikahan sudah di sepakati, sedangkan Mayang di antar oleh Adnan sedangkan Faklan bersama sang istri dan juga Mamanya.


Farwa dan Radit menginap di hotel, jagoan kecil dan kedua orang tua nya pulang di jemput sopir.


"Mas, kenapa kita harus menginap di sini? " Farwa bertanya terhadap sang suami.


"Capek kalau harus pulang, lagian mumpung masih gratis kita coba dulu menginap di sini dan mencoba terapi di tempat ini. Semoga kali ini berhasil ya" jawab Radit sambil tersenyum, menatap sang istri yang sudah membersihkan tubuh nya lalu berganti pakaian dengan gaun malam yang tersedia di tempat ini. Apakah ini memang di sediakan oleh hotel atau rencana Radit yang tidak di ketahui oleh Farwa.


"Kan di jemput sopir, kita hanya duduk sepanjang perjalanan"


"Nggak apa-apa lah, lagian kita belum pernah juga melakukan hal seperti ini. Bahkan aku punya rencana akan mengajak mu keliling dunia, kita habiskan hari-hari untuk bersama dan menikmati indah nya dunia"


"Sekarang kita nggak bisa pergi hanya berdua, ada Argani juga yang harus kita prioritas kan! "


"Tapi kita juga butuh waktu untuk berdua dan menghilangkan rasa gundah dan stres yang ada di pikiran ku, untuk mempercepat kesembuhan itu"


"Iya, aku tahu.... Aku akan bantu untuk segera sembuh" ucap Farwa, setelah itu ia langsung naik ke atas tempat tidur.


Lalu berbaring ia gunakan tangan suaminya sebagai bantal, bagi Farwa tidur seperti ini lebih nyaman.

__ADS_1


__ADS_2