
Radit melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dokter, ia terus memikirkan bagaimana caranya memberi tahu Farwa untuk hal ini.
Setelah beberapa saat ia sudah sampai di tempat parkir, di mana ia memarkirkan kendaraan nya. Setelah itu Radit langsung masuk dan menyalakan mesin kendaraan lalu menginjak gas dengan perlahan.
Kendaraan melaju dengan kecepatan sedang.
Waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang di tumpangi Radit sudah sampai di tempat tujuan. Ia langsung turun dari kendaraan itu, lalu segera masuk ke dalam rumah dan ingin segera bertemu dengan jagoan kecilnya.
Dengan berjalan cepat ia segera menuju ke kamar sang putra, tanpa permisi terlebih dahulu Sebab ini sudah menjadi kebiasaan Radit kalau pulang pasti langsung datang ke kamar jagoan kecil.
Setelah pintu terbuka, terlihat dengan jelas jagoan kecil yang selalu di rindukan sedang bermain bersama Yeyen.
"Pak, Radit" sapa Yeyen.
"Ibu, ke mana? Yen... Jagoan Ayah lagi ngapain? " ucap Radit sambil mendekat ke arah Argani kecil.
"Ibu di kamar nya, Pak" jawab Yeyen
"Aku lagi main polisi-polisian, tante Yeyen penjahat nya" jawab Argani kecil dengan antusias, dia sangat suka melakukan permainan seperti itu.
"Baiklah, jagoan... lanjutkan bermain nya, tapi harus hati-hati! Ayah mau ketemu ibu dulu" ucap Radit, lalu mengusap kepala anak kecil itu. Setelah itu pergi melangkahkan kakinya untuk segera menemui sang istri.
Radit pun segera pergi ke kamarnya, untuk segera menemui sang istri.
Setelah berada di depan pintu kamar, dengan perlahan Radit membuka pintu. Pintu sudah terbuka, terlihat dengan jelas perempuan yang selalu ia rindukan sedang merapikan pakaian ke dalam lemari. Karena itulah kegiatan Farwa sehari-hari setelah pindah ke rumah ini, lagian renovasi tempat usahanya belum rampung. Kemungkinan ia banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga nya.
Dengan perlahan, Radit melangkahkan kakinya lalu mendekat ke arah sang istri.
__ADS_1
"Eh, sudah pulang. Mas? " kata Farwa sambil tersenyum tipis menatap suaminya yang duduk di sisi tempat tidur.
"Sudah dari tadi, tapi ke kamar jagoan kecil dulu"
"Owhh, mau minum kopi? " Farwa selalu bertanya hal itu terhadap suaminya, karena memang itu sudah menjadi kebiasaan nya.
"Nggak! untuk apa sih kamu melakukan ini semua, di sini banyak orang yang bekerja kenapa harus kamu yang mengurus ini semua Bagaimana kalau capek terus sakit, aku nggak mau hal itu terjadi dengan mu" kata Radit sambil menatap lekat wajah sang istri, yang terlihat lelah. Mungkin bukan karena capek mengerjakan pekerjaan rumah akan tetapi ada hal lain yang membuat Farwa terlihat lelah.
"Jangan khawatir, aku kuat dan tidak mungkin sakit hanya karena mengurus hal seperti ini. Ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang istri mengurus apapun yang berhubungan dengan mu, termasuk juga pakaian dan semuanya" jawab Farwa dengan nada bicara yang lembut, memang perempuan ini selalu bertutur kata lembut.
Tidak pernah ia berkata dengan suara yang tinggi, selalu di kenal orang yang sangat santun dan baik hati.
"Kamu melakukan tugas mu sebagai seorang istri dengan baik, tapi aku tidak bisa memberikan hak mu. Maafkan aku atas segala kekurangan yang ada pada diriku" kata Radit dengan nada bicara yang lirih.
Sungguh ia memberanikan diri untuk berbicara ini terhadap sang istri, agar tidak ada kesalahpahaman nantinya.
"Aku belum bisa memberikan nafkah batin untuk mu, aku janji akan berusaha untuk sembuh dan memberikan hak mu" jawab Radit sambil menunduk. Sungguh ia tidak sanggup melihat wajah sang istri.
"Coba, mas cerita pada ku?;Apa yang sebenarnya terjadi" Farwa berkata dengan nada bicara yang lembut, ia menghentikan aktivitas nya dan mendekat ke arah sang suami yang duduk di sisi tempat tidur.
Setelah cukup lama terdiam, lalu Radit menarik nafas panjang dan perlahan ia mulai menceritakan apa yang terjadi pada diri nya. Farwa yang mendengar suaminya mengalami seperti itu menjadi sangat berdosa telah mencurigai suaminya, bahkan Farwa sempat berpikir bahwa Radit sudah tidak menginginkan nya lagi. Ternyata ini alasannya selama ini Radit tidak pernah menyentuh nya.
"Sekarang kamu tahu kan, alasan ku selalu menghindari mu. Sesungguhnya aku tersiksa dengan keadaan ini, aku juga tidak mau seperti ini" kata Radit di akhir kalimatnya.
"Aku menerima apapun yang terjadi pada mu, ayok kita bareng-bareng cari solusi yang terbaik nya. Ikut kata dokter itu, semoga cepat terselesaikan. Tidak ada penyakit yang tak ada obatnya, asal kita mau berusaha dan yakin bahwa sang kuasa akan memberikan jalan terbaik untuk umatNya yang berusaha dan meyakini kuasa-Nya" ucap Farwa sambil menggenggam erat tangan suaminya.
Perjuangan mereka sudah sangat panjang hingga sampai di titik ini, ternyata masih ada ujian yang lain yang menguji kisah cinta mereka.
__ADS_1
"Terimakasih sudah menjadi perempuan yang selalu setia bersama ku, dalam keadaan apapun. Maaf untuk semua yang telah terjadi, aku hanya bisa membuat mu khawatir tentang ku"
"Sudah menjadi kewajiban ku, sebagai seorang istri untuk tetep bersama karena kamu adalah belahan jiwaku" jawab Farwa.
Akhirnya Radit membawa Farwa ke dalam pelukan nya, sekarang masalah yang satu sudah terselesaikan.
Tidak akan ada lagi kesalahpahaman lagi dari Farwa, tinggal mencari solusi untuk pengobatan selanjutnya.
Mereka cukup lama berpelukan hingga pada akhirnya pintu kamar terbuka dengan tiba-tiba, dan ternyata itu adalah jagoan kecil mereka bersama Yeyen.
"Astaga, Ayah, ibu... pantas saja nggak ada ke kamar ku ternyata, kalian berdua sudah melupakan ku" kata anak kecil itu dengan wajahnya yang cemberut.
Radit dan Farwa jadi salah tingkah, karena di sana ada Yeyen juga yang membuat Farwa malu. Padahal kenapa juga harus malu, toh mereka itu suami istri sah-sah saja melakukan apapun bahkan mereka berada di dalam kamar. Hanya saja anak kecil itu yang mau masuk tanpa permisi terlebih dahulu.
"Maaf, bu... aku sudah mengajak nya main di tempat lain, tapi Arga tetap mau pergi ke kamar ibu" Yeyen berkata dengan nada bicara yang sedikit takut, karena membuka pintu tanpa permisi.
"Ngakak masalah, Ada apa jagoan kecil? " tanya Radit terhadap anak laki-laki yang berdiri di hadapan nya pada saat ini.
"Aku bosan main sama tante Yeyen, dia nggak bisa brantem... mau main sama Ayah! " kata Argani kecil.
"Ayah, belum mandi... nanti saja mainnya, sekarang kamu juga harus istirahat! " kata Radit terhadap sang putra, yang tidak lelahnya bermain terus.
"Yen, kalau mamamg kamu mau pulang nanti saya minta sopir untuk mengantar mu... Kalau mau menginap juga itu lebih baik" kata Farwa.
"Ngakak usah sama sopir bu, biar saya naik angkutan umum saja" jawab Yeyen.
"Yakin kamu, nggak apa-apa biar di antar sopir saja, lagian kamu datang ke sini saya yang ajak. Masa di biarkan pulang sendiri anak gadis orang, bagaimana kalau ada yang menculiknya nanti di jalan" ucap Farwa sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Farwa, akhirnya Yeyen mau pulang di antar oleh sopir.